Rabu, 28 April 2010

Jagalah Pendidikan Anak-Anakmu


Setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses dan bahagia dalam hidupnya.Sehingga, para orang tua mengarahkan anak-anaknya untuk masuk ke sekolah yang mereka anggap dapat mengantarkan anaknya ke pintu gerbang kesuksesan. Tapi sangat disayangkan sekali, mungkin karena terlalu terobsesi agar anaknya menjadi orang sukses, terkadang membuat sebagian orang tua tidak lagi menimbang aspek-aspek lain, seperti apakah sekolah tersebut membahayakan aqidah dan iman anak-anak mereka ataukah tidak. Mereka tidak terlalu memperdulikan itu, bagi mereka yang penting anaknya sekolah di sekolah yang bermutu tinggi.

ALLAH telah memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk menjaga diri dan kelurganya dari api neraka sebagaimana yang tertuang dalam surat at-Tahrim ayar 6 diatas. Maksud memelihara dalam ayat tersebut, menurut Adh-Dhahak dan Muqatil bin Hayyan,dalam Tafsir Ib nu Katsir, adalah :
”Setiap muslim berkewajiban mengajari keluarganya, termasuk kerabat dan budaknya, berbagai hal berkenaan dengan hal-hal yang diwajib kan Allah Ta’ala kepada mereka dan apa yang dilarang-NYA.” Pendidikan anak adalah orang tua yang paling berhak dan paling bertanggung jawab atas pendidikan anak nya, untuk menjadikan anaknya sebagai Mukmin, Yahudi, Nasrani atau Majusi. Rasulullah telah bersabda :
”Tidaklah seorang anak lahir melainkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tualah yang menjadi kannya Yahudi, Nasrani, dan Majusi. (HR. Muslim)

Demikianlah, maka suatu kesalahan besar jika anak-anak muslim sekolah di sekolah selain muslim, karena tidak akan mungkin mereka dapat mengenal agama Islam dan tidak akan mungkin mereka dapat melaksanakan agama dengan baik di sekolah-sekolah tersebut, bahkan mereka setiap hari disodori dengan yang laenya.

Q.S. At-Tur : 21-24
Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa. Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.

Dari Anas r.a., “Aku telah melayani Rasulullah SAW selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan : ‘Mengapa engkau lakukan?’ dan pula tidak pernah mengatakan: ‘Mengapa tidak engkau lakukan?’”
(Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Adab 5578, Muslim, Kitabul Fadhail 4269, dan selain keduanya)

Selasa, 27 April 2010

TIDAK ADA YANG LEBIH BERMAKNA SELAIN PREDIKAT ISTRI DAN IBU DALAM SEBUAH KELUARGA.


Berbicara mengenai profesi yang lebih sesuai dengan tabiat dasar wanita yang memiliki jiwa lembut dan penuh kasih, maka tidak ada profesi lain selain menjadi seorang istri dan ibu sekaligus. Inilah pekerjaan yang meminta perhatian dengan ketulusan yang hanya bisa di berikan oleh jiwa wanita. Peran istri menuntut untuk memberikan sebagian jiwanya dengan keikhlasan dan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk taat kepada suaminya dengan perasan kecintaan yang besar. Sedangkan peran ibu menuntut wanita untuk memberikan nyawa dan kehidupan kepada buah hatinya yang dianggap sebagai kelanjutan kehidupannya sebagai manusia.

Dan kedua peran tersebut terangkum dalam kehidupan yang bernama keluarga. Itulah tempat terbaik bagi wanita untuk memaknai perannya sebagai istri dari suaminya dan sebagai ibu dari anak-anaknya. Keluarga menyediakan beragam fasilitas bagi wanita untuk mewujudkan semua suara hatinya untuk menyayangi dengan jiwanya.

Sesungguhnya keberadaan keluarga sebagai tempat bagi tumbuh dan berkembangnya naluri wanita sebagai istri dan ibu dapat diibaratkan seperti keberadaan langit dan bumi yang ada untuk saling melengkapi. Tidak ada predikat istri sejati jika wanita tidak mendapatkan ikatan pernikahan yang sesungguhnya. Benar dan diakui dalam agama, hukum dan sosial. Apabila wanita ada yang mengatakan telah menjadi seorang istri namun pernikahannya adalah pernikahan yang tidak sah salah satu para meter kedudukan pernikahan maka wanita tersebut belumlah dapat dikatakan sebagai isteri sejati dalam menjalankan perannya sebagai istri. Begitu juga dengan peran ibu yang merupakan fitrah dasar dan ada dalam diri seorang wanita. Wanita tidak akan dapat menghayati peran sebagai ibu dengan penghayatan yang mendalam dan benar apabila wanita tersebut tidak dapat melahirkan anak dari rahimnya sendiri dan dari benih suami yang di cintai dan dari pernikahan yang sah.

Keluarga menjadi penting dalam mengaplikasikan peran naluriah wanita sebagai istri dan ibu karena keluarga merupakan bentuk kelompok sosial yang paling intim dan di ikat dengan relasi seks, cinta, kesetiaan dan pernikahan. Dalam keluarga, wanita dapat memerankan fungsinya sebagai istri dan ibu dengan jaminan keamanan yang pasti baik secara sosial, hukum maupun agama. Perlindungan dan jaminan yang pasti tersebut akan mendukung wanita memainkan peran yang lebih besar dalam kehidupannya dan akan membuat wanita semakin produktif dan semakin positif dalam memandang kehidupannya dan keluarganya. Kebahagian wanita dalam menjalani peran sebagai istri dan ibu akan berdampak kepada kesejahteraan dan ketenangan kehidupan keluarganya. Sedikit demi sedikit dengan kedamaian keluarganya tersebut, wanita akan dapat membawa kedamaian keluarganya dalam masyarakat lingkungannnya amaien.............
Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua. (HR. Al Hakim)

Seorang datang kepada Nabi Saw. Dia mengemukakan hasratnya untuk ikut berjihad. Nabi Saw bertanya kepadanya, “Apakah kamu masih mempunyai kedua orangg tua?” Orang itu menjawab, “Masih.” Lalu Nabi Saw bersabda, “Untuk kepentingan mereka lah kamu berjihad.” (Mutafaq’alaih)

Penjelasan:Nabi Saw melarangnya ikut berperang karena dia lebih diperlukan kedua orang tuanya untuk mengurusi mereka.

Rasulullah Saw pernah berkata kepada seseorang, “Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu.” (Asy-Syafi’i dan Abu Dawud)

Senin, 26 April 2010

IBU SEKOLAH PERTAMA BAGI ANAK


Seorang ibu mempunyai peran yang sangat vital dalam proses pendidikan anak sejak dini. Ibulah sosok yang pertama kali berinteraksi dengan anaknya, sosok pertama pula yang memberikan rasa aman dan nyaman serta sosok yang dia percaya. Karena itu, ibu menjadi sekolah pertama pertama bagi anak-anaknya .Peran ibu dalam mendidik anaknya ini sangat penting karena dapat menentukan kualitas generasi masa depan suatu masyarakat dan negara. Tidak salah kalau ada yang mengatakan bahwa ibu ibarat tiang agama. Tinggi rendahnya moralitas suatu bangsa dapat dilihat dari tinggi rendahnya moralitas para ibu dinegeri itu atau sejauh mana kepedulian para ibu dalam mendidik anak-anaknya

Salah satu aspek penting keberhasilan dalam pendidikan anak adalah adanya kedekatan fisik dan emosional. Antara seorang ibu dengan anaknya. Secara alami, kedekatan fisik dan emosional ibu dengan anaknya sudah terjalin sejak anak berada dalam kandungan, menyusui dan masa pengasuhan. Kasih sayang seorang ibu merupakan jaminan awal untuk tumbuh kembang anak dengan baik dan aman. Karena itu, ibu mempunyai peran yang penting dan mulia. Dalam mendidik anak sejak usia dini. Untuk memainkan peran ini, Allah telah memberikan potensi pada ibu berupa kemampuan untuk hamil, menyusui,serta naluri ke ibuan. Allah juga menetapkan anjuran kepada para ibu untuk menyusui anaknya selama dua tahun, mengamanahkan para ibu untuk mengasuh anaknya selama masa pengasuhan (hadlonah), yaitu sampai anak bisa mengurus dirinya sendiri.

Sesungguhnya karakter seorang ibu merupakan kesan pertama yang ditangkap seorang anak. Apabila seorang ibu memiliki kepribadian dan agung dan tingkat ketakwaan yang tinggi maka kesan pertama yang masuk dalam benak anak adalah kesan yang baik. Kesan awal yang baik ini akan menjadi landasan yang kokoh bagi perkembangan kepribadian anak ke arah yang ideal. Di samping itu anak sendiri membutuhkan figur teladan dalam mewujudkan nilai-nilai yang ditanamkan kepadanya selama proses belajar dimasa kanak-kanak, karena kemapuan berfikir anak di masa ini belum sempurna. Di masa ini anak belum mampu menerjemahkan sendiri wujud nilai-nilai kehidupan yang diajarkan kepadanya. Kekuatan figur seorang ibu akan membuat anak mampu untuk menyaring apa-apa yang boleh dan tidak boleh diambil dari lingkungannya. Karena anak menjadikan apa yang diterima dari ibunya sebagai standar nilai. Para pakar pendidikan mengajarkan bahwa kleteladanan adalah media pendidikan yang paling efektif dan berpengaruh dalam menyampaikan tata nilai kehidupan. Dalam hal ini ibulah orang yang paling tepat untuk berperan sebagai teladan pertama bagi anaknya. Ibulah yang paling besar peranannya dalam memberikan corak pada pembentukan kepribadian anak, sehingga dibutuhkan ibu yang berkualitas yang kan mampu mendidik anaknya dengan baik.


Anak adalah ibarat kertas kosong yang putih bersih, yang siap ditulisi apa saja. Kertas itu bisa ditulisi dengan menggunakan tinta apapun, bisa merah, hitam, ataupun warna yang lain. Begitu juga dengan anak perilaku dan sifat anak sangat tergantung dari pendidikan yang diberikan orang tuanya. Jika yang pendidikan yang diberikan orang tuanya tersebut baik dan berkualitas, maka akan baik pula akhlak anak tersebut, dan begitu juga sebalik nya.

Selain pendidikan yang bersifat formal (sekolah) yang harus diberikan orang tua anak pada anaknya, tapi juga yang bersifat non formal (agama). Keduanya harus seimbang agar anak tersebut bisa menjadi anak yang berpengetahuan luas serta berperilaku yang berdasarkan kaidah-kaidah agama. Perilaku anak juga tegantung pada sikap dan perilaku orang tua. Bagaimana orang tua dalam memperlakukan anaknya, bagaimana sikap ibu pada sang ayah dan juga sebaliknya, karena anak akan merekam setiap perilaku orang tuanya dan akan menirunya. Kebanyakan anak-anak yang rusak moralnya adalah mereka yang kurang mendapatkan pendidikan yang baik dari keluarganya, atau berasal dari keluarga broken home. Disinilah peran orang tua, terutama ibu dalam keluarga sangat dibutuhkan untuk mendidik mereka.

Ibu adalah ibarat sekolah pertama bagi anak-anaknya, sebab mulai dari kandungan sampai mengasuh dan mendidik, peran ibu lebih dominan di banding ayah. Tapi bukan berarti tanggung jawab seorang ayah pada pendidikan anaknya luntur, tapi kedua orang tua harus berkerja sama demi kebaikan sang anak.

Anak merupakan tumpuhan hidup, sebagai generasi penerus bagi generasi yang telah tua usianya. Bahwa anak juga merupakan penyejuk pandangan mata, sumber kebahagiaan dan belahan kasih sayang manusia dalam kehidupan ini. Keberadaan mereka menjadikan kehidupan ini terasa manis, menyenangkan, terwujud semua harapan dan hatipun menjadi tenang. Bagi orang tua yang tidak memiliki anak, kehidupan ini terasa hampa bagaikan tiada artinya dia bekerja, tiada penghibur duka lara sebagai generasi penerus tumpuan hidupnya. Di mata seorang ayah, anak akan menjadi penolong, penunjang, pemberi semangat untuk tetap tegar dalam menjalani hidup ini. Seorang ibu melihat sebagai harapan hidup, penyejuk jiwa, penghibur hati, kebahagiaan hidup serta tumpuan masa depan. Semua itu tergantung pada pendidikan yang diberikan kepada mereka, juga pada pembentukan diri dan penggodokan mereka dalam menghadapi kehidupan ini. Di mana mereka akan menjadi tumpuan bagi orang tuanya dan juga seluruh masyarakat dengan baik.

Dalam pendidikan anak-anaknya ini ibu mempunyai peran penting dimana ibu yang paling dekat dengan anak, karena ibu rumah tangga selalu berada di rumah, sedangkan ayah biasanya selalu sibuk bekerja untuk mencari nafkah. Dalam pendidikan keluarga, khususnya pendidikan anak-anaknya, maka peranan ibu sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya. Wanita Muslimah yang benar-benar sadar akan senantiasa memperhatikan dengan tekun pendidikan anak-anaknya untuk menjadi anak yang berbudi pekerti dan berakhlak luhur. Sehingga mereka dapat menjadi seperti apa yang telah difirmankan Allah dalam surat Al-Kahfi ayat : 46.
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia”.

Apabila diabaikan pendidikan mereka dan pembentukan kepribadian mereka dilakukan secara remeh, maka mereka akan menjadi bencana bagi orang tua mereka dan akan menjadi gangguan bagi seluruh umat manusia

Minggu, 25 April 2010

TAULADAN DALAM IBADAH DAN AKHLAQ


Keteladanan merupakan faktor penting dalam sebuah pendidikan. Baik atau buruknya akhlak seorang anak sangat tergantung dari keletadanan yang diberikan oleh orang tua.
Seorang ibu harus mengajari anaknya akhlak yang baik dan tingkah laku yang terpuji serta mencegahnya dari akhlak yang buruk serta sifat-sifat yang tercela, seperti berdusta, mencuri, mencela, mengikuti orang kafir dalam kefa ikan dan kejahatan mereka, serta melihat dan mendengar hal-hal yang haram, baik itu berupa gambar maupun lagu,juga melepas hijab dan ikhtilath.

Yang pertama kali harus dilakukan oleh seorang ibu adalah memantau akhlak. Artinya,jika dia mendengar dari anaknya misalnya suatu kebohongan atau kata-kata tidak terpuji, maka dia harus segera melarangnya untuk tidak mengulanginya kembali. Jika ia tidak meninggalkannya, maka dia akan diberi sangsi. Selain itu, seorang ibu juga harus memantau tingkah laku anaknya dan dengan siapa dia berjalan serta bergaul, sehingga anaknya terhindari dari penyimpangan serta tidak bergaul dengan orang-orang jahat. Juga menyuruh anaknya untuk bergaul dengan orang-orang shaleh serta menjauhi orang-orang yang suka melakukan kerusakan. Dengan demikian, peringatan yang terus-menerus di berikan kepada anaknya akan membekas di dalam hatinya, sehingga dia akan membenci segala bentuk kejahatan dan kerusakan, serta mewaris kan di dalam dirinya ketidaksukaan pada penyimpangan dan penyelewengan.


Menurut Abdullah Nashih Ulwan,hal ini karena orang tua adalah contoh terbaik dan terdekat dalam pandangan anak, yang akan ditirunya dalam tindak-tanduknya dan tata santunnya, disadari ataupun tidak, bahkan tercetak dalam jiwa dan perasaan suatu gambaran orangtua tersebut, baik dalam ucapan atau perbuatan, baik material atau spiritual, diketahui atau tidak diketahui. Betapapun suci dan bersihnya fitrah manusia, betapa pun baiknya suatu sistem pendidikan tidak akan mampu mencetak/ membentuk generasi yang baik, tanpa adanya keteladanan dari sang pendidik ( orangtua ).

Anak akan tumbuh dalam kebaikan, memiliki kemuliaan akhlak, jika kedua orang tuanya memberikan teladan yang baik, demikian pula sebaliknya, ia akan tumbuh dalam kesesatan, berjalan dalam kekufuran dan kemaksiatan, jika ia melihat kedua orang tuanya memeberikan teladan yang buruk. Tidak mungkin sang anak belajar amanah, kemuliaan, sopan santun, kasih sayang dan sebagainya,jika kedua orang tua memiliki sifat yang berlawanan seperti dusta, kasar, suka mencelapun sebaliknya.

Pendidikan keteladanan terbaik bagi anak, ialah jika ke dua orang tua mampu menghubungkan anaknya dengan keteladanan Rasulullah SAW, uswah seluruh ummat manusia. Sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW :

Didiklah anak-anakmu tiga perkara : cinta kepada Nabi mereka, cinta kepada sanak keluarga dan membaca Al-Qur`an ” ( H.R. ath-Thabrani )

Sabtu, 24 April 2010

History

Asal Mula Langit Dan Bumi
Sebelum Nabi Adam diciptakan, Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, misalnya saja: gunung, laut, tumbuhan, hewan. Bintang dan Matahari sebagai sumber panas dan bulan sebagai penerang malam.
Langit dan bumi oleh Allah diciptakan dalam waktu enam hari atau masa. Sedangkan satu hari atau satu masa di sisi Tuhan sama dengan seribu tahun menurut perhitungan manusia. Allah Maha Kuasa apabila menghendaki sesuatu cukup berfirman, “kun” (Jadilah) maka jadilah apa yang diinginkan-nya.

Asal Mula Malaikat
Sesudah menciptakan langit dan bumi maka Allah menciptakan makhluk yang bernama malaikat. Malaikat dibuat dari Nur atau cahaya. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang tunduk, patuh, senantiasa berbakti kepada-nya.
Malaikat tidak mempunyai nafsu, tidak makan dan tidak tidur, tidak melakukan perbuatan dosa. Tidak berjenis laki-laki atau perempuan dan mempunyai alam tersendiri yaitu alam ghaib yang tidak dapat dilihat manusia.

Jin dan Iblis
Jin dan Iblis diciptakan dari api yang sangat panas. Ia mempunyai jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Jin ada yang patuhdan ada yang ingkar kepada perintah Tuhan. Jin yang ingkar dan membangkang perintah Tuhan disebut Iblis dan Setan.
Iblis dan keturunannya adalah makhluk yang sangat durhaka dan jahat. Tidak ada kebaikannya sama sekali. Pekerjaan Iblis dan Setan adalah menggoda manusia agar tersesat dan jatuh dalam lembah dosa.
Permintaan Iblis untuk hidup di dunia sampai hari kiamat dikabulkan Allah. Sebab dahulu Iblis adalah makhluk yang pernah patuh kepada Allah. Jadi perpanjangan umur bagi Iblis hingga hari kiamat adalah sebagai balasan bagi kebaikannya di masa lalu sebelum di ciptakannya Nabi Adam. Setelah Nabi Adam diciptakan oleh Allah, Iblis menjadi makhluk pembangkang, maka ia dikutuk oleh Allah dan diusir dari surga.

Asal Mula Nabi Adam AS
Sesudah langit dan bumi, malaikat dan jin atau iblis diciptakan. Maka Allah hendak menciptakan makhluk yang akan diperintah untuk mengelola bumi. Hal itu diutarakan kepada malaikat. “Aku akan menciptakan manusia untuk menjadi pengatur di bumi.”
Para malaikat mengira lalai dalam menjalankan tugasnya maka mereka berkata;”Mengapa Tuhan menciptakan manusia? Bukankan mereka hanya akan berbuat kerusakan di atas bumi. Mereka akan saling bermusuhan dan berbunuhan. Sedangkan kami para malaikat senantiasa patuh dan mengagungkan nama Mu?”
Untuk melenyapkan kekuatiran para malaikat itu; Allah kemudian berfirman,”Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Para malaikat bungkam mendengar penegasan Allah itu. Bukanlah Allah maha mengetahui atas sesuatu? Demikian Allah kemudian menciptakan Adam dari tanah liat dan lumpur hitam. Setelah berbentuk kemudian dimasukkan roh kedalamnya. Adam pun kemudian hidup. Bisa berdiri tegak.
Allah kemudian memerintahkan para malaikat untuk bersujud atau menghormati kepada Adam. Para malaikat pun bersujud sebagai pernyataan hormat dan ucapan selamat atas terciptanya Adam. Hanya Iblis yang tidak mau bersujud. Ia membangkang perintah Allah. Allah bertanya,”Apakah yang membuat engkau tidak mau bersujut kepada ‘Adam?”
“Saya lebih baik dari Adam. Engkau ciptakan saya dari api sedang adam hanya dari segumpal tanah.”kata Iblis menyombongkan diri. Yang berpendapat api lebih baik dari pada tanah adalah Iblis sendiri. Padahal hanya Tuhanlah yang Maha tahu siapa yang lebih mulia di antara makhluk ciptaan-Nya.
Allah murka mendengar jawaban Iblis,”Hai Iblis keluarlah engkau dari sorga. Sungguh tidak patut kau tinggal di sini lagi dan Terkutuklah engkau selama-lamanya!”. Iblis berkata, “Wahai Tuhan! Engkau kutuk dan engkau usir aku dari sorga karena Adam. Saya rela. Tapi kabulkanlah permohonan saya untuk hidup lama hingga hari kiamat nanti”.
Permohonan Iblis dikabulkan: Ia akan dibiarkan hidup sampai hari kiamat tiba. Iblis kemudian bersumpah, “Ya, Tuhan karena Engkau telah menghukum saya sebagai yang tersesat; maka saya akan menghalang-halangi Adam dan keturunannya dari jalan-Mu yang lurus. Saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang dari kiri dan dari kanan!”.
Itulah sumpah Iblis. Ia bertekad akan menyesatkan Adam dan keturunannya agar merekan menjauhi perintah Tuhan berbuat kekacauan di muka bumi, saling bermusuhan dan berbunuhan satu sama lain.
Allah berfirman,”Untuk melawan segala tipu daya dan akal busukmu, Aku beri manusia senjata yang ampuh. Dengan akal itu aku bimbing mereka dengan petunjuk-petunjuk (agama). Aku tuntun mereka ke jalan yang benar. Dengan akal itu manusia akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Siapa yang tidak menggunakan akannya tentu dapat kau sesatkan. Mereka yang sesat itu, akan mempertanggungjawabkan perbuatannya pada-ku di hari kemudian!”.
Mendengar firman Allah, Iblis semakin benci kepada Adam. Ia kemudian mendekati Adam. Diperiksanya seluruh tubuh Adam. Ia ingin mencari titik kelemahan Adam. Akhirnya dapat ditemukannya yaitu nafsu. Nafsu cenderung melakukan perbuatan yang buruk. Bila manusia cenderung menurutkan hawa nafsunya maka sangat mudah bagi Iblis untuk menjerumuskannya.
Allah kemudian mengajarkan kepada Adam nama-nama benda yang dilihatnya. Dengan demikian Adam mengetahui nama-nama benda yang ada di muka bumi. Itulah pengetahuan pokok yang nanti diperlukannya untuk mengatur dan memelihara bumi.
Kepada para malaikat, Allah ingin membuktikan kemampuan manusia untuk mengatur dan memelihara bumi. Berfirmanlah Allah kepada para malaikat,”Sebutkanlah kepada-ku nama-nama benda itu!”. “Maha Suci Engkau ya Allah. Tidak ada yang kami ketahui selain apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Hanya Engkaulah yang mengetahui segala-galanya,”kata para malaikat dengan penuh takzim.
“Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama benda-benda itu!” firman Allah. Adam kemudian menyebut nama benda-benda yang diketahuinya. Para malaikat kagum. Mereka memberi hormat sehormat-hormatnya. “Bukankah sudah kukatakan, Aku mengetahui rahasia langit dan bumi? Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui?” firman Allah kepada para malaikat.
Para malaikat lalu memuja dan mengagungkan Allah, Mereka semakin menaruh hormat kepada Adam. Ternyata Adam telah mengetahui apa yang belum mereka ketahui. Allah kemudian memberikan Adam sebuah tempat yang nyaman dan sentosa yaitu sorga. Tempat itu indah permai. Segala kebutuhan hidup telah tersedia. Kebun sorga penuh dengan buah-buahan yang rasanya lezat. Air sungainya jernih dan berbau harum. Pohon, tumbuhan dan rumput seperti ditata rapi, teduh dan nyaman sekali. Sebenarnya tempat itu sangat menyenangkan, Adam berkeliling menjelajahi kebun-kebun dan tanaman-tanaman, tapi ia merasakan kesepian karena tidak mempunyai kawan.

Diciptakannya Ibu Umat Manusia
Adam merasa kesepian karena tak mempunyai teman atau pasangan. Padahal ia melihat semua binatang yang ada di sorga itu hidup berpasang-pasangan. Rasa sepi dan sedih membuatnya letih. Adam pun tertidur pulas di bawah pohon yang teduh. Allah Mahatahu. Ia mengetahui pula yang tergerak di hati Adam yaitu ingin mempunyai teman. Maka selagi adam tidur, Allah menciptakan manusia lagi yang diambil dari tulang rusuk Adam sendiri. Manusia itu lain jenisnya dengan Adam. Ia adalah seorang wanita. Dan dinamakan Hawa.
Ketika Adam bangun dari tidurnya, iapun terkejut. Adam mengusap-usap matanya, seakan tak percaya. Ia melihat seseorang duduk di sampingnya. Wanita itu indah, cantik dan menakjubkan. “Siapakah engkau? Mengapa berada di sini?” tanya Adam. Dengan tersenyum Hawa menjawab, “Aku adalah Hawa yang diciptakan untuk menjadi teman hidupmu.”
Betapa gembira hati Adam mendengar jawaban itu. Ia memuji dan bersyukur kepada Allah yang telah mengabulkan keinginannya sehingga ia tidak merasa kesepian lagi. Hawa telah ditakdirkan menjadi istri Adam. Sepanjang hari mereka bersuka ria ditaman sorga. Keduanya dapat bersenang-senang sepuas hati. Mereka boleh makan apa saja makanan dan buah-buahan yang tersedia di sorga. Hanya satu yang dilarang oleh Allah yaitu tidak boleh makan buah khuldi.
Jebakan Iblis
Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan Adam dan keturunannya. Ia berdaya upaya agar Adam terusir dari sorga. Pada suatu ketika ia berhasil masuk sorga. Kebetulan pada saat itu Adam dan Hawa sedang merasa haus dan lapar. Iblis datang sembari berkata.”Hai Adam, tampaknya kau dan istrimu sedang lapar dan haus. Makanlah buah di hadapanmu itu. Lihat, warnanya begitu indah dan segar, baunya pun sangat harum tentu rasanya sangat lezat”.
Adam tahu, buah di hadapannya memang tampak lain dari pada yang lain. Tapi buah itu adalah buah larangan, Maka ia tak mau memetiknya. Iblis menunjuk Hawa tapi Hawa juga tak berani makan buah itu. Iblis kecewa dan merasa sakit hati. Tapi ia tidak putus asa. Pada suatu saat ia mendekati Adam lagi. Kali ini ia berkata:”Mengapa Tuhan melarangmu makan buah ini? Tak lain agar kalian tidak jadi malaikat. Sebab jika kalian makan buah itu kalian akan menjadi penghuni kekal di sorga ini”. Percayalah, aku adalah seorang teman yang memberi nasihat baik”.
Pendirian Adam tidak tergoyahkan. Ia tetap tak mau menuruti godaan Iblis untuk makan buah khuldi. Pada suatu kesempatan Iblis datang lagi. Ia memiliki waktu tepat. Adam dan Hawa baru saja berjalan-jalan keliling sorga. Mereka kelelahan. Saat itulah berkata; “Hai Adam, ketahuilah sebenarnya hanya golongan malaikat saja yang boleh makan buah itu. Sebab dengan memakan buah itu para malaikat akan mengalami hidup kekal tanpa mengalami kematian”.
Adam dan Hawa mulai mendengar perkataan Iblis. “Kami telah mendengar rahasia Allah sebelum kalian diciptakan, “sambung Iblis”. Bahwa kalian takkan hidup lama. Beberapa waktu lagi kalian akan dimatikan. Nah jika kalian ingin hidup kekal abadi di sorga ini makanlah buah itu, rasanya sungguh lezat tak ada duanya di sora ini. Sungguh bodoh jika kalian tidak mau menerima nasihatku ini”.
Adam dan Hawa mulai tertarik. Iblis meneruskan bujukannya,”Aku bersumpah di hadapan kalian. Demi Allah aku sebenarnya hanya memberi nasihat, karena aku merasa kasihan pada kalian berdua. Larangan Tuhan itu tak lain adalah supaya kalian tidak bisa hidup kekal di sorga”. Hawa yang terkena bujukan Iblis itu berkata kepada Adam.”Rupanya ia benar ucapan Iblis otu. Ia telah bersumpah dengan nama Allah.
Hawa yang lemah hatinya kemudian menghampiri pohon buah khuldi dan memetik buahnya. Pada saat itu Adam dan Hawa, sedang merasa lelah, haus dan lapar. Terlebih setelah mendengar ucapan Iblis bahwa buah khuldi itu rasanya paling lezat di sorga. keduanya pun lupa pada peringatan Allah. Keduanya lalu memakan buah itu. Rasanya memang lezat hingga keduanya lupa pada larangan Allah.
Allah mencela perbuatan mereka dan berfirman:”Bukankah Aku telah melarang kamu berdua mendekati pohon itu, dan Aku katakan kepadamu; Sesungguhnya syetan itu adalah musuhmu yang nyata”. Adam dan Hawa sangat menyesal. Terlebih setelah memakan buah itu aurat mereka terlukan. Mereka berlarian kesana ke mari sembari menutupi auratnya denagn dedaunan sorga. Mereka sangat malu dan takut mendengar firman Allah.
Namun akhirnya Adam dan Hawa sadar bahwa mereka tak mungkin dapat menyembunyikan diri dari hadapan Allah Yang Mahatahu. Dengan tertunduk malu, menyesal atas dosa yang telah dilakukan, Adam berkata, ” Wahai Tuhan Kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu, karena terkena bujukan Iblis, Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk golongan orang-orang yang merugi”.

Adam Dan Hawa Diturunkan ke Bumi
Allah Mahapengasih dan Mahapengampun, Taubat Adam dan Hawa diterima, keduanya diampuni Allah.Tetapi atas kesalahan itu mereka harus keluar dari sorga yang penuh kenikmatan. Ini sudah sesuai dengan kehendak Allah yang memang menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, sebagai penghuni dan pengatur planet bumi.
Maka berfirmanlah Allah:”Demi kemulyaan-ku, kamu berdua harus meninggalkan sorga ini. Kalian akan turun ke bumi yang telah lama terbentang. Di sana segala kebutuhan hidupmu tersedia, tetapi kalian harus bersusah payah, harus bekerja keras untuk mendapatkannya”. Selain Adam dan Hawa, Iblis juga diusir dan harus hidup di bumi. Jadi Adam dan Hawa akan hidup bersama Iblis di bumi.
Firman Allah:” Turunlah kalian ke bumi. Di bumi kamu hidup, di bumi kamu akan mati. Dari bumi itu pula kamu akan di bangkitkan. Diatas bumi kelak kamu dan anak cucumu selalu mendapat godaan dan tipu daya Iblis agar anak cucumu celaka dan hidup sengsara. Disana anak cucumu akan menghadapi perjuangan berat, dari jenis lelaki akan bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga. Dari jenis perempuan akan mengalami kesakitan di kala melahirkan anak. Namun kamu jangan khawatir, kamu dan anak cucumu akan ku-beri petunjuk-petunjuk yaitu ajaran-ajaran agama. Barang siapa mengikuti petnjuk-ku, maka ia akan selamat dari godaan Iblis”.
Demikianlah, Adam dan Hawa harus turun dari sorga. Sewaktu diturunkan ke bumi, keduanya berada di tempat yang terpisah jauh. Konon Adam di turunkan di Tanah Hindia, sedangkan Hawa di Tanah Arab. Di bumi mereka harus menghadapi tantangan hebat untuk mempertahankan kehidupan. Wajah bumi yang belum tersentuh tangan manusia keadaannya sangat menyeramkan. Gunung-gunung menjulang tinggi, jurang-jurang terjal menganga lebar, pohon-pohon raksasa tumbuh berserakan, binatang-binatang buas baik yang besar maupun yang kecil berkeliaran di mana-mana.
Untuk melindungi tubuhnya dari hawa dingin dan sengatan serangga, Adam dan Hawa memakai kulit binatang sebagai pakaiannya. Selama bertahun-tahun keduanya saling mencari dan berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya. Perjalanan yang ditempuh sangat sukar dan penuh bahaya. Derita dan sengsara benar-benar mereka rasakan. Akhirnya mereka bertemu di Padang ARAFAH setelah saling mencari selama empat puluh tahun. Batapa terharu Adam melihat keadaan istrinya yang telah kepayahan. Sengsara menapak jalan yang sulit dan kajam. Mereka berpelukan, menangis penuh haru.
Kini mulailah babak baru bagi kehidupan cikal bakan anak manusia. Adam dan Hawa tinggal di sebuah goa yang besar dan lebar. Goa itu terletak di dataran tinggi sehingga tak gampang diserang binatang buas. Dengan bekal yang telah di berikan Allah, Adam mulai mengelola alam disekitarnya. Ia menjinakkan binatang untuk diternakkan, mengolah lahan pertanian dan perkebunan buah-buahan. Tantangan alam yang keras telah menggerakkan akal pikiran Adam agar dapat mempertahankan kehidupan dengan keadaan yang lebih baik.
Apakah karena kesalahan Nabi Adam sehingga seluruh umat manusia harus menderita hidup di dunia? Bukan? Nabi Adam memang di ciptakan Allah sebagai khalifah atau pengelola bumi dan isinya. Hanya saja, setelah diciptakan Nabi Adam ditempatkan di surga, setelah itu beliau harus ke tempat tujuannya yaitu bumi. Namun dari sini kita harus pandai-pandai dan waspada terhadap bujuk rayu Iblis dan Setan. Mereka akan berusaha dengan segala macam cara untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa. Salah satu jurus Iblis yang paling ampuh untuk meruntuhkan iman manusia ialah menjadikan baik sesuatu perbuatan maksiat atau dosa dalam pandangan manusia. Padahal dosa adalah dosa, maksiat adalah maksiat, barang tetap haram ini sudah jelas, jika dilanggar berarti kita menuruti bujukan setan yang musuh nyata bagi semua umat manusia. Bukan setannya yang nyata tapi ucapan dan perbuatan yang bertentangan dengan agama itulah yang nyata dan dapat dipahami oleh manusia agar menghindarinya.

Kisah Qabil dan Habil
Waktu terus berlalu. Pada tahun pertama sejak mereka dipertemukan, Hawa melahirkan sepasang anak kembar, lelaki dan perempuan. Si lelaki dinamakan Qabil, yang perempuannya dinamakan Iqlima. Pada tahun berikutnya lahir lagi sepasang anak kembar, yaitu Habil dan Labuda. Nabi Adam dan Hawa berharap dari keempat anak pertamanya ini akan menurunkan anak cucu yang berkembang biak mengisi bumi Allah. Dibawah asuhan ayah ibunya yang penuh cinta kasih, tumbuhlah keempat anak itu dengan cepatnya. Nabi Adam dan Hawa tidak membeda-bedakan kasih sayang di antara anak-anaknya. Yang perempuan dididik sesuai dengan kodrat wanita yaitu menolong ibunya dan mengurus rumah tangga dan melakukan hal-hal yang menjadi tugas wanita. Sedangkan yang laki-laki mencari nafkah sesuai dengan bakat masing-masing, Habi berusaha dibidang peternakan.
Ketika menginjak usia dewasa Allah memberi petunjuk kepada Nabi Adam agar mengawinkan putra putrinya. Qabil dikawinkan dengan adik Habil yang bernama Labuda. Sedangkan Habil dikawinkan dengan adik Qabil yang bernama Iqlima. Inilah syariat yang telah ditentukan Allah. Cara ini disampaikan Nabi Adam kepada putra-putrinya. Namun Qabil menolaknya mentah-mentah. Ia tidak mau dikawinkan dengan Labuda yang berwajah jelek, tidak secantik adiknya sendiri yaitu Iqlima.
Rupanya Qabil telah termakan bujukan Iblis, ia lebih memperturutkan hawa nafsu dari pada akalnya. Ia tidak mau menerima syariat yang ditetapkan Nabi Adam. Nabi adam adalah ayah yang bijaksana. Ia terus menasihati Qabil agar menerima keputusan yang berasal dari Allah, namun Qabil tetap menolak. Akhirnya Adam memerintahkan kepada Qabil dan Habil mempersembahkan Qurban. Biarlah Allah sendiri yang akan menentukan masalah itu.
Maka dengan disaksikan seluruh anggota keluarga Adam, Qabil dan Habil mempersembahkan qurban diatas bukit. Qabil mempersembahkan hasil pertaniannya. Ia sengaja memilih hasil gandung dari jenis yang jelek. Sedangkan Habil mempersembahkan seekor kambing terbaik dan yang paling ia sayangi. Dengan berdebar-debar mereka menyaksikan dari jauh. Tak lama kemudian nampak api besar menyambar kambing persembahan Habil. Sedangkan gandum persembahan Qabil tetap utuh, berarti qurbannya tidak diterima.
Qabil sangat kecewa melihat kenyataan itu. Ia terpaksa menerima keputusan itu. Padahal hatinya tetap tidak mau menerimanya. Maka berlangsunglah perkawinan itu. Qabil dengan Labuda, Habil dengan Iqlima. Hari-hari berlalu. Iblis datang merasuki pikiran Qabil. Ia membisikkan, bahwa jika Qabil dapat membunuh Habil tentulah ia akan dapat mengawini Iqlima yang cantik, Hal ini terus menerus dilakukan oleh Iblis tanpa jemu dan bosan. Padahal dasarnya nafsu Qabil memang ingin memiliki Iqlima, maka iya turuti bisikan Iblis itu.
Pada suatu hari, ketika Habil mengembalakan ternaknya di tempat yang sepi. Jauh dari pemukiman Nabi Adam dan Hawa, tiba-tiba tanpa setahu Habil saudaranya itu memukul kepalanya dengan keras sekali. Maka matilah Habil. Inilah pembunuhan pertama atas umat manusia di bumi. Iblis tertawa kesenangan, ia sudah mempunyai teman. Setelah Habil mati, Qabil merasa kebingungan. Diguncang guncang tubuh saudaranya itu, tentu saja tidak mau bergerak. Lalu ia bawa kesana kemari. Ia benar-benar kacau, tak tahu harus dikemanakan mayat saudaranya itu. Ia merasa menyesal, air matanya berlinang.
Pada saat Qabil kebingungan, Allah memberikan ilham melalui burung gagak. Ada dua ekor burung gagak yang berebut hendak mematuk mayat Habil. Burung gagak itu bertarung. Salah seekor tewas dalam pertarungan itu. Lalu burung gagak yang masih hidup menggali tanah. Burung gagak yang mati ditarik kedalam tanah dan ditimbunnya.
Demikianlah, Habil meniru perbuatan burung gagak itu. Ia menggali tanah dan menguburkan mayat saudaranya, ia tetap merasa gelisah. Apa yang harus dikatannya kepada bapaknya yaitu Nabi Adam. Ia tidak berani pulang. Rasa bersalah membuatnya ketakutan sendiri. Lebih-lebih pada waktu itu iamelihat ayahnya dari atas bukit datang menghampiri. Qabil makin panik. Ia melarikan diri masuk hutan, mendaki gunung dan menuruni jurang.
Nabi Adam dan Hawa merasa sedih atas kejadian itu. Sebab beliau itu hanyalah manusia biasa yang mempunyai hati dan perasaan. Dan beliau pasrah kepada Allah dan menerimanya sebagai takdir dan kehendak-nya. Ia bermohon untuk diri dan keluarganya agar dikaruniai kesabaran dan ketegunan iman. Serta bertaubat, beristighfar mohon pengampunan Allah.
Selama beberapa tahun Ibu Hawa melahirkan puta-putri kembar. Sehingga anak turunannya demikian banyak. Maka berkembanglah anak manusia keturunan Nabi Adam. Setelah manusia berkembang demikian banyak, dan Nabi Adam meninggal dunia. Banyak umat manusia yang berpaling dari kebenaran. Untuk mengingatkan manusia dari kelalaian maka Allah mengutus Nabi Idris sebagai Nabi dan Rasul.

About

katir-paimo.blogspot.com adalah sebuah blog yang mengulas tentang perempuan, ini di karenakan seorang perempuan adalah sosok yang mempunyai banyak keistimewaan yang tidak di punyai oleh seorang lelaki, bahkan sampai ada kiasan yang berbunyi Surga Berada Di telapak Kaki perempuan khususnya berada ki kaki para ibu yang telah melahirkan kita semua, atau ada juga sebuah kiasan yang berbunyi baik buruknya sebuah negara itu semua tergantung dari baik buruknya seorang wanita juga, dan baginda Rosulullah juga menyuruh umatnya untuk menghormati para kaum perempuan bahkan sampai menyebutnya tiga kali umi, umi, umi. jadi betapa mulianya seorang perempuan baik di mata negara maupun agama.

Dan sebagai rasa kagum kepada kaum perempuan katir-paimo.blogspot.com mencoba untuk membuat sedikit tulisan baik saduran maupun kutipan tentang seorang perempuan sekaligus sebagai rambu-rambu jangan sampai terlena dengan keistimewaan-keistimewaan yang telah di anugerahkan oleh Tuhan Kepada kaum wanita.

Semoga semua informasi yang ada dalam katir-paimo.blogspot.com ini dapat menjadi sebuah investasi amal bagi para penulisnya, serta penggugah dan penyemangat untuk lebih baik bagi para penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Jikalau terdapat hal-hal yang kurang berkenan dalam hal penulisan, kami sangat mengharapkan bantuan dan koreksinya melalui email kami.

Dan jika ada yang mau dan berkeinginan untuk menjadi donatur sekaligus menjadi sponsor di blog katir-paimo.blogspot.com silahkan kirim email di: katir_paimo@yahoo.com

Jumat, 23 April 2010

Mengajarkan Aqidah Yang Benar


Keimanan (aqidah) adalah hal terpenting yang harus senantiasa diperhatikan oleh orangtua. Karena jika aqidah seseorang baik dan kuat maka segi-segi yang lainpun akan menjadi baik. Oleh karena itu kita harus menancapkan kepada keluarga kita tentang betapa pentingnya sebuah akidah untuk membentengi keluarga kita dari gerogotan-gerogotan syaitan yang senantiasa menjerumuskan keluarga kita. Sebagaiamana ketika Nabi mengadzani telinga Al Hasan Bin Ali seperti hadist yang teah diriwayatkan oleh Abi Rafi yang artinya:
Diriwayatkan oleh Abi Rafi‘ bahwa Nabi SAW mengazani telinga al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah ra. (HR Abu Daud, At-Tirmizy dengan sanad shahih).

Melihat dari hadist diatas bisa diambil kesimpulan bahwa begitu pentingnya mengajarkan kepada anak kita dengan akidah yang kuat. Sampai-sampai ketika ada anak yang baru lahirpun di haruskan untuk mendengarkan suara adzan. Alias kalimat-kalimat tauhid. Kalimat tauhid menjadi ilmu pertama yang didengar oleh bayi. Memang adzan memiliki keistimewaan tersendiri, yakni bila dibacakan, akan membuat setan lari.


Tidak ada jalan lain untuk menghindar bahkan menyingkirkan pengaruh negatif dari hal-hal yang disebut diatas adalah mendalami, memahami dan mengaplikasikan Aqidah yang shahih agar hidup kita yang sekali dapat berjalan sesuai kehendak Sang Khalik demi kebahagiaan dunia dan akherat, di dalam Al-Qur’a pun Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa' 69 yang artinya :
Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."

Dan juga dalam Surah An-Nahl 97 yang artinya :
Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Sesungguhnya agama islam adalah aqidah dan syariíah. Adapun yang dimaksud dengan aqidah, yaitu setiap perkara yang dibenarkan oleh jiwa dan dengan hati menjadi tentram serta menajdi keyakinan bagi para pemeluknya , tidak ada keraguan dan kebimbangan bagi pemeluknya .

Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu kebajikan , akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, Malaikat- Malaikat , Kitab- Kitab dan Nabi- Nabi . (Al Baqoroh :177)

Nah pengamalan ajaran seperti inilah yang akan bisa mengantarkan manusia itu menjadi orang yang benar-benar beriman dan bertaqwa, yaitu suatu sebutan yang paling mulia di sisi Allah Swt. Dengan kata lain, iman dan taqwa sebagai dasar akidah sebagai kunci kesuksesan hidup dunia dan akhirat. Dalam sikap ini terkandung gaya hidup yang islami, patuh, ikhlas.tawadhu’, ulet dalam berusaha, sabar dsb. Dan jelas akan selalu mengutamakan hak Allah dari pada segala-galanya.

Kamis, 22 April 2010

MENJAGA DIRI DAN KELUARGA (Menjadikan Keluarga Sakinah)


Hidup dan kehidupan kita adalah amanah yang akan kita pertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah, sebagaimana penciptaan kita dan seluruh makhluk-Nya yang penuh makna dan nilai ( tidak sia-sia ) ketika diciptakan oleh Allah di muka bumi ini. Maka hal yang kita lakukan adalah berusaha menepati amanah Allah dengan senantiasa terus berusaha mencintai kebaikan dan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kesungguhan atau mujahadah adalah hal mutlak yang kita butuhkan, sebagaimana ketika kita menginginkan sesuatu dalam kehidupan duniawi kita, apabila kita menginginkan kebaikan kehidupan di dunia dan akhirat. Maka menjaga diri, kemudian keluarga dari hal-hal yang dapat menjerumuskan kita ke dalam api neraka menjadi suatu hal yang niscaya untuk kita perhatikan bersama. Karena ketika seseorang dapat menjaga dirinya dengan baik, maka dia akan selalu berada di dalam hidayah Allah sehingga tidak akan ada yang dapat memberikan mudharat kepadanya. Sebagaimana firman Allah :
Hai orang-orang yang beriman,jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat ke padamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” , Q.S. Al-Maa`idah/5: 105.

Begitu pula dengan keluarga, yang di dalam bahasa Arab disebut usroh, secara harfiyah berarti ad-dir`u al-hashinah, yaitu benteng yang kuat. Keluarga memang suatu benteng yang kuat yang menjadi pertahanan manusia dari berbagai gangguan yang dihadapinya dalam kehidupan sosial, seperti kriminal, material, seksual, dan sebagainya. Keluarga juga dapat membentengi dan melindungi sekaligus menyelesaikan problem kemanusiaan dari waktu ke waktu. Sehingga upaya dan ikhtiar maksimal untuk menjadikan rumah kita sebagai syurga kecil kita (baiti jannati) harus terus kita upayakan.Allah SWT berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai (perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”, Q.S. A-Tahrim/66: 6

Rasulullah SAW bersabda di dalam salah satu hadits be liau :
Takutlah kamu ( Aisyah ) terhadap api neraka meskipun hanya bisa bersedekah dengan sebutir kurma”

Di antara penjelasan tafsir fi Zhilaalil Qur`annya Sayyid Qutb tentang surat at-Tahrim ayat 6 ini adalah bahwa setiap mukmin diwajibkan untuk memberikan petunjuk kepada keluarganya dan memperbaiki seluruh anggota keluarganya,sebagaimana ia diwajibkan terlebih dahulu memperbaiki dirinya. Islam adalah suatu agama yang mengatur keluarga, maka ia mengatur kehidupan berumah tangga. Rumah tangga yang Islami akan menjadi dasar terbentuknya masyarakat yang Islami. Seorang ibu harus memiliki pribadi dan prilaku Islami sebagaimana pula seorang ayah harus memiliki pribadi dan prilaku Islami sehingga mereka dapat mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah.

Keluarga biasanya merupakan pihak yang paling banyak diabaikan hak-haknya. Dalam membangun keluarga yang dilandasi taqwa, seorang Muslim harus memandangnya sebagai ibadah kepada Allah dan hanya mengharap keridhaan dan pahala dari Allah SWT. Untuk itu, kedua belah pihak, antara suami dan istri, harus mengetahui dan memahami seluruh persoalan yang berkaitan dengan kehidupan suami istri, baik ajaran-ajaran atau tata krama Islam, ataupun yang menyangkut hak-hak dan kewajiban suami istri dan harus bersungguh-sungguh melaksanakan tugas dan kewajiban masing-masing, sehingga bangunan keluarga muslim yang dapat memberi teladan benar-benar terwujud.

Hak seorang istri adalah kewajiban sang suami dan sebaliknya kewajiban istri merupakan hak suami. Keseimbangan dalam memenuhi hak dan kewajiban diantara keduanya akan menjaga kelangsungan dan keharmonisan keluarga.

Selasa, 20 April 2010

Jauhkanlah Keluargamu Dari Api Neraka


“Wahai orang-orang yang beriman,jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu”.(At-Tahrim : 6)
Menjaga keluarga dari siksa api neraka adalah wajib hukumnya, sebagaimana disampaikan Alloh dalam firman-Nya di atas. Yang menjadi pertanyaan barangkali bagaimana caranya kita melakukannya, tidak lain adalah dengan ilmu. Ilmu dapat membimbing, menuntun kita kepada jalan yang semestinya kita lalui, dengan ilmu kita terbimbing kepada tujuan yang kita harapkan yaitu Jannah. Ilmu bak cahaya dikegelapan malam. Maka tidak heran kalau Allah dan Rosulnya menyanjung orang-orang yang berilmu di dalam firman-Nya dan sabda nya.

Untuk memenuhi kebutuhan ini mestinya kita mengajarkan kepada keluarga kita akan ilmu. Karena itu, adh-Dhahhak dan Muqatil menafsirkan ayat tersebut diatas,“Wajib bagi setiap muslim, mengajarkan keluarganya, kerabat dan hamba sahayanya akan apa yang diwajibkan oleh Allah atas mereka, dan apa yang dilarang-Nya.”Hal senada dikatakan oleh At-Tha bari, “Hendaknya kita mengajari anak-anak dan keluarga kita masalah agama dan kebaikan, serta apa-apa yang penting dan dibutuhkan dalam persoalan adab dan akhlak.”

Oleh karena itu pentingnya menjaga diri sendiri dan keluarga dengan cara mengajari anak kita tentang akidah yang benar. Karena anak adalah masa depan dari kita, apabila anak kita mempunyai akhlak yang baik maka baik pula nama keluarganya. Namun jika mempunyai anak yang berperilaku buruk maka buruk pulalah nama keluarga kita. Dan mendidik anak kita dengan pendidikan yang tepat menurut kepercayaan dan keyakinan kita, karena yang bertanggung jawab dan berhak atas Pendidikan anak adalah orang tua. Karena tergantung orang tua juga untuk menjadikan anaknya sebagai Mukmin, Yahudi, Nasrani atau Majusi. kemudian menjaga peragaulan anak kita supaya tetep masih berjalan sesuai dengan kaidah yang berlaku dan tidak tergilas dengan perilaku yang menyimpang. Kemudian berilah contoh akhlak yang terpuji. Keteladanan merupakan faktor penting dalam menjaga keluarga kita dari sebuah kehancuran. Baik atau buruknya akhlak seorang anak sangat tergantung dari keteladanan yang diberikan oleh orang tua. Kemudian menumbuhkan nilai-nilai ketaqwaan kepada Allah. Bertaqwa kepada Allah adalah awal dari segalanya. Semakin tebal ketaqwaan seseorang kepada Allah, maka semakin kuatlah kita membentengi keluarga kita dari kehancuran dan api neraka. Karena Allah SWT menginginkan manusia agar bertaqwa dengan sebenar-benarnya.

Dan semoga kita selalu mendapatkan bimbingan dari Allah dan dijauhkan dari kehancuran yang pada akhirnya kita selamat dari api neraka.

Senin, 19 April 2010

PERSELISIHAN TENTANG SUARA WANITA


Menurut pendapat ulama’ Dr Yusuf Qardhawi dalam bukunya Fatwa-fatwa Kontemporari,suara wanita bukanlah termasuk aurat. Malah beliau kesal dengan tindakan segelintir umat yang merendahkan kaum wanita dengan cara mengurangi haknya serta mengharamkannya dari apa-apa yang telah ditetapkan syara’. Menurut beliau lagi golongan ini juga mengatakan suara wanita itu aurat, kerena nya tidak boleh wanita berkata-kata kepada lelaki selain suami atau mahramnya.Sebab,suara dengan tabiatnya yang merdu dapat menimbulkan fitnah dan membangkitkan syahwat. Namun,jelas Dr.Yusuf,apabila golongan ini ditanya dalil yang dapat dijadikan sandaran, mereka gagal memukakannya.

Berikut adalah petikan daripada hujah Dr.Yusuf Qardhawi dalam buku Fatwa-Fatwa Kontemporari :
"Apakah mereka tidak tahu bahwa Al-Quran membolehkan lelaki bertanya kepada isteri-isteri Nabi SAW dari balik tabir? Bukankah isteri-isteri Nabi itu mendapat tugas dan tanggungjawab lebih berat isteri-isteri yang lain sehingga ada beberapa perkara yang diharamkan keatas mereka yang tidak diharamkan kepada selain mereka? Namun demikian Allah berfirman :
"Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri nabi), maka mintalah dari bela kang tabir…" (surah al Ahzab: 53)

Permintaan atau pertanyaan (dari para sahabat) itu sudah tentu memerlukan jawapan dari Ummahatul Muslimin.Mereka biasa memberi fatwa kepada orang yang meminta fatwa kepada mereka, dan mereka meriwayatkan hadis bagi orang-orang yang ingin mengambil hadits mereka…
Selanjutnya, Al-Quran juga menceritakan kepada kita percakapan yang terjadi antara Nabi Sulaiman dan Ratu Saba, serta percakapan sang Ratu dengan kaumnya yang laki-laki.Begitu pula peraturan (syariat) bagi nabi-nabi sebelum kita menjadi peraturan kita selama peraturan kita tidak menghapuskannnya sebagaimana pendapat terpilih..
Walau bagimanapun,Dr Yusuf Qardhawi turut menjelaskan perkara yang dilarang berkaitan suara wanita ini seperti petikan di bawah:
Yang dilarang bagi wanita ialah melunakkan pembicaraan untuk menarik laki-laki, yang oleh Al-Quran distilahkan dengan al-khudhu bil qaul (tunduk/ lunak/ memikat dalam berbicara), sebagimana disebutkan dalam firman Allah :
"Hai isteri-isteri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita lain, jika kamu bertakwa.Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit hatinya,dan ucapkanlah perkataan yang baik." (al Ahzab:32)
Dr. Yusof al-Qardhawi dalam Fatwa Muasirah memetik satu dalil. Yang perlu diperjelaskan di sini adalah suara ka um Hawa itu boleh jatuh kepada bagian-bagian aib (aurat) jika bersabit dengan beberapa perkara, antaranya ialah:
Bercakap antara kaum Adam dan Hawa yang bukan muhrim akan perkara yang sia-sia, mengajak kepada perkara maksiat serta melalaikan
Sesungguhnya suara wanita bukanlah aurat kecuali ketika dia menyanyi. Maka pada saat itu suaranya aurat [Imam al-Ghazali]
Syeikh Atiyah juga memetik beberapa pendapat ulama terdahulu mengenai perkara ini.Al-Qurtubi berkata, suara wanita ketika berkata-kata bukanlah termasuk aurat, kecuali ketika dia menyanyi, maka pada saat itu suaranya aurat.
Seperti yang telah diperjelaskan di atas,suara wanita tidak jatuh kepada (bagian-bagian aib) aurat wanita selagi berpegang kepada perkara-perkara berikut :
Kaum Adam dibolehkan bercakap atau berdialog dengan kaum Hawa dengan suatu hajat yang perlu saja
Kaum Hawa tidak boleh bermanja-manja, memerdukan, melembut-lembutkan suaranya pada saat bercakap dengan lelaki yang bukan muhrimnya kerena itu bisa menimbulkan nafsu berahi dan fitnah orang
Wanita tidak boleh mengeluarkan suara sewenang-wenang; tidak disyariat kepada wanita untuk azan bagi mendirikan sembahyang, kecuali di kalangan mereka sendiri
Apabila seorang wanita ingin menegur kesalahan yang dilakukan imam dalam sembahyang tidak boleh dengan melafazkan tasbih seperti yang dilakukan oleh lelaki tetapi cukup dengan menepuk tangannya saja
Kaum Hawa juga tidak boleh membaca nyaring dalam bacaan solat
Di antara fitnah dalam suara wanita ialah hilai ketawa, suara yang nyaring, nyanyian yang bertujuan menggoda dan melalaikan. Ia dilarang bagi menjaga martabat sebagai seorang wanita
Wanita yang ingin mempelajari Al-Quran secara berlagu tidaklah dilarang. Imam Nawawi menyebut didalam ki tabnya Riadhus Salihin mengenai galakan belajar Al-Qur’an berlagu.
Dari Abu Hurairah katanya,Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
“Allah tidak senang mendengar sesuatu selain daripada mendengar seseorang yang sedang melagukan bacaan al-Quran dengan suara lantang dan merdu” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Abbas juga menyatakan,Rasulullah SAW bersabda bermaksud:
Barangsiapa yang tidak suka berlagu (mengelokkan bacaan) Al-Quran maka dianya bukanlah daripada golonganku” [Riwayat Abu Daud]
Secara ringkasnya,suara wanita bukanlah aurat selama perkataannya masih berada di dalam batas-batas hukum agama dan tidak pula bertujuan mempengaruhi orang lain akan perkara-perkara yang sia-sia dan maksiat dengan kemanjaan dan kemerduan suaranya.

Minggu, 18 April 2010

Pakain Bukan Sekedar Simbol


Dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita solehah. ”
Rosulullah saja menggambarkan kalau wanita itu sebaik-baiknya perhiasan Dunia. Akan tetapi bagaimana kalau wanitanya tidak bisa jaga kehormatannya, menjaga keimanannya dan menjaga cintanya pada Allah menjadi satu-satunya cinta yang lebih tinggi dibanding cinta yang lainnya. Jelas nya, dengan mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah, itulah salah satu jalan utama menuju pribadi muslimah, yaitu pribadi yang mulia dihadapan manusia dan dihadapan Allah.Terus, busana juga bisa mengendalikan perilaku. Sebab, ketika kamu pakai sarung dan baju koko, maka pantesnya kamu menjaga tingkah lakumu. Jadi kalau pas penampilan kamu begitu, pastinya harus malu kalau kamu main gaple or joget dangdutan di pesta kawinan tetangga kamu. Termasuk para remaja putri bisa menjaga diri. Tidak pantes rasanya kalau sudah pakai jilbab dan busana muslim, tapi ngomongnya sering nyakitin ati teman kamu.

Lalu, busana juga ternyata bisa berfungsi emosional. Zaman kampanye pemilu dulu, ketika kamu pake kaos partai pujaan kamu, kamu bangga banget. Ketika konvoi bareng satu kelompok dengan kaos yang sama, terasa lebih terlibat secara emosi. Begitupun ketika kamu tampil dengan kostum bak pejuang intifadha, rasanya seperti sedang berada di medan tempur melawan Israel. Jadi jelas busana dan aksesoris itu bisa berfungsi sebagai emosi.

Busana adalah juga simbol identitas. Simbol pembeda antara yang benar dan salah. Memakai busana muslimah sekaligus merupakan simbol mental baja pemakainya. Bagaimana tidak, dalam kondisi masyarakat yang rusak binti amburadul ini masih ada orang yang berani tampil dan bangga dengan jilbab. Maklum saja, jaman sekarang ini jaman amburadul. Padahal pabrik tekstil banyak, tapi aneh bin ajaib para wanita lebih senang berpakaian irit bahan. Termasuk yang rada kacau adalah tren kudung gaul ini. Mereka masih malu untuk menyampaikan pesan Islam yang tegas dan benar. Masih percaya mode ketimbang syariat. Barangkali cukup merasa sudah ber-Islam meski dengan simbolnya yang “minim” itu.

Seharusnya, di tengah kondisi masyarakat yang memuja kebebasan, di dalam arena kehidupan yang kusut bin suram ini pemakai busana muslimah adalah orang-orang yang bersemangat pantang menyerah. Ia tak gentar melawan kemunafikan, mereka tak takut melawan arus, berani tampil beda dalam kebenaran. Inilah jilbab. Inilah identitas muslimah. Inilah perjuangan mereka melawan hegemoni budaya tak beradab. Seharusnya, jadikan citra jilbab dan pakain muslimah dalam perspesi sosial umum sebagai kebaikan; sopan, ramah, kalem, tahu agama, alim dan sebagainya. Jadi, seperti kata Kefgen dan Touchie-Specht, bahwa busana adalah “menyampaikan pesan”. Kamu menerima pesan di balik busana orang, kemudian merespon sesuai persepsi sosial kamu.

Wanita adalah salah satu bukti kebesaran Allah SWT, di antara berjuta-juta bukti yang lainnya. Bagaimana tidak, makhluk indah yang sering juga disebut dengan istilah perempuan atau betina (yang ini khusus untuk binatang) selalu menjadi bahan pembicaraan yang menarik, selalu di anggap sebagai sumber inspirasi seniman baik bagi seorang pelukis, penari sampai seorang sastrawan dan yang lebih unik lagi wanita selalu menyuburkan rasa iri yang memang sudah menjadi sifat manusia yang sangat manusiawi.

Sedangkan lebih banyak dari mereka lebih bangga ketika semua auratnya disapu mata oleh semua orang dan dinikmati oleh sembarang orang. Pakaian yang seharusnya menutup aurat dan melindungi mereka telah kehilangan makna hakikinya. Mereka jauh lebih merasa bangga ketika mereka mampu membuat dirinya sebagai orang yang paling diperhatikan dengan busananya yang serba bebas. Bebas memperlihatkan tubuh mereka dalam balutan busana serba minim, tanpa rasa malu ditonjolkan bentuk liku tubuh mereka, diketatkan semua pakaian mereka, diperluas daerah areal pameran punggung, meruncingkan kerah belahan dada, menggunting lengan ketiaknya, menceraikan rok dari dengkulnya, memakai berbagai parfum yang begitu menggoda ketika mereka berjalan ditempat umum, bahkan mereka sengaja menarik perhatian dengan senyum manis dan suara lembut mereka.

Sementara modernisasi, emansipasi, karier, adalah jati diri citra perempuan yang diagungkan bahkan didewakan. Dan Islam dipandang tidak lebih sepengrangkat aturan penghambat pemacu gerak pembangunan yang meng klaim tanpa mampu memberikan sumbangsih pemikiran. Batasan-batasan irrasionil selalu di permasalahkan, seni keindahan naluriah kewanitaan dimatikan. Ruang gerak aktivitas wanita dikuburkan, bahkan sampai bernapaspun terasa sesak dihembuskan.

Intinya memonumenkan wanita sebagai ibu rumah tangga yang fungsinya tidak lebih sebagai pemuas suami dan melahirkan anak hingga luntur kecantikan mereka. Namun dari semua itu mereka tidak berfikir bahwa sebenarnya dengan daya pesona mereka. Mereka dengan se ngaja membiarkan ayahnya lebih menikmati kecantikan te man mereka bahkan mungkin dengan sengaja membiar kan ibu dari mereka dimadu karena ayahnya terhanyut oleh pesona kecantikan temannya. Membiarkan kakak perempuannya kecewa dengan suaminya, bahkan dengan sengaja membiarkan suami mereka sendiri berpaling darinya kepada perempuan yang lebih cantik, sedang kecantikan pada dirinya telah hilang karena usianya. Serta membiarkan diri mereka terlaknat karena telah melalaikan perintah sebagai seorang muslim.

Padahal kalau saja mereka tahu sejak awal kelahiran Islam, Islam telah memberikan kedudukan yang tinggi kepada perempuan. Terlihat betapa banyaknya ayat Al-Quran yang menunjukkan pentingnya ke dudukan perempuan. Bahkan salah satu surat dalam Al-Quran, tersebut “An-Nisa”, yang artinya wanita. Apalagi jika dikaji dari pribadi Rosulullah SAW yang termaktub dalam puluhan hadistnya, beliau memproklamirkan tiada satu perhiasan dunia yang paling mulia melainkan dalam seorang perempuan shaleha. Bukan yang paling cantik seperti kontes pemilihan ratu sejagat ataupun kecantikan karena exploitasi seluruh aurat dari padanya.

Dan sebagaimana nikmat Allah SWT yang tak terbilang, sedemikian pulalah cinta kasih Islam kepada perempuan. Bukan halnya dengan mereka yang mengatas namakan modernisasi dan emansipasi, yang hanya mengagungkan serta mendewakan popularitas kecantikan dan karier mereka. Bahkan tidak sedikit dari mereka beranggapan “apalah arti sebuah keperawanan?” kalau mereka bisa mendapat sebuah ketenaran. Padahal Islam sangat mengharamkan kehormatan seorang perempuan bagi siapa pun, tanpa kalimat Allah Yang Agung dan mulia yang dilantunkan dalam sebuah akad nikah.

Rabu, 14 April 2010

WANITA DAN KECANTIKAN DUNIA AKHIRAT


Kecantikan adalah sebuah hal yang secara alami ada pada diri setiap wanita. yakinlah, tak ada istilah wanita berparas buruk. Bila ada yang mempunyai pendapat seperti ini, sungguh pada saat yang sama ia telah menghina Allah SWT yang menciptakan paras tersebut. Cantik atau jelek itu semua masalah selera. yang dianggap paras kurang cantik bagi orang Asia, eh ternyata digandrungi sama orang bule di daratan Eropa sana.

Terlepas dari itu semua, kecantikan yang ada pada diri seorang muslimah harus di jaga sebagai bentuk amanah kita pada Sang Pencipta. Menjaga kecantikan tidak harus ke salon tiap hari. Merawat kecantikan tidak harus juga luluran merata ke seluruh tubuh biar mulus, mandi berjam-jam karena harus memakai berbagai macam krim untuk tubuh, menikur and pedikur atau apa pun namanya, yang jelas itu semua hanya menghamburkan uang dan waktu.

Jangan ampai karena pedulinya sama kecantikan sehingga membuat sebagian besar waktu dan uang habis untuk hal ini saja. Merawat kecantikan yang ideal itu sebetulnya adalah ketika tubuh kita bisa beraktivitas secara maksimal karena sehat. Dan seperti apa kecantikan seorang muslimah itu ? Sebagaimana syair berikut ini :

"Kecantikanmu bersinar melebihi terangnya mentari,
akhlak mu semerbak melebihi harumnya kasturi
tawadhumu indah melebihi cahaya bulan purnama
dan kasih sayangmu membawa ketenangan
melebihi curahan hujan.
Peliharalah kecantikanmu dengan keimanan,
keridhaan, sifat qana’ah, sifat iffah (menjaga diri dan kehormatan) dan busana muslimah.
Ketahuilah, perhiasanmu bukan emas, perak dan berlian. Tetapi, beberapa rakaat menjelang sahur,
rasa dahaga di siang hari saat puasa
mencari ridha Allah,
sedekah tersembunyi yang tidak diketahui,
kecuali oleh Allah,
air mata hangat yang membasuh dosa,
sujud panjang di atas permaidani penghambaan
kepada Allah,
serta rasa malu kepada Allah saat muncul kehendak jahat dan bisikan setan.
Kenakan pakaian takwa, tentu engkau menjadi
wanita tercantik di dunia,
meski pakaian tertambal. Pakailah baju luar yang sopan, tentu engkau menjadi wanita terindah di alam,
meski engkau tidak beralas kaki.
Jauhi kehidupan wanita-wanita durjana, kafir, penggoda, membuka aurat, dan menjajakan kehormatannya kerana mereka semua adalah bahan bakar neraka Jahannam.
Sebagaimana Firman Allah SWT :
“Tidak ada yang masuk kedalamnya kecuali orang yang paling celaka.” (Al-Lail:15)

Oleh karena itu kecantikan itu bagimanapun bentuknya, standarnya harus Islami. Percuma juga cantik kalau ternyata tidak bisa membaca Al-Qur’an. Percuma juga kulit mulus kalau ternyata tidak shalat. Karena ternyata hakiki itu adalah gabungan dari kecerdasan otak dan akhlak yang yang baik yang nantinya memancar pada sikap dan perilaku seseorang sebagai bukti ketaatan pada hukum syara’ yang telah ditetapkan aturannya oleh Allah SWT.

ENAKNYA JADI SEORANG WANITA


Kita berbicara tentang jenis kelamin sebagai bagian dari pilihan yang tidak bisa diganggu gugat karena sebagian dari kita memiliki kecenderungan untuk menganak emaskan anak laki-laki daripada anak wanita sehingga anak wanita sampai dewasa mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya. Perlakuan yang berbeda dalam keluarga menjadi akumulasi yang besar dalam masyarakat yang memandang sebelah mata keberadaan wanita.

Kita tentu ingat dengan kisah Umar bin Khattab yang saat masih jahiliyah mengubur hidup-hidup anak wanitanya karena merasa malu dengan kehadirannya. Logika sederha nanya adalah apabila disaat wanita menjadi anak-anak kecil yang lucu saja mereka berani berlaku sewenang-wenang maka bagaimana ketika wanita menjadi seorang dewasa yang hidup dengan identitasnya sebagai manusia seutuhnya dan mandiri.

Ada tradisi dari orang-orang jahiliyah, bahwa kebencian mereka pada wanita diwujudkan dengan penghinaan mereka kepada Allah yang telah menganugerahkan anak wanita dalam kehidupan mereka dengan menciptakan stigma bahwa Allah memiliki anak wanita. Bahkan untuk menunjukkan betapa menjijikkan perbuatan mereka, Al-Qur’ an membuat kecaman dengan susunan kata yang pedas.
“Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya. karena dosa apakah dia di bunuh. ” (QS. At-Takwir:8-9)

Padahal apabila kita melihat kembali sejarah, maka kita melihat bahwa sebagian sangkaan manusia yang menganggap memiliki anak wanita bahkan merawatnya hingga dewasa adalah kehinaan adalah tidak benar. Allah telah memberikan contoh nyata sebagaimana kisah isteri Imran yang mengandung anak wanita yang diberi nama Maryam yang kelak melahirkan nabi Isa A. S.
“(Ingatlah), ketika isteri Imran berkata, ”Ya Tuhan kusesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Maka ketika melahirkan, dia berkata, ”Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan. ”Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidaklah sama dengan perempuan. ”Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohom perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (ganguan) setan yang terkutuk. Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik…” (QS. Ali Imran:35-37)

Kita mengetahui bagaimana kedudukan dan derajat Maryam di sisi Allah sebagaimana yang telah diabadikan oleh Al-Qur’an.
“Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, ”Wa hai Maryam!Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu). ”(QS. Ali Imran:42)

Rasulullah SAW pun menegaskan kembali tentang kedudukan Maryam di surga dengan hadist yang diriwayatkan oleh Baihaqi.
“Sebaik-baiknya perempuan muslimah surga adalah Khadijah, Fatimah, Maryam, dan Asiyah. ” (H. R Baihaqi)

Dari kisah tentang kehidupan Maryam, kita dapat mengambil pelajaran bahwa menjadi wanita adalah bukanlah sebuah aib bagi keluarga dan kekurangan bahkan dengan takdir terlahir sebagai wanita bisa saja ada banyak hikmah yang dapat diraih sebagaimana awal perasaan isteri Imran yang mengetahui bahwa ia melahirkan anak wanita yang ternyata memberikan kemulyaan yang tinggi bagi keluarga Imran seperti yang telah dijanjikan oleh Allah kepadanya bahkan namanya diabadikan menjadi nama sebuah surat dalam Al-Qur’an.
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (pada masa masing-ma sing). ” (Ali Imran:33)

PROSES TERJADINYA ANAK


Untuk menjadi sosok seorang wanita, dengan jenis kelamin tertentu, seperti adanya rahim dan kalenjar-kalenjar yang secara fisiologis berbeda dari laki-laki, merupakan kodrat. Karena jenis kelamin adalah penciptaan saat berada dirahim, tidak ada seorangpun di dunia yang bisa menolak pilihan penciptaan ini. Sama seperti penciptaan seseorang dari ras, suku, dan keluarga tertentu, yang merupakan penciptaan dan pemberian, bukan pilihan seseorang. Penciptaan ini harus disyukuri, sebagai amanah dari Allah swt. Dalam mengarungi kehidupan didunia.

Menjadi wanita atau laki-laki adalah benar-benar sepenuhnya menjadi hak Allah. Tidak seorangpun yang mampu untuk menentukan atau memilih untuk menjadi wanita atau laki-laki. Walaupun dunia kedokteran berusaha mencipta kan cara yang dianggap dapat membantu pasangan suami istri untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu namun tingkat keberhasilannya sebenarnya tergantung kepada keputusan Allah.

Secara teori jenis kelamin anak ditentukan oleh komponen genetis yang ada dalam sel telur wanita dan sperma laki-laki. Sel tersebut dikenal dengan nama DNA (De sexy ribo nucleic acid) yang bebentuk deretan rantai panjang yang terpilih satu sama lain dan memiliki bentuk spiral ber ganda. Setiap spiral yang ada dalam susunan DNA disebut sebagai gen-gen dan mengandung sifat keturunan seperti jenis kelamin.

Pada saat terjadi pembuahan, sel telur dan sel sperma bergabung yang kemudian menjadi janin. Dari pengabungan inilah muncul satu sel baru yang disebut zigot yang terdiri dari 46 kromosom atau 23 pasang kromo som. Pada sel ibu rumus kromosom adalah 22 AA + XX sedangkan pada sel ayah dengan rumus 22 AA + XY. Kromosom XX dan XY inilah yang menentukan jenis kelamin anak.

Sel telur ibu yang menjadi sel benih akan membelah diri sehingga terbentuk rumusan baru yaitu 22 A + X seda ngkan pada sel ayah menjadi dua jenis sperma yaitu sel sperma dengan rumus 22 A + X dan sel sperma den gan rumus 22 A + Y. Apabila dalam proses pembuahan terjadi pengabungan antara sel telur dengan sel sperma dengan rumus 22 A + X maka janin akan memiliki susunan kro mosam 22A + XX yang berarti jenis kelamin janin adalah wanita. Sedangkan apabila dari pengabungan tersebut terdapat rumusan 22 A + XY maka janin tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Tentang pemberian anak laki-laki atau anak wanita, Allah sendiri telah menjelaskan bahwa perkara ini adalah menjadi sepenuhnya hak Allah. Manusia hanya bisa berusaha sedangkan hasilnya ditangan Allah.
“Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang dikehendakinya, memberikan anak perempuan kepada siapa yg Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui dan Maha kuasa” (QS. As-Syura:49:50)

MAKNA MENJADI WANITA (Bidadari-Bidadari Surga Turun Di Dunia)


Ketika kita berbicara tentang wanita, maka sesungguhnya kita tengah berbicara mengenai sebuah kedalaman ilmu yang sepertinya entah seberapa dalamnya sehingga tidak pernah ha bis-habisnya dibicarakan dan dimaknai baik oleh wanita itu sendiri atau orang-orang yang menginginkan manfaat dari mengetahui seluk beluk dunia wanita. Di balik semua kekaguman dan mungkin celaan terhadap wanita, terdapat muara yang membuat wanita mempunyai tempat tersendiri dalam sejarah. Bahwa kehidupan wanita sesungguhnya mengalir pada dua muara, yaitu surga dan neraka.

Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengisahkan tentang bidadari-bidadari surga. Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihatkan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan cinta dan umurnya sebaya. Siapakah yang orang yang beruntung mendapatkannya? Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena berjihad dijalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas mem bela agama Allah.

Sebagian kita mungkin berfikir, kapan kita berjumpa dengan bidadari-bidadari itu, apakah ia akan kita miliki, adakah ia sedikit diantara mereka mendiami bumi sekarang ini? Bidadari-bidadari itu telah turun ke bumi. Semenjak Islam mulai ba ngkit lagi di bumi ini. Bidadari-bidadari itu menghias diri setiap hari. Dia berwujud manusia yang berhati lembut, menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Seperti apakah bidadari bumi itu? Bisakah kita mengikuti langkahnya, apakah dia anak, adik, keponakan perempuan atau apakah ia istri dan ibu kita, atau ia hanya berupa angan yang sebenarnya bisa kita realisasikan, tapi syetan kuat menahan?

Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Setiap perempuan bisa menjadi bidadari bumi, seperti apakah ciri-cirinya?
Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syariat Allah.
Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya.
Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi perketi yang mulia. Tidak hobi berdusta dan bergunjing.
Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa mendoakan orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi keduanya.
Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangakan, bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada didekatnya. Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi ? Ia melayani suaminya dengan baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi suaminya untuk berjuang membela agama Allah.

Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu, bersikap sederhana. Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti belajar untuk bekal hidupnya.

Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdianya kepada masyarakat dan agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan dengan hartanya. "Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah". (HR Muslim)

Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholehah yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini. Karena jiwa dan akhlaknya yang menghiasi dirinya.

PENGARUH FILM DALAM KEHIDUPAN MANUSIA


Selain demam musik, biasanya wanita-wanita yang mengaku modern pasti juga menyukai sesuatu yang ditonton alias sebangsa film.Hampir setiap malam mereka mengantri dan berjubel memadati bioskop-bioskop hanya untuk nonton di bioskop. Apalagi kalau malam minggu, mereka biasa pergi ke bioskop bersama sang pacar atau yang masih berstatus gebetan, mereka lebih suka menonton film-film dari pada belajar di rumah bahkan sampai lupa akan waktu shalat ataupun dzikir malam.

Tidak hanya remaja, wanita yang sudah berstatus sebagai ibu-ibu pun juga lebih suka mengadakan kumpul-kumpul atau semacam reuni/ arisan dengan makan-makan, ngerumpi, dan bahkan menghabiskan waktunya dengan melihat film andalan ibu-ibu di bioskop atau di VCD.Sehingga lupa akan ke wajibannya sebagai istri dirumah.

Wanita zaman sekarang yang lebih suka bernyanyi dari pada mengaji. Mereka lebih suka nongkrong di diskotik dan arena konser musik daripada mendatangi tempat pengajian atau shalat jama'ah di masjid. Para wanita sekarang seolah semakin jauh dari agama, semakin jauh dari Allah dan Rasul-Nya.

Kalau sudah senang membahas tentang film apalagi aktor/artis yang ada dalam film tersebut dan vokalis band yang sekarang banyak digilai kaum hawa baik dari kalangan muda atau tua, mereka bakal tidak sadar kalau waktunya sudah terbuang percuma dan yang pasti mulut sudah berbusa. Coba film yang berbau dengan kepedulian sosial dan religius. Pasti penontonnya bakal sepi dan bioskopnya mending ditutup karena yang punya bioskop dapat kerugian.

Emang sich film itu sekarang tidak cuma bisa dinikmati di bioskop karena sekarang sudah banyak pula VCD baja kan yang bisa mereka sewa di toko-toko kaset. Nah kan ada lagi dampak dari film yang membuat orang menghalalkan segala cara demi meraih untung. Ada yang membuat bajakan dari film yang lagi banyak penontonnya itu.

Film-film nasional yang banyak memberi pesan moral malah tidak ada peminatnya sama sekali.Tapi sebenarnya kebanyakan nonton fillm itu tidak bakal membuat kita tambah gimana-gimana kok. Adanya malah, kalau menjalani hidup kita adanya kita hanya menyamakan jalannya kehidupan kita itu dengan yang ada di film. Tidak baik kalau kita melihat sesuatu yang tidak nyata atau yang cuma dibuat-buat (fiktif). Kalau kita tidak pinter-pinter milih tontonan, kita juga bisa-bisa terjebak dalam kesesatan.

Diistilah perfilman ada juga istilah 'blue film'.Katanya biasanya filmnya itu gambarnya pada biru semua. Loh apa Tv nya tidak rusak? Kok yang muncul dilayar cuma gambar biru aja?
Jelas tidak begitu...Yang dimaksud dengan film biru atau blue film itu sebenarnya hasil jiplakan dari luar negeri atau negara barat yang secara terang-terangan mengumbar gambar bahkan adegan yang semestinya tidak dipertontonkan pada masyarakat umum.Yang kayak gini juga yang bisa merusak kodrat wanita yang bisa-bisa terpenga ruh dengan tontonan yang tidak mendidik itu.
Tontonan yang bersifat porno dapat mendatangkan kenik matan dan merangsang keinginan sexual.Kemudian mere ka akan berusaha mencari peluang untuk melampiaskan nya secara sendiri atau berkelompok.Mungkin secara su ka sama suka atau lewat perkosaan.Memang pengaruh pergaulan yang negatif sangat cepat meluas.
Media massa yang dianggap sangat mengganggu kestabi lan jiwa kaum hawa adalah bentuk audio visual yang ma na secara diam-diam telah merayapi kehidupan mereka, Dewasa ini orang sudah banyak memiliki video kaset tuju an utamanya adalah untuk sarana hiburan anggota keluar ga.Tetapi kemudian,dibisniskan menjadi tujuan komersial dengan menyulap rumah mereka menjadi bioskop mini dan memungut uang tontonan dari kaset-kaset blue film. Rata-rata peminatnya adalah anak-anak pelajar,bukan sa ja dari tingkat SLTA tetapi juga pelajar tingkat SLTP sete lah mengalami wet dream.
Pelajar-pelajar dikota dan didesa banyak yang telah mengetahui lokasi-lokasi rahasia dari bioskop,mini ini.Sung guh bagi pemilik video cabul sekeping uang lebih berhar ga dari segalanya.Mereka tega meracuni fikiran dan jiwa generasi muda melemahkan semangat pelajar untuk bela jar dan bekerja.
Film-film porno sangat cepat merangsang penontonnya, begitu pula bagi pelajar.Ia cepat sekali meningkatkan ambisi sexual,dorongan sexual membuat mereka ingin melakukan iseng-iseng,mungkin terhadap pacar atau terhadap wanita lain. Banyak anak-anak remaja yang tidak atau kurang punya latar belakang pendidikan agama, orangtua pun tak memberi perhatian yang cukup.

Rata-rata pelajar yang mempunyai kasus hubungan sexual ini terjadi secara suka sama suka.Perbuatan itu seba gian dilakukan dirumah atau ditempat tersembunyi dan se bagian lagi ditempat rekreasi yang suasananya lengang. Umumnya kasus pelanggaran sexual dan kehamilan pela jar ini disebabkan oleh kurangnya pengawasan dari orang tua,minusnya pendidikan agama,broken home (orang tua yang sibuk dan suka bertengkar) dan akibat komunikasi yang sangat jelek,di rumah berpacaran secara sembunyi-sembunyi dan pergaulan yang sangat bebas dapat menje rumuskan para remaja kepada perbuatan zina dan keha milan.Wanita yang melakukan perbuatan zina hingga ha mil,sungguh…ia sudah menodai ke hormatannya sebagai wanita.Dimana untuk seterusnya akan mencemarkan na ma baik keluarga dan sekolahnya.

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim dilarang keras membuat film-film porno sehingga merangsang orang ke pada perbuatan zina, dan perbuatan keji lainnya. Yang mendorong kepada kebathilan dan menyokongnya.
Allah SWT Berfiman :
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa,dan jangan tolong menolong da lam berbuat dosa dan pelanggaran.Dan bertakwalah kamu kepada Allah,sesungguh nya Allah amat berat siksa-Nya. ”(Surat Al-Maidah : 2).
Rasulullah SAW juga bersabda :
“Barangsiapa mengajak kepada petunjuk,niscaya ia akan mendapat pahala sebagaimana orang yang me ngikutinya tanpa dikurangi pahala mereka sedikit pun.Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesa tan,niscaya ia akan mendapat dosa sebagaimana orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dosa mereka

LARANGAN PEREMPUAN PERGI KE PEMANDIAN


Begitu besar perhatian Islam terhadap masalah pemeliharaan aurat, maka Rasulullah SAW melarang perempuan-perempuan masuk pemandian umum dan telanjang di hadapan perempuan-perempuan lain yang memungkinkan sifat-sifat badannya itu akan menjadi pembicaraan dalam majlis-majlis dan oleh mulut-mulut yang usil.

Begitu juga Rasulullah SAW melarang laki-laki masuk pemandian kecuali dengan memakai kain yang dapat menu tupi badannya dari pandangan mata orang lain. Sebagai mana tersebut dalam riwayat di bawah ini :
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan masuk pemandian kecuali dengan mema kai kain.Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,maka jangan memasukkan (membiarkan masuk) isterinya ke pemandian." (Riwayat Nasa'i Tarmizi ia hasankan; dan Hakim ia berkata: hadis ini diriwayatkan dengan rawi-rawi Muslim)

Dari Aisyah r.a., ia berkata :
Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang perempuan-perempuan masuk pemandian, kemudian ia membolehkan laki-laki masuk pemandian dengan memakai kain." (Riwayat Abu Daud--dan ia tidak melemahkan dan lafaz ini terdapat dalam sunannya--juga diriwayatkan oleh Tarmizi dan Ibnu Majah,dan dalam sanadnya ada seorang yang tidak terkenal)


Dikecualikan perempuan yang masuk pemandian guna berobat karena sakit yang dideritanya atau karena nifas dan sebagainya.Karena ada suatu riwayat dari Abdullah bin Umar,bahwa Rasulullah SAW pernah mengatakan perihal pemandian sebagai berikut :
"Janganlah seorang laki-laki masuk pemandian kecuali dengan memakai kain,dan hendaklah mereka itu melarang perempuan-perempuan masuk pemandian kecuali karena sakit atau nifas." (HR.Ibnu Majah,Abu Daud-tetapi da lam sanadnya ada seorang yang ber nama Abdurrahman bin Ziadah bin An'am al-Afriqi)

Dalam hadis ini ada sedikit kelemahan,tetapi berdasar kaidah-kaidah syara' sehubungan dengan masalah rukhshah untuk orang yang sakit dan demi memudahkan mereka untuk beribadah dan menunaikan kewajiban-kewajiban, maka semua itu dapat memperkuat dan menunjang hadis tersebut.Diperkuat juga dengan kaidah yang sudah masy hur,bahwa sesuatu yang diharamkan karena memben dung bahaya,bisa menjadi mubah justru ada kepentingan yang sangat dan demi kemaslahatan.
Dan dikuatkan juga oleh hadis riwayat Ibnu Abbas yang menerangkan, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut :
"Berhati-hatilah kamu terhadap rumah yang disebut pemandian.Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! Sesungguhnya dia itu dapat menghilangkan kotoran dan berguna bagi orang yang sakit .Maka jawab Nab i: (Bolehlah kamu masuk) tetapi barangsiapa yang masuk hendaknya memakai tutup." (Riwayat Hakim dan ia berkata: Sahih dengan sanad Muslim)

Oleh karena itu kalau seorang perempuan masuk pemandian tanpa ada uzur yang mengharuskan,maka berarti dia telah berbuat yang haram dan akan mendapat ancaman Rasulullah SAW.Dalam Hadisnya yang diriwayatkan dari jalan Abu Malik al-Hudzali,bahawa beberapa orang perempuan dari Himasha atau dari Syam masuk ke rumah Aisyah kemudian ia berkata : Apakah kamu ini perempuan-perempuan yang memasukkan anak-anak perempuanmu kepemandian? Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :
"Tidak seorang pun perempuan yang melepas pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia merobek tabir antara dia dengan Tuhannya." (Riwayat Tarmizi-dan lafaz ini baginya,dan ia berkata : hadis ini hasan. Juga diriwayatkan oleh Abu Daud dan Hakim ; dan ia berkat a: rawi-rawinya adalah rawi-rawi Bukhari dan Muslim)

Dari Ummu Salamah, sesungguhnya Rasulullah SAW ber sabda :
Siapapun perempuan yang melepas pakaiannya bu kan di rumahnya sendiri,maka Allah akan merobek daripadanya tabirnya." (Riwayat Ahmad, Abu Ya'Ia, Thabarani dan Hakim)

Kalau demikian kerasnya Islam dalam persoalan perempuan yang masuk pemandian, yaitu sebuah bangunan yang berdinding empat yang hanya dimasuki orang-orang perempuan, maka bagaimana lagi hukumnya orang-orang perempuan cabul yang mau menampakkan auratnya di hadapan laki-laki yang suka iseng dan ditampakkan tubuhnya itu di pinggir laut yang menjadi sasaran semua mata yang sedang lapar dan membangkitkan gairah yang menggelora?

Dan kalau perempuan-perempuan tersebut telah mero bek-robek dinding antara dia dan Tuhannya,maka suami-suaminya yang membiarkan mereka ini bersekutu dalam dosa,karena mereka adalah yang bertanggung jawab ka lau benar-benar mereka mengetahuinya.

Selasa, 13 April 2010

Tantangan Posmodern


Posmodern menolak pandangan estetika modernis itu. Posmo membongkar pagar pemisah seni tinggi dan seni pop, dan menganggap seni tidak bisa dipisahkan dari bidang-bidang kehidupan lain, ekonomi, politik, dan sosial. Apakah seni tinggi atau seni rendah, sama-sama merupakan bagian dari kecenderungan yang mendominasi kehidupan sosial.

Bagi posmodern tak masuk akal membedakan dua perempuan sama-sama terbuka auratnya, yang satu disebut perempuan dalam keadaan alamiah yang lainnya disebut wanita bugil, keduanya adalah perempuan telanjang sebagai obyek. Masalahnya bukan bahwa yang satu karya seniman yang lain bukan, melainkan bahwa perempuan-perempuan telanjang itu, sejak zaman klasik sampai ke mutakhir, ditampilkan sebagaimana para lelaki ingin melihatnya. Gambar-gambar perempuan telanjang, apakah lukisan, patung, foto-foto, bagi posmo hanya sebagai menegas kan struktur masyarakat yang patriarkis. Taruhlah perempuan telanjang lukisan pelukis terkenal itu hendak menampilkan perempuan sebagai simbol kesuburan, tetapi siapa yang menentukan makna itu?

Karena itu bagi posmo, tak ada gunanya definisi seni, karena masalahnya bukan mendefinisikan apa itu seni, apa itu indah, melainkan siapa yang mengendalikan dan mendominasi kehidupan sosial kita. Yang terjadi selama ini adalah ideologisasi seni, dan dalam soal kontroversi pornografi masalahnya adalah eksploitasi dan marginalisasi perempuan. Ironisnya, para perempuan model itu ikut ambil bagian dalam proses penistaan martabatnya sendiri.

Seni atau bukan, bermutu atau tidaknya suatu karya, bagi posmo tidak ditentukan oleh suatu kriteria obyektif, melainkan oleh ideologi politik yang dominan. Kaum Marxis atau komunis akan membuat kriteria yang disebutnya realisme sosialis dengan semboyan seni untuk rakyat, yang lain barangkali memperjuangkan yang disebutnya humanisme universal dengan semboyan seni untuk seni. Semua aliran itu mengklaim kriterianya obyektif, tetapi sebenarnya tujuannya menyeragamkan ukuran saja.

Posmodern menolak penyeragaman. Bagi modernis krite ria estetik lebih diletakkan pada seniman, pada posmo dern kriteria ada pada siapa saja. Memang kritik utama ter hadap posmodern adalah relativismenya yang bahkan menjurus ke anarkisme.

Namun jelas sudah, baik estetika modernis maupun pos modern, sama-sama menolak pornografi, meski dengan alasan berbeda Estetika modernis tegas menganggap pornografi bukan seni dan merekomendasikan agar pornografi ditiadakan atau dikontrol ketat karena secara sosial berbahaya. Estetika posmodern juga merekomendasikan pornografi dienyahkan, bukan karena pertimbangan seni atau bukan seni, melainkan karena mengeksploitasi keperempuanan sebagai komoditas, dan merendahkan martabat perempuan. Jadi pornografi tidak dapat dibela dari dalam teori estetika, lama maupun baru. Pornografi memang bukan masalah estetika, melainkan masalah etika.

Setiap masyarakat memiliki standar moralitas yang tanpa itu eksistensi masyarakat itu sendiri goyah atau bahkan berakhir. Moralitas pada dasarnya berfungsi melindungi baik dunia sosial bersama maupun dunia subyektif masing-masing individu. Tentu standar moralitas itu juga berkembang bersama perkembangan masyarakat pendukungnya. Potensi-potensi kreatif dalam masyarakat sewaktu-waktu akan tampil menawarkan alternatif, juga unsur-unsur luar akan ikut bertarung mendapatkan tempat berpijak dalam masyarakat.

Akan tetapi di pihak lain, masyarakat dan setiap anggotanya, berhak melindungi diri dan eksistensinya dari apa-apa yang dianggap immoral, baik yang sifatnya sekadar bertentangan dengan standar moralitas yang ada (seperti mempublikasikan gambar-gambar erotik dan pornografi), maupun yang dikhawatirkan dapat membawa konsekuensi fundamental terhadap tata nilai dan tata hubungan sosial yang masih diakui (misalnya tuntutan melegalkan homoseksual, perkawinan sesama jenis). Realisasi hak itu adalah penggunaan institusi perangkat hukum yang ada oleh masyarakat. Inilah landasan moral pelarangan porno grafi berikut ancaman sanksi hukumnya.

Dan justru karena merupakan masalah etika, pornografi tidak dapat berlindung di belakang kebebasan pers. Apa yang disebut kebebasan pers bukan kebebasan subyektif yang berkaitan dengan etika privat, melainkan kebebasan yang sifatnya politik berkaitan dengan etika sosial. Artinya, kebebasan pers tidak dapat dilepaskan dari keterikatan nya pada ruang sosial bersama.

Kebebasan pers merupakan hak yang sifatnya korelatif, hak untuk terealisasinya hak lain, yaitu hak warga untuk mendapat informasi serta hak menyatakan pendapat dan mengontrol kekuasaan, kekuasaan negara atau pemerintah, tetapi juga kekuasaan masyarakat, termasuk kekuasaan pers sendiri. Jadi dasar legitimasi kebebasan pers kon struktif, tidak bisa destruktif. Adalah konstruktif, dan karenanya absah, apabila kebebasan pers digunakan membongkar kasus perkosaan, tetapi adalah destruktif apabila kebebasan pers itu digunakan menggambarkan secara sensa sional bagaimana perkosaan itu berlangsung.

Kata seorang pemikir, dalam diri setiap kita bertemu konflik kehendak dan hierarki kehendak, dan moralitas dapat memberi petunjuk menentukan prioritas kehendak yang tidak konflik dengan tata nilai yang masih diakui absah dalam dunia sosial bersama. Tetapi ditangan yang tak kompeten, kebebasan pers memang rawan penyalahgunaan. Karena itu, di samping rambu etik, yang prinsip positifnya sudah dirumuskan sendiri dalam yang disebut kode etik pers, kebebasan pers memerlukan juga kawalan rambu-rambu yustisia.