Rabu, 14 April 2010

WANITA DAN KECANTIKAN DUNIA AKHIRAT


Kecantikan adalah sebuah hal yang secara alami ada pada diri setiap wanita. yakinlah, tak ada istilah wanita berparas buruk. Bila ada yang mempunyai pendapat seperti ini, sungguh pada saat yang sama ia telah menghina Allah SWT yang menciptakan paras tersebut. Cantik atau jelek itu semua masalah selera. yang dianggap paras kurang cantik bagi orang Asia, eh ternyata digandrungi sama orang bule di daratan Eropa sana.

Terlepas dari itu semua, kecantikan yang ada pada diri seorang muslimah harus di jaga sebagai bentuk amanah kita pada Sang Pencipta. Menjaga kecantikan tidak harus ke salon tiap hari. Merawat kecantikan tidak harus juga luluran merata ke seluruh tubuh biar mulus, mandi berjam-jam karena harus memakai berbagai macam krim untuk tubuh, menikur and pedikur atau apa pun namanya, yang jelas itu semua hanya menghamburkan uang dan waktu.

Jangan ampai karena pedulinya sama kecantikan sehingga membuat sebagian besar waktu dan uang habis untuk hal ini saja. Merawat kecantikan yang ideal itu sebetulnya adalah ketika tubuh kita bisa beraktivitas secara maksimal karena sehat. Dan seperti apa kecantikan seorang muslimah itu ? Sebagaimana syair berikut ini :

"Kecantikanmu bersinar melebihi terangnya mentari,
akhlak mu semerbak melebihi harumnya kasturi
tawadhumu indah melebihi cahaya bulan purnama
dan kasih sayangmu membawa ketenangan
melebihi curahan hujan.
Peliharalah kecantikanmu dengan keimanan,
keridhaan, sifat qana’ah, sifat iffah (menjaga diri dan kehormatan) dan busana muslimah.
Ketahuilah, perhiasanmu bukan emas, perak dan berlian. Tetapi, beberapa rakaat menjelang sahur,
rasa dahaga di siang hari saat puasa
mencari ridha Allah,
sedekah tersembunyi yang tidak diketahui,
kecuali oleh Allah,
air mata hangat yang membasuh dosa,
sujud panjang di atas permaidani penghambaan
kepada Allah,
serta rasa malu kepada Allah saat muncul kehendak jahat dan bisikan setan.
Kenakan pakaian takwa, tentu engkau menjadi
wanita tercantik di dunia,
meski pakaian tertambal. Pakailah baju luar yang sopan, tentu engkau menjadi wanita terindah di alam,
meski engkau tidak beralas kaki.
Jauhi kehidupan wanita-wanita durjana, kafir, penggoda, membuka aurat, dan menjajakan kehormatannya kerana mereka semua adalah bahan bakar neraka Jahannam.
Sebagaimana Firman Allah SWT :
“Tidak ada yang masuk kedalamnya kecuali orang yang paling celaka.” (Al-Lail:15)

Oleh karena itu kecantikan itu bagimanapun bentuknya, standarnya harus Islami. Percuma juga cantik kalau ternyata tidak bisa membaca Al-Qur’an. Percuma juga kulit mulus kalau ternyata tidak shalat. Karena ternyata hakiki itu adalah gabungan dari kecerdasan otak dan akhlak yang yang baik yang nantinya memancar pada sikap dan perilaku seseorang sebagai bukti ketaatan pada hukum syara’ yang telah ditetapkan aturannya oleh Allah SWT.

ENAKNYA JADI SEORANG WANITA


Kita berbicara tentang jenis kelamin sebagai bagian dari pilihan yang tidak bisa diganggu gugat karena sebagian dari kita memiliki kecenderungan untuk menganak emaskan anak laki-laki daripada anak wanita sehingga anak wanita sampai dewasa mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya. Perlakuan yang berbeda dalam keluarga menjadi akumulasi yang besar dalam masyarakat yang memandang sebelah mata keberadaan wanita.

Kita tentu ingat dengan kisah Umar bin Khattab yang saat masih jahiliyah mengubur hidup-hidup anak wanitanya karena merasa malu dengan kehadirannya. Logika sederha nanya adalah apabila disaat wanita menjadi anak-anak kecil yang lucu saja mereka berani berlaku sewenang-wenang maka bagaimana ketika wanita menjadi seorang dewasa yang hidup dengan identitasnya sebagai manusia seutuhnya dan mandiri.

Ada tradisi dari orang-orang jahiliyah, bahwa kebencian mereka pada wanita diwujudkan dengan penghinaan mereka kepada Allah yang telah menganugerahkan anak wanita dalam kehidupan mereka dengan menciptakan stigma bahwa Allah memiliki anak wanita. Bahkan untuk menunjukkan betapa menjijikkan perbuatan mereka, Al-Qur’ an membuat kecaman dengan susunan kata yang pedas.
“Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya. karena dosa apakah dia di bunuh. ” (QS. At-Takwir:8-9)

Padahal apabila kita melihat kembali sejarah, maka kita melihat bahwa sebagian sangkaan manusia yang menganggap memiliki anak wanita bahkan merawatnya hingga dewasa adalah kehinaan adalah tidak benar. Allah telah memberikan contoh nyata sebagaimana kisah isteri Imran yang mengandung anak wanita yang diberi nama Maryam yang kelak melahirkan nabi Isa A. S.
“(Ingatlah), ketika isteri Imran berkata, ”Ya Tuhan kusesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Maka ketika melahirkan, dia berkata, ”Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan. ”Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidaklah sama dengan perempuan. ”Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohom perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (ganguan) setan yang terkutuk. Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik…” (QS. Ali Imran:35-37)

Kita mengetahui bagaimana kedudukan dan derajat Maryam di sisi Allah sebagaimana yang telah diabadikan oleh Al-Qur’an.
“Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, ”Wa hai Maryam!Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu). ”(QS. Ali Imran:42)

Rasulullah SAW pun menegaskan kembali tentang kedudukan Maryam di surga dengan hadist yang diriwayatkan oleh Baihaqi.
“Sebaik-baiknya perempuan muslimah surga adalah Khadijah, Fatimah, Maryam, dan Asiyah. ” (H. R Baihaqi)

Dari kisah tentang kehidupan Maryam, kita dapat mengambil pelajaran bahwa menjadi wanita adalah bukanlah sebuah aib bagi keluarga dan kekurangan bahkan dengan takdir terlahir sebagai wanita bisa saja ada banyak hikmah yang dapat diraih sebagaimana awal perasaan isteri Imran yang mengetahui bahwa ia melahirkan anak wanita yang ternyata memberikan kemulyaan yang tinggi bagi keluarga Imran seperti yang telah dijanjikan oleh Allah kepadanya bahkan namanya diabadikan menjadi nama sebuah surat dalam Al-Qur’an.
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (pada masa masing-ma sing). ” (Ali Imran:33)

PROSES TERJADINYA ANAK


Untuk menjadi sosok seorang wanita, dengan jenis kelamin tertentu, seperti adanya rahim dan kalenjar-kalenjar yang secara fisiologis berbeda dari laki-laki, merupakan kodrat. Karena jenis kelamin adalah penciptaan saat berada dirahim, tidak ada seorangpun di dunia yang bisa menolak pilihan penciptaan ini. Sama seperti penciptaan seseorang dari ras, suku, dan keluarga tertentu, yang merupakan penciptaan dan pemberian, bukan pilihan seseorang. Penciptaan ini harus disyukuri, sebagai amanah dari Allah swt. Dalam mengarungi kehidupan didunia.

Menjadi wanita atau laki-laki adalah benar-benar sepenuhnya menjadi hak Allah. Tidak seorangpun yang mampu untuk menentukan atau memilih untuk menjadi wanita atau laki-laki. Walaupun dunia kedokteran berusaha mencipta kan cara yang dianggap dapat membantu pasangan suami istri untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu namun tingkat keberhasilannya sebenarnya tergantung kepada keputusan Allah.

Secara teori jenis kelamin anak ditentukan oleh komponen genetis yang ada dalam sel telur wanita dan sperma laki-laki. Sel tersebut dikenal dengan nama DNA (De sexy ribo nucleic acid) yang bebentuk deretan rantai panjang yang terpilih satu sama lain dan memiliki bentuk spiral ber ganda. Setiap spiral yang ada dalam susunan DNA disebut sebagai gen-gen dan mengandung sifat keturunan seperti jenis kelamin.

Pada saat terjadi pembuahan, sel telur dan sel sperma bergabung yang kemudian menjadi janin. Dari pengabungan inilah muncul satu sel baru yang disebut zigot yang terdiri dari 46 kromosom atau 23 pasang kromo som. Pada sel ibu rumus kromosom adalah 22 AA + XX sedangkan pada sel ayah dengan rumus 22 AA + XY. Kromosom XX dan XY inilah yang menentukan jenis kelamin anak.

Sel telur ibu yang menjadi sel benih akan membelah diri sehingga terbentuk rumusan baru yaitu 22 A + X seda ngkan pada sel ayah menjadi dua jenis sperma yaitu sel sperma dengan rumus 22 A + X dan sel sperma den gan rumus 22 A + Y. Apabila dalam proses pembuahan terjadi pengabungan antara sel telur dengan sel sperma dengan rumus 22 A + X maka janin akan memiliki susunan kro mosam 22A + XX yang berarti jenis kelamin janin adalah wanita. Sedangkan apabila dari pengabungan tersebut terdapat rumusan 22 A + XY maka janin tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Tentang pemberian anak laki-laki atau anak wanita, Allah sendiri telah menjelaskan bahwa perkara ini adalah menjadi sepenuhnya hak Allah. Manusia hanya bisa berusaha sedangkan hasilnya ditangan Allah.
“Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang dikehendakinya, memberikan anak perempuan kepada siapa yg Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui dan Maha kuasa” (QS. As-Syura:49:50)

MAKNA MENJADI WANITA (Bidadari-Bidadari Surga Turun Di Dunia)


Ketika kita berbicara tentang wanita, maka sesungguhnya kita tengah berbicara mengenai sebuah kedalaman ilmu yang sepertinya entah seberapa dalamnya sehingga tidak pernah ha bis-habisnya dibicarakan dan dimaknai baik oleh wanita itu sendiri atau orang-orang yang menginginkan manfaat dari mengetahui seluk beluk dunia wanita. Di balik semua kekaguman dan mungkin celaan terhadap wanita, terdapat muara yang membuat wanita mempunyai tempat tersendiri dalam sejarah. Bahwa kehidupan wanita sesungguhnya mengalir pada dua muara, yaitu surga dan neraka.

Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengisahkan tentang bidadari-bidadari surga. Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihatkan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan cinta dan umurnya sebaya. Siapakah yang orang yang beruntung mendapatkannya? Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena berjihad dijalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas mem bela agama Allah.

Sebagian kita mungkin berfikir, kapan kita berjumpa dengan bidadari-bidadari itu, apakah ia akan kita miliki, adakah ia sedikit diantara mereka mendiami bumi sekarang ini? Bidadari-bidadari itu telah turun ke bumi. Semenjak Islam mulai ba ngkit lagi di bumi ini. Bidadari-bidadari itu menghias diri setiap hari. Dia berwujud manusia yang berhati lembut, menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Seperti apakah bidadari bumi itu? Bisakah kita mengikuti langkahnya, apakah dia anak, adik, keponakan perempuan atau apakah ia istri dan ibu kita, atau ia hanya berupa angan yang sebenarnya bisa kita realisasikan, tapi syetan kuat menahan?

Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Setiap perempuan bisa menjadi bidadari bumi, seperti apakah ciri-cirinya?
Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syariat Allah.
Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya.
Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi perketi yang mulia. Tidak hobi berdusta dan bergunjing.
Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa mendoakan orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi keduanya.
Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangakan, bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada didekatnya. Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi ? Ia melayani suaminya dengan baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi suaminya untuk berjuang membela agama Allah.

Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu, bersikap sederhana. Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti belajar untuk bekal hidupnya.

Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdianya kepada masyarakat dan agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan dengan hartanya. "Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah". (HR Muslim)

Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholehah yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini. Karena jiwa dan akhlaknya yang menghiasi dirinya.

PENGARUH FILM DALAM KEHIDUPAN MANUSIA


Selain demam musik, biasanya wanita-wanita yang mengaku modern pasti juga menyukai sesuatu yang ditonton alias sebangsa film.Hampir setiap malam mereka mengantri dan berjubel memadati bioskop-bioskop hanya untuk nonton di bioskop. Apalagi kalau malam minggu, mereka biasa pergi ke bioskop bersama sang pacar atau yang masih berstatus gebetan, mereka lebih suka menonton film-film dari pada belajar di rumah bahkan sampai lupa akan waktu shalat ataupun dzikir malam.

Tidak hanya remaja, wanita yang sudah berstatus sebagai ibu-ibu pun juga lebih suka mengadakan kumpul-kumpul atau semacam reuni/ arisan dengan makan-makan, ngerumpi, dan bahkan menghabiskan waktunya dengan melihat film andalan ibu-ibu di bioskop atau di VCD.Sehingga lupa akan ke wajibannya sebagai istri dirumah.

Wanita zaman sekarang yang lebih suka bernyanyi dari pada mengaji. Mereka lebih suka nongkrong di diskotik dan arena konser musik daripada mendatangi tempat pengajian atau shalat jama'ah di masjid. Para wanita sekarang seolah semakin jauh dari agama, semakin jauh dari Allah dan Rasul-Nya.

Kalau sudah senang membahas tentang film apalagi aktor/artis yang ada dalam film tersebut dan vokalis band yang sekarang banyak digilai kaum hawa baik dari kalangan muda atau tua, mereka bakal tidak sadar kalau waktunya sudah terbuang percuma dan yang pasti mulut sudah berbusa. Coba film yang berbau dengan kepedulian sosial dan religius. Pasti penontonnya bakal sepi dan bioskopnya mending ditutup karena yang punya bioskop dapat kerugian.

Emang sich film itu sekarang tidak cuma bisa dinikmati di bioskop karena sekarang sudah banyak pula VCD baja kan yang bisa mereka sewa di toko-toko kaset. Nah kan ada lagi dampak dari film yang membuat orang menghalalkan segala cara demi meraih untung. Ada yang membuat bajakan dari film yang lagi banyak penontonnya itu.

Film-film nasional yang banyak memberi pesan moral malah tidak ada peminatnya sama sekali.Tapi sebenarnya kebanyakan nonton fillm itu tidak bakal membuat kita tambah gimana-gimana kok. Adanya malah, kalau menjalani hidup kita adanya kita hanya menyamakan jalannya kehidupan kita itu dengan yang ada di film. Tidak baik kalau kita melihat sesuatu yang tidak nyata atau yang cuma dibuat-buat (fiktif). Kalau kita tidak pinter-pinter milih tontonan, kita juga bisa-bisa terjebak dalam kesesatan.

Diistilah perfilman ada juga istilah 'blue film'.Katanya biasanya filmnya itu gambarnya pada biru semua. Loh apa Tv nya tidak rusak? Kok yang muncul dilayar cuma gambar biru aja?
Jelas tidak begitu...Yang dimaksud dengan film biru atau blue film itu sebenarnya hasil jiplakan dari luar negeri atau negara barat yang secara terang-terangan mengumbar gambar bahkan adegan yang semestinya tidak dipertontonkan pada masyarakat umum.Yang kayak gini juga yang bisa merusak kodrat wanita yang bisa-bisa terpenga ruh dengan tontonan yang tidak mendidik itu.
Tontonan yang bersifat porno dapat mendatangkan kenik matan dan merangsang keinginan sexual.Kemudian mere ka akan berusaha mencari peluang untuk melampiaskan nya secara sendiri atau berkelompok.Mungkin secara su ka sama suka atau lewat perkosaan.Memang pengaruh pergaulan yang negatif sangat cepat meluas.
Media massa yang dianggap sangat mengganggu kestabi lan jiwa kaum hawa adalah bentuk audio visual yang ma na secara diam-diam telah merayapi kehidupan mereka, Dewasa ini orang sudah banyak memiliki video kaset tuju an utamanya adalah untuk sarana hiburan anggota keluar ga.Tetapi kemudian,dibisniskan menjadi tujuan komersial dengan menyulap rumah mereka menjadi bioskop mini dan memungut uang tontonan dari kaset-kaset blue film. Rata-rata peminatnya adalah anak-anak pelajar,bukan sa ja dari tingkat SLTA tetapi juga pelajar tingkat SLTP sete lah mengalami wet dream.
Pelajar-pelajar dikota dan didesa banyak yang telah mengetahui lokasi-lokasi rahasia dari bioskop,mini ini.Sung guh bagi pemilik video cabul sekeping uang lebih berhar ga dari segalanya.Mereka tega meracuni fikiran dan jiwa generasi muda melemahkan semangat pelajar untuk bela jar dan bekerja.
Film-film porno sangat cepat merangsang penontonnya, begitu pula bagi pelajar.Ia cepat sekali meningkatkan ambisi sexual,dorongan sexual membuat mereka ingin melakukan iseng-iseng,mungkin terhadap pacar atau terhadap wanita lain. Banyak anak-anak remaja yang tidak atau kurang punya latar belakang pendidikan agama, orangtua pun tak memberi perhatian yang cukup.

Rata-rata pelajar yang mempunyai kasus hubungan sexual ini terjadi secara suka sama suka.Perbuatan itu seba gian dilakukan dirumah atau ditempat tersembunyi dan se bagian lagi ditempat rekreasi yang suasananya lengang. Umumnya kasus pelanggaran sexual dan kehamilan pela jar ini disebabkan oleh kurangnya pengawasan dari orang tua,minusnya pendidikan agama,broken home (orang tua yang sibuk dan suka bertengkar) dan akibat komunikasi yang sangat jelek,di rumah berpacaran secara sembunyi-sembunyi dan pergaulan yang sangat bebas dapat menje rumuskan para remaja kepada perbuatan zina dan keha milan.Wanita yang melakukan perbuatan zina hingga ha mil,sungguh…ia sudah menodai ke hormatannya sebagai wanita.Dimana untuk seterusnya akan mencemarkan na ma baik keluarga dan sekolahnya.

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim dilarang keras membuat film-film porno sehingga merangsang orang ke pada perbuatan zina, dan perbuatan keji lainnya. Yang mendorong kepada kebathilan dan menyokongnya.
Allah SWT Berfiman :
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa,dan jangan tolong menolong da lam berbuat dosa dan pelanggaran.Dan bertakwalah kamu kepada Allah,sesungguh nya Allah amat berat siksa-Nya. ”(Surat Al-Maidah : 2).
Rasulullah SAW juga bersabda :
“Barangsiapa mengajak kepada petunjuk,niscaya ia akan mendapat pahala sebagaimana orang yang me ngikutinya tanpa dikurangi pahala mereka sedikit pun.Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesa tan,niscaya ia akan mendapat dosa sebagaimana orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dosa mereka

LARANGAN PEREMPUAN PERGI KE PEMANDIAN


Begitu besar perhatian Islam terhadap masalah pemeliharaan aurat, maka Rasulullah SAW melarang perempuan-perempuan masuk pemandian umum dan telanjang di hadapan perempuan-perempuan lain yang memungkinkan sifat-sifat badannya itu akan menjadi pembicaraan dalam majlis-majlis dan oleh mulut-mulut yang usil.

Begitu juga Rasulullah SAW melarang laki-laki masuk pemandian kecuali dengan memakai kain yang dapat menu tupi badannya dari pandangan mata orang lain. Sebagai mana tersebut dalam riwayat di bawah ini :
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan masuk pemandian kecuali dengan mema kai kain.Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,maka jangan memasukkan (membiarkan masuk) isterinya ke pemandian." (Riwayat Nasa'i Tarmizi ia hasankan; dan Hakim ia berkata: hadis ini diriwayatkan dengan rawi-rawi Muslim)

Dari Aisyah r.a., ia berkata :
Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang perempuan-perempuan masuk pemandian, kemudian ia membolehkan laki-laki masuk pemandian dengan memakai kain." (Riwayat Abu Daud--dan ia tidak melemahkan dan lafaz ini terdapat dalam sunannya--juga diriwayatkan oleh Tarmizi dan Ibnu Majah,dan dalam sanadnya ada seorang yang tidak terkenal)


Dikecualikan perempuan yang masuk pemandian guna berobat karena sakit yang dideritanya atau karena nifas dan sebagainya.Karena ada suatu riwayat dari Abdullah bin Umar,bahwa Rasulullah SAW pernah mengatakan perihal pemandian sebagai berikut :
"Janganlah seorang laki-laki masuk pemandian kecuali dengan memakai kain,dan hendaklah mereka itu melarang perempuan-perempuan masuk pemandian kecuali karena sakit atau nifas." (HR.Ibnu Majah,Abu Daud-tetapi da lam sanadnya ada seorang yang ber nama Abdurrahman bin Ziadah bin An'am al-Afriqi)

Dalam hadis ini ada sedikit kelemahan,tetapi berdasar kaidah-kaidah syara' sehubungan dengan masalah rukhshah untuk orang yang sakit dan demi memudahkan mereka untuk beribadah dan menunaikan kewajiban-kewajiban, maka semua itu dapat memperkuat dan menunjang hadis tersebut.Diperkuat juga dengan kaidah yang sudah masy hur,bahwa sesuatu yang diharamkan karena memben dung bahaya,bisa menjadi mubah justru ada kepentingan yang sangat dan demi kemaslahatan.
Dan dikuatkan juga oleh hadis riwayat Ibnu Abbas yang menerangkan, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut :
"Berhati-hatilah kamu terhadap rumah yang disebut pemandian.Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! Sesungguhnya dia itu dapat menghilangkan kotoran dan berguna bagi orang yang sakit .Maka jawab Nab i: (Bolehlah kamu masuk) tetapi barangsiapa yang masuk hendaknya memakai tutup." (Riwayat Hakim dan ia berkata: Sahih dengan sanad Muslim)

Oleh karena itu kalau seorang perempuan masuk pemandian tanpa ada uzur yang mengharuskan,maka berarti dia telah berbuat yang haram dan akan mendapat ancaman Rasulullah SAW.Dalam Hadisnya yang diriwayatkan dari jalan Abu Malik al-Hudzali,bahawa beberapa orang perempuan dari Himasha atau dari Syam masuk ke rumah Aisyah kemudian ia berkata : Apakah kamu ini perempuan-perempuan yang memasukkan anak-anak perempuanmu kepemandian? Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :
"Tidak seorang pun perempuan yang melepas pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia merobek tabir antara dia dengan Tuhannya." (Riwayat Tarmizi-dan lafaz ini baginya,dan ia berkata : hadis ini hasan. Juga diriwayatkan oleh Abu Daud dan Hakim ; dan ia berkat a: rawi-rawinya adalah rawi-rawi Bukhari dan Muslim)

Dari Ummu Salamah, sesungguhnya Rasulullah SAW ber sabda :
Siapapun perempuan yang melepas pakaiannya bu kan di rumahnya sendiri,maka Allah akan merobek daripadanya tabirnya." (Riwayat Ahmad, Abu Ya'Ia, Thabarani dan Hakim)

Kalau demikian kerasnya Islam dalam persoalan perempuan yang masuk pemandian, yaitu sebuah bangunan yang berdinding empat yang hanya dimasuki orang-orang perempuan, maka bagaimana lagi hukumnya orang-orang perempuan cabul yang mau menampakkan auratnya di hadapan laki-laki yang suka iseng dan ditampakkan tubuhnya itu di pinggir laut yang menjadi sasaran semua mata yang sedang lapar dan membangkitkan gairah yang menggelora?

Dan kalau perempuan-perempuan tersebut telah mero bek-robek dinding antara dia dan Tuhannya,maka suami-suaminya yang membiarkan mereka ini bersekutu dalam dosa,karena mereka adalah yang bertanggung jawab ka lau benar-benar mereka mengetahuinya.