Kamis, 03 Maret 2011

Pedihnya Sakaratul Maut

Kisah Islamiah kembali hadir dengan kisah islami lain yang bagus untuk dijadikan teladan.
Rugi lo kalau tidak membacanya.
Penulis berharap agar kisah-kisah yang ada di blog ini bisa dijadikan suri tauladan juga.

Kali ini akan diceritakan tentang cerita betapa sakitnya saat sakaratul maut, saat menjelang ajal, saat tercabutnya roh dari jasad manusia.
Adalah Nabi Idris yang pernah menyampaikan hal ini dan diwariskan beritanya.

Dengan izin Allah SWT, akhirnya Nabi Idris dapat merasakan betapa sakitnya sakaratul maut.
Ia mengibaratkan sakitnya kayak hewan yang dikuliti hidup-hidup.

Nabi Idris a.s.
Suatu ketika Nabi Idris telah dikunjungi oleh Malaikat Izrail.
Kemudian Beliau bertanya,
"Hai Malaikat Izrail, kedatanganmu ini untuk mencabut nyawa atau berkunjung."
Lalu Malaikat Izrail menjawab bahwa kedatangannya itu untuk berkunjung dengan izin Allah.




Setelah mendengar jawaban Malaikat Izrail, Nabi Idris berkata lagi,
"Hai Malaikat Izrail, saya ada keperluan denganmu."
"Kepentingan apa itu?" kata Malaikat Izrail.
Setelah sejenak menghela nafas, Nadi Idris pun menjawab,
"Kepentinganku denganmu adalah supaya engkau mencabut nyawaku dan kemudian Allah menghidupkan kembali agar aku dapat lebih giat beribadah kepada Allah setelah aku merasakan sakaratul maut."

Malaikat Izrail keheranan mendengar permintaan Nabi Idris.
Tapi Allah memberi wahyu kepada Malaikat Izrail agar dia mencabut nyawa Nabi Idris.
Seketika itu juga Malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris a.s.

Pedihnya Sakaratul Maut.
Setelah menjalankan tugasnya itu Malaikat Izrail menangis atas kematian Nabi Idris sambil memohon kepada Allah untuk menghidupkan kembali Nabi Idris a.s.
Kemudian Allah mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka Nabi Idris pun hidup kembali.
Malaikat Izrail bertanya kepada Nabi Idris a.s.
"Hai Saudaraku, bagaimana rasanya sakaratul maut itu?"

Nabi Idris a.s menjawab,
"Sesungguhnya rasa sakaratulmaut itu saya umpamakan binatang yang hidup dilepas kulitnya dalam keadaan hidup-hidup dan begitulah rasanya sakaratul maut bahkan lebih seribu kali sakit."
Kata Malaikat Maut,
"Secara halus dan berhati-hati aku mencabut nyawa yang seperti itu selama-lamanya."

Itulah sahabatku sekelumit kisah tentang pedihnya sakaratul maut.
Seorang Nabi pun juga merasakan hal yang sama dan terasa sangat pedihnya kala nyawa terlepas dari badan.
Semogo sedikit kisah di atas bisa sebagai pelajaran dan renungan untuk kita semua agar selalu meningkatkan bekal sebelum nyawa terlepas.
Amii.

Makna Aurat Bagi Wanita

Aurat adalah kelemahan, di dalam tubuh wanita itu ada sesuatu yang berharga dan terhormat serta mengundang seseorang mengganggunya sedangkan perempuan itu aurat yang berarti mempunyai kelemahan, mudah dirayu dan tidak mempunyai pertahanan yang kuat sehingga barang berharga yang ada di dalamnya mudah dicuri.
Wanita sering diidentikkan dengan bunga sebagai lam bang keindahan dan simbol kenikmatan.Tidak ada yang lemah gemulainya perempuan,tak heran bila perempuan dijadikan komoditi yang layak dipasarkan dan mendatang kan untung besar,karena itu Rasulullah SAW mengingat kan :
“Sesungguhnya dunia ini sangat manis,Allah menye rahkan kepada kamu untuk melihat bagaimana ka mu berbuat,karena itu berhati-hatilah pada wanita. Sesungguhnya fitnah pertama Bani Israil terjadi ka rena wanita.”
(HR. Muslim)
Rasulullah SAW bersabda :
“Tidak ada suatu cobaan sepeninggalanku yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki yang melebihi bahaya nya,cobaan ya ng berhubungan dengan soal wanita.”
(HR. Bukhari)
Katakanlah kepada wanita yang beriman:“Hendaklah me reka menahan pandangannya,dan kemaluannya,dan jang anlah mereka menampakkan perhiasannya,kecuali yang (biasa) nampak dari padanya,dan henadklah mereka me nutupkan kain kudung kedadanya,dan janganlah menam pakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka,atau ayah mereka,atau ayah suami mereka,atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka,atau wanita-wanita islam,atau budak-budak yang mereka miliki,atau pe layan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita,dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasannya yang mereka sem bunyikan,dan bertaubat lah kamu sekalian kepada Allah, sebagaimana firnan Allah :
“Hai orang-orang yang beriman supaya kamu ber untung”
(An-Nur ayat 31).
Ulama tafsir berpendapat bahwa sebab turun ayat ini masyarakat arab punya tradisi menutup kepala tapi dada terbuka.Sebagaiman diawal dikutip datri pandangan tafsir ash-shobuni dalam shofwatuttafasir.Makanya kemudian dalam ayat ini ada perintah “menutup kain kerudung ke dadanya”.Maksud nya,kenapa kepala di tutup,tapi dada yang lebih privasi tidak ditutup.Maka bagusnya tutuplah sekalian dadanya.
Ada ungkapan yang bagus dalam ayat ini, hendaklah menahan pandangan dan kemaluannya.Ini juga mengisyarat kan apa sebenarnya aurat itu.Pertama berkaitan dengan pangan,dan kedua berkaitan dengan kemaluan.Tafsirnya, apa yang membuat pandangan orang lain tidak nyaman begitupun apa yang membuat kita merasa malu menurut standar etika yang berlaku itu tadi.Maka,bagi kultur masy arakat arab,menutup aurat bagi perempuan adalah deng an menutup kepala,dada dan tangan bahkan ada yang sampai bercadar sesungguhnya itu adalah salah satu ben tuk praktek menutup aurat bagi masyarakat tertentu yang kemudian dilegitimasi oleh islam sebagai contoh saja ka rena kebetulan Al-Qur’an dan islam pertama kali beinte raksi dengan kultur masyarakat arab.Lagi-lagi,jika kita menggunakan pendekatan tekstual literal maka praktek manutup aurat yang benar adalah seba gaimana yang dicontohkan oleh mayarakat arab yang hal tersebut dil egituimasi islam melalui teks Al-Qur’an su rat An-Nur ayat 31 itu. Praktek ini benar dan tidak bisa di salahkan.
Namun,jika kita menggunakan pendekatan kontekstual, maka yang paling penting adalah menangkap pesan mo ral dari ayat ini.Yaitu manjaga pandangan orang lain agar tidak terganggu dan menjaga harga diri kita.Adapun prak teknya sangat bergantung dari standar moral yang ber laku.Quraish Shihab dan Nurcholish Madjid berpan dang an bahwa aurat bagi perempuan indonesia tidak terma suk kepala/rambut.Jadi menggunakan pakaian yang so pan dan tidak ketat /memperlihatkan lekuk tubuh itu su dah masuk standar menutup autar.Praktek ini benar dan tidak bisa disalahkan.