Selasa, 24 Agustus 2010

IKATAN SUCI PERNIKAHAN


Allah Swt menggambarkan ikatan yang terjadi dalam ak ad nikah adalah sebuah (mitsaqan ghalizha) perjanjian yang kuat.Akad nikah bukanlah sekadar kata-kata yang terucap dari mulut laki-laki,atau sekadar acara formal un tuk mengesahkan hubungan suami isteri,atautun adat yang menjadi kebiasaan dalam pernikahan. Sama sekali tidak. Akad nikah adalah sebuah perjanjian sakral yang ikatan nya amat kukuh dan kuat.

Akad nikah yang mengikat suami dan isteri dalam sebuah perjanjian syar’i,di mana perjanjian itu wajib dipenuhi hak-haknya. Perjanjian agung yang menyebabkan halalnya kehormatan diri untuk dinikmati pihak lainnya.Perjanjian kukuh yang tidak boleh dicederai dengan ucapan dan perbuatan yang menyimpang dari hakikat perjanjian itu sendiri.Allah Swt berfirman:
“Dan jika kamu ingin menggantiakan isterimu deng an isteri yang lain,sedang kamu telah memberikan kepada seseorang diantara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan dusta dan dengan (menanggung) dosa yang besar? Bagaimana kamu akan mengambil nya kembali padahal sebahagian kamu telah ber gaul dengan yang lain sebagai suami isteri? Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari ka mu perjanjian yang kuat?”
(An-Nisaa’ 4:20-21)

Thabari dalam kiatb tafsirnya menukilkan penjelasan Qa tadah mengenai ayat di atas,“Perjanjian kuat yang diam bilkan Allah untuk para wanita,rujuk kembali dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang bijak, dan perjanjian yang kuat itu terdapat dalam akad kaum Muslimin tatkala melaksana kan akad nikah:Demi Allah kamu harus menjaganya dengan cara yang makruf dan menceraikan (jika menceraikan) dengan cara yang bijak.”

Mujahid menjelaskan perjanjian yang kuat, “yaitu kalimat nikah untuk menghalalkan (farji) kemaluan mereka.” Mujahid dan Ikrimah menjelaskan ;
“Kamu mengambil mereka dengan amanat Allah dan kamu halalkan faraj mereka dengan kalimat Allah.” Ath Thabari berkata,“Pendapat yang paling mendekati takwilnya itu ialah pendapat orang yang mengatakan bahawa perjanjian yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah perjanjian yang diterima oleh wanita dari suaminya pada waktu akad nikah,yaitu janji untuk menjaga de ngan cara yang makruf atau menceraikannya,jika menceraikan,dengan cara bijak; yang diikrarkan oleh laki-laki, kerana dengan begitu Allah telah berwasiat kepada kaum laki-laki mengenai isteri-isteri mereka.”

Rasulullah SWT bersabda ;
“Takutlah kamu sekalian kepada Allah mengenai wanita (isteri) kerana kamu telah mengambil me reka dengan amanat Allah.”
(HR Muslim)
Ibnul Qayyim Al-Jauzi berpendapat mengenai akad nikah ini dengan meninjaunya dari segi (ihdad) berkabung tatkala suami meninggal dunia. Kata beliau,“Tujuan ihdad atas suami yang meninggal dunia itu adalah untuk mengagungkan akad nikah dan untuk menunjukkan penting dan mulianya akad itu,dan bahwa ia di sisi Allah memilki kedudukan tersendiri.Masa iddah dijadikan haram bagi nya untuk menikah dengan orang lain,dan iddah dimak sudkan untuk mengukuhkan,dan menambahkan perhatian terhadapnya, sehingga isteri dijadikan sebagai pihak yang lebih utama untuk melakukan ihdad terhadap suami dibandingkan dengan ayah,anak,saudara dan semua ke rabatnya.”

JANGAN SALAH DALAM MEMILIH PASANGAN HIDUP



Kebimbangan itulah perasaan yang sering muncul di hati para lajang tatkala harus memutuskan dengan siapa ia akan menikah.Perasaan ini wajar muncul,karena keputu san menikah adalah keputusan besar yang akan mem pengaruhi jalan hidup seseorang,karenanya mereka akan berhati-hati dalam menentukan calon pendamping hidup nya.



“Tak ada gading yang tak retak”,begitu yang dikatakan pepatah untuk mengungkapkan sebenarnya tidak ada orang yang sempurna. Setiap orang pasti memiliki kekurangan,namun sesungguhnya ada kualitas kepribadian da sar yang harus kita dan calon pasangan kita miliki agar dapat membina mahligai rumah tangga yang bahagia.Kua litas pribadi tersebut antara lain





Kualitas Keberagamaan

Agama merupakan keyakinan yang mempengaruhi ha ti,fikiran perasaan dan tingkah laku seseorang sehing ga orang yang mempunyai pemahaman serta pengala man agamanya yang baik akan sangat terbantu da lam mengatasi berbagai masalah. Kondisi ini pada akhirnya akan mempengaruhi kebahagiaan dan kelang gengan sebuah perkawinan.





Memiliki Komitmen Untuk Mengembangkan Diri


Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.Namun setiap orang juga memiliki ke sempatan untuk berkembang. Penting bagi kita untuk memiliki komitmen pengembangan pribadi ini,yaitu bagaimana seseorang memahami kekurangan yang ada,belajar dari kesalahan dan mau mendengarkan nasihat orang lain. Semua hal tersebut bermuara pada bagaimana ia membangun dan mengembangan dirinya agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijak.



Keterbukaan Emosional

Artinya adalah orang yang memiliki perasaan,menge tahui apa yang sedang dirasakan mau berbagi pera saan dengan pasangannya dan mengetahui cara mengungkapkan perasaan.Keterbukaan Emosional menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dengan pasangan kita,sedangkan komunikasi yang baik adalah modal penting dalam membangun rumah tangga harmonis.



Memiliki Integritas

Setiap orang mendamba kan calon pasangan yang mempunyai integritas diri.Kita mengingin kan orang yang, jujur,baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain,dalam hal ini terutama dengan pasangannya,kita juga ingin calon pasangan kita adalah orang yang tidak main-main dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi masa depannya.Itulah makna in tegritas diri.





Kematangan dan Tanggung Jawab


Memiliki kematangaan berarti ia bisa mengurus diri nya sendiri,tahu mana yang baik/buruk buat dirinya. Sedangkan bertanggung jawab berarti dia memahami langkah yang dia ambil beserta resiko-resiko yang mungkin dihadapi.



Memiliki Harga Diri

ingatlah agar seseorang bisa mencintai ia harus cinta pada dirinya sendiri.Karena itu lihatlah bagaimana cintanya ia pada dirinya sendiri.Kalau ia sendiri tidak mencintai dirinya,bagaimana mungkin ia bisa mencintai pasangannya?



Sikap Positif Terhadap Kehidupan

Mereka yang memiliki sikap hidup positif akan berusaha mengubah segala kendala menjadi peluang,dan biasanya percaya bahwa segalanya akan bisa menjadi baik.



itu semua kualitas ideal yang perlu dimiliki oleh calon pasangan kita dan diri kita sendiri pada saat kita akan menikah. Namun situasi yang dihadapi seorang wanita atau situasi yang sejenis dengan itu, sering membuat kita tidak bisa berfikir jernih.Karena itu adalah hal-hal yang harus kita waspadai agar tidak salah paham dalam memilih pa sangan.Hal-hal seperti ini mungkin akan membantu kita :

 Jangan terlalu cepat memutuskan untuk menikah de ngan si dia.Sedia kan waktu yang cukup untuk mem peroleh informasi yang memadai tentang calon pasa ngan anda tersebut. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dari calon pasangan hidup kita itu:

a. Latar Belakang Kehidupan.

- Nasab/latar belakang keturunan mencakup hubungan keluarga asal,apakah berasal dari keluarga utuh,harmonis,atau broken home.Termasuk bentuk hubungan dengan saudara kandung

- Agama,norma-norma atau nilai-nilai status sosial ekonomi,suku,tradisi budaya keluarga asal.

- Adakah penyakit keturunan yang ber hubungan dengan faktor genetic.

b. Masalah yang berkaitan dengan kualitas diri

- Kualitas Dien

- Akhlaq

- Tipe kepribadian (tertutup/terbuka, pendiam, peria ng, emosional, sabar)

- Pendidikan,kapasitas intelektual,profesi.

- Latar belakang organisasi,aktivitas sosial.

- Kemampuan problem solving

- Kepercayaan diri.

 Jangan menikah di usia yang belum matang secara pribadi.Siap menikah berarti siap menghadapai masalah yang semuanya menuntut kedewasaan berfikir dan bersikap.Kedewasaan ini tidak bisa di ukur dengan usianya lebih dewasa dibanding mereka yang lebih tua. Kedewasaan juga mempengaruhi dalam kita menentukan pilihan calon pasangan kita.Mereka yang ku rang matang cenderung hanya terpukau pada hal-hal yang bersifat luaran saja.

 Jangan memilih pasangan hanya untuk menyenangkan orang lain Andalah orang yang beruntung atau yang menderita dengan pernikahan anda. Kalaupun ada faktor orang lain dalam mempertemukan antara anda dengan si dia pastikan bahwa anda sendirilah yang memutuskan bahwa dialah yang memang terbaik buat anda (tentunya beristiqarah terlebih dahulu).

 Jangan menikah dengan harapan-harapan yang tidak realistisBiasanya niatan awal menikah mempengaruhi masalah-masalah apa yang akan mendominasi selama kehidupan perkawinan. Kepuasan dalam kehidu pan perkawinan dan terhadap tolak ukurnya berada pada harapan tersebut.Bila tidak terpenuhi akan menimbulkan kekecewaan.

 Jangan menikah dengan seseorang yang memilki masalah kepribadian Berhati-hatilah terhadap orang yang memiliki kepribadian yang sulit untuk dirubah,diperlu kan pengertian dan lapang dada yang luar biasa un tuk menghadapi orang seperti ini.Pada dasarnya seti ap orang memiliki perilaku bermasalah,namun yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana kadar,intensitas dan frekwensinya seseorang yang masuk da lam kategori mengalami masalah kepribadian adalah bila memiliki prilaku bermasalah yang mendominasi keseharian dan mempengaruhi adaptasinya dengan orang lain.Biasanya orang seperti ini sering membuat orang lain atau dirinya sendiri merasa terganggu dan tidak nyaman dengan perilakunya objektif.



Doa wanita lebih mujabah daripada lelaki


Pepatah ada mengatakan ´tangan yang menghayun buaian mampu menggoncang dunia´. Nyata, itulah hakikatnya seperti apa yang dapat kita saksikan hari ini.Wanita begitu penting dalam kehidupan seorang lelaki.Jika tidak,Allah s.w.t tidak akan menjadikan Siti Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam a.s sendiri untuk memenuhi rasa kesunyian dan kesendiriannya di dalam syurga.Wanita begitu berarti bagi seorang lelaki karana tanpa wanita hidup seorang lelaki tidak akan sempurna, tidak akan ada seorang lelaki bergelar suami,tidak dapatlah seorang lelaki menjadi pe mimpin dalam rumah tangga,dan nescaya sunyilah hidup seorang lelaki tanpa teman untuk bergurau senda.

Sebagaimana firman Allah SWT :
”Hai sekalian manusia,bertaqwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari yang satu,dan da ripadanya Allah menciptakan isterinya,dan daripada keduanya Allah memperkembangbiak kan laki-laki dan perempuan yang banyak.Dan bertaqwalah kepa da Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta sama lain,dan (peliharalah) hu bungan silatur-rahim.Sesungguhnya Allah selalu me njaga dan mengawa si kamu.”
(QS. An-Nisa’ ; 1)

Siapa kira ibu Ibunda hawa akan menjadi titik permasalah? Hanya karena Rasulullah menyebut beliau dari tulang rusuk Adam as. Setiap muslim dan muslimah memahami betapa tingginya nilai informasi titik hadits Rasulul lah.Tapi, nyatanya ada saja orang berkilah dengan informasi itu untuk memojokkan pandangan Islam terrhadap terhadap wanita.Seakan-akan ingin mencari biang keladi masalah secara filosofis.padahal hasilnya hanya pandangan yang dungu dan menampakkan kejahilan terhadap hakikat atau esensi Islam.

Lantas, bila bukan dari tulang rusuk Adam, wanita itu dari mana? Adakah yang dapat menjelaskannya selain dari Allah dan Rasul-Nya? Al-Qur’an menjelaskan bahwa :
”Hai manusia,sesungguhnya Kami menciptakan ka mu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersu
ku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.Sesung guhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal’
(QS. Al-Hujurat : 13)

Dengan kata lain, Islam tidak pernah merendahkan derajat manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Islam hanya memiliki satu mata uang yang berlaku dalam membedakan manusia, yaitu taqwa. Alangkah anehnya bila ada orang yang ingin mengutak-ngatik pandangan Islam terhadap kaum wanita.Padahal dua ayat diatas justru menun jukkan betapa terjalin kerjasama pria dan wanita dalam berperan membentuk kehidupan di muka bumi.

Menurut perspektif Islam, wanita adalah pelengkap kepada lelaki, sekaligus memelihara keseimbangan ciptaan Allah SWT. Malah Rasulullah SAW memartabatkan kaum wanita pada kacamata Islam sebagai perhiasan dunia yang paling indah dan unik. Ini sebagaimana sabda baginda Muhammad SAW. :
“ Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan yang pa ling indah ialah wanita yang solehah .”
(Riwayat Muslim)

Hadis ini jelas menunjukkan betapa Islam memandang tinggi kedudukan wanita dalam kehidupan global.

Kejadian wanita adalah lemah kerana dijadikan dari tulang rusuk yang bengkok.Ini menyebabkan ada kalanya ia sukar dibentuk kecuali dengan hikmah dan kebijaksa naan yang tinggi oleh lelaki yang dapat membimbingnya ke arah kebaikan.Di situlah peranan sebagai seorang pe mimpin dimainkan oleh lelaki. Antara kita sadar atau tidak, wanita banyak mempengaruhi kehidupan seorang lelaki. Kuasa yang dimiliki oleh wanita bisa menentukan kesuk sesan atau kehancuran hidup seorang lelaki.Lihat sahaja puncak keruntuhan beberapa tokoh dunia yang dipimpin oleh lelaki, tetapi musnah sekelip mata karena bujukan seorang yang bernama wanita.Semisal Napoleon Bonaparte dan Josephine,Anthony dan Cleopatra, Hitler dan Mata hari,Samson dan Delila.
Begitu juga sebaliknya. Di belakang kejayaan seorang lelaki ,juga berdiri seorang wanita. Contohnya Nabi Muhammad s.a.w bersama Siti Khadijah serta isteri-isteri baginda yang lain, Nabi Ayub bersama Siti Rahmah,dan Nabi Ibrahim bersama Siti Sarah serta Siti Hajar. Wanita-wanita inilah yang menjadi kekuatan kepada kepimpinan seorang lelaki sehingga berjaya mengatasi segala ujian dan cabaran tanpa melemahkan semangat juang mereka da lam menegakkan kebenaran dan kekuatan agama.

Seperti kisah semasa Nabi Muhammad s.a.w menerima wahyu yang pertama dan bagaimana peranan yang dimainkan oleh isterinya Siti Khadijah telah memberikan semangat kepada baginda.Tepat pada umur 40 tahun,Muham mad bin Abdullah, suami Siti Khadijah menerima tugas kenabian yang harus disampaikan ke seluruh umat manusia.Tugas yang tentu saja tidak mudah,sehingga Nabi Mu hammad s.a.w sendiri pada awalnya merasa ragu-ragu, apakah benar yang diterima adalah wahyu, dan apakah ju ga merupakan pengangkatan sebagai Nabi (yang menerima wahyu) dan Rasul. Tetapi sang pendampingnya Siti Khadijah, yang teguh hati, menenangkan, menenteramkan, menguatkan dan memastikan bahwa yang diterima benar wahyu dan baginda benar-benar diangkat menjadi Nabi dan Rasul.

Akan tetapi kepintaran seorang wanita bisa jadi menum bangkan keteguhan lelaki hingga menimbulkan hal-hal negatif. Sebaliknya kuasa kepintaran yang ada pada kaum muslimah boleh menimbulkan kecintaan yang tinggi ter hadap Allah di mana seorang isteri boleh mempengaruhi suami dalam hal-hal yang diridhai Allah.

Kaum lelaki mudah goyah dan kalah dengan sambutan dan belaian yang baik. Apa lagi jika figur wanita yang sangat dikasihi nya seperti isteri dan ibu.Sambutan baik yang diberikan kepada orang yang berhak menerimanya, bukan saja mendatangkan keridhaan Allah tetapi me mungkinkan apa yang diminta akan dipenuhi dengan mu dah.Malahan untuk menjadi seorang isteri yang solehah adalah dengan memberi layanan yang sebaiknya terhadap suami.Ini kerana syurga seorang isteri adalah pada suaminya.

Doa wanita lebih mujabah daripada lelaki kerana sifat penyayangnya
lebih kuat dari lelaki.Sebagaimana Rasulu llah s.a.w bersabda :
"Doa ibu itu lebih cepat terkabul."Orang bertanya: "Kenapa ya Rasulllah ?"Jawab baginda: "Ibu lebih pe nyayang daripada bapak dan doa dari pada orang ya ng penyayang tidak akan sia-sia."Dan sebagai seo rang anak, kita dilarang sama sekali untuk mendur haka kepada ibu dan senantiasa mendahulukan ibu dalam apapun urusannya.Doa seorang ibu adalah ya ng paling di makbul kan oleh Allah SWT.
Sifat ketaqwaan lebih mudah diperolehi oleh wanita diban ding lelaki kerena kehalusan budi yang ada pada wanita. Kemuliaan yang diberikan oleh Allah s.w.t kepada wanita menjadikan setiap lelaki pasti memerlukan wanita untuk menghirupkan udara ini atau dalam perkataan lain setiap lelaki pasti dilahirkan oleh wanita.Sekuat-kuat lelaki,kuat lagi wanita kerana lelaki itu keluar dari perut wanita yang menghamilkannya dan melahirkannya ke dunia.Kemudian mereka melatih,mendidik,memelihara anak kecil itu dari kecil hingga dewasa.

Kemuliaan wanita akan lebih nyata, jika ditambah dengan ketaatan kepada kaum lelaki yang berhak ke atasnya sebagaimana maksud hadis Rasulullah s.a.w:
“Wanita yang taat kepada suaminya,semua burung di udara,ikan di air,malaikat di langit,matahari dan bulan : semuanya beristighfar baginya (isteri) selagi mana ia masih taat kepada suaminya dan diridhai nya (serta menjaga solat dan pua sanya)."
Bagaimanapun,ia tidak bermakna pada wanita yang ha nya menjadi penurut tanpa ada keberanian atas pendiri an,pegangan,pendapat atau lain-lain.Jauh tersembunyi, wanita sebenarnya dianugerahkan dengan kuasa penga ruh yang jika digunakan dengan tepat,lelaki bersedia me nurut kehendaknya dan memberi segala haknya.Sabda Rasulullah s.a.w tentang besarnya peranan wanita :
"Wanita itu tiang negara, jika baik wanita di sesua tu negara itu,maka baiklah negara itu, begitulah se baliknya."
Kalau demikian tinggi dan hebat kemuliaan dan kedudukan wanita,wajiblah dipelihara dengan sebaik-baiknya karena jika Allah mencabut kemuliaan itu,wanita akan menjadi amat hina hingga tiadalah tempat lain yang lebih ber hak baginya kecuali neraka.Oleh karena itu gunakanlah kuasa yang dimiliki oleh wanita di tempat yang sepatutnya. Dan bantulah lelaki untuk menjadi pemimpin yang adik dan bijaksana di dunia dan di akhirat