Senin, 20 Juni 2011

Mati Khusnul Khatimah Berkat Anjing

Kisah Islamiah kali ini tentang tobatnya seorang pembunuh, hingga dia mati khusnul khatimah karena jasa baiknya dengan menolong seekor anjing yang sedang sakit parah.

Tobat Nasuha telah dilakukan, namun warga ada yang masih menaruh dendam dan akhirnya membunuhnya. Sebuah kisah yang cocok dibaca di malam hari sebagai renungan kita bersama bahwa hanya Allah saja yang menentukan hidup dan mati seseorang, apakah mati secara khusnul khatimah atau pun Su'ul Khatimah.


BERIKUT KISAHNYA.
Pada zaman dahulu hiduplah seorang ulama besar bernama Abdul Qodir Al Idrus di Turki. Ulama ini memiliki seekor anjing yang menemaninya di sebuah tempat yang sepi.
Dengan bertambahnya usia, Abdul Qodir Al Idrus sering sakit-sakitan, hingga tidak bisa mengurus anjingnya dengan baik.

Anjing ini lambat laun kondisinya semakin memburuk dan akhirnya sakit, tubuhnya penuh dengan koreng dan anjing inimulai menyendiri.
Di waktu yang bersamaan, ada seorang penduduk di Turki ini yang dikenal sebagai pembunuh, dan sebut saja namanya Arham bin Hamid. Ia telah membunuh lebih dari 50 orang sehingga menjadi buron warga setempat.

MENYELAMATKAN ANJING.
Arham akhirnya lari bersembunyi di hutan, dan entah sudah berapa lama dia hidup di kawasan hutan hingga suatu saat ia menemukan seekor anjing yang sedang sakit keras.
Dengan sorot mata yang tajam, epmbunuh ini terus menatap anjing yang sedang terkulai lemas karena penyakit yang di deritanya.

Arham akhirnya mendekati anjing tersebut dan berkata,
"Wahai anjing yang malang, antara aku dan kamu sama-sama menderita, kini kau menjadi temanku dan aku berjanji akan mengobati lukamu hingga kau merasa baikan."



Sejak saat itu, anjing tersebut dalam perawatan Arham, dan seminggu kemudian mulailah terlihat ada kemajuan mengenai kesehatan si anjing ini, dan hal itu ditunjukkan dengan berlarinya anjing mengitari hutan.
Arham pun akhirnya terus mengikuti larinya anjing ini karena saking riangnya.




Terlihat keceriaan di antara mereka berdua, dan tanpa terasa anjing dan Arham ini keduanya telah keluar dari hutan rimba menuju kota Andulussi. Namun tiba-tiba saja sang pembunuh merasa kaget ketika dirinya masih tetap saja diburu oleh warga setempat.
"Pembunuh..pembunuh..," begitu terika orang-orang.
Tanpa bisa mengelak lagi, Arham dikeroyok oleh orang banyak yang masih memiliki rasa dendam kepadanya.

AHLI SURGA.
Pada saat amukan massa mulai tidak bisa terkontrol, datanglah Abdul Qodir Al Idrus melerai mereka. Dan semua masyarakat tahu betul siapa Abdul Qodir, hingga warga mundur dan berdiri di belakang Abdul Qodir Al Idrus.

Tak berapa lama kemudian, Abdul Qodir Al Idrus langsung menghampiri sosok Arham si pembunuh yang sudah tidak bernyawa lagi ini. Salah seorang warga maju dan memberitahukan bahwa yang mereka keroyok itu adal seorang pembunuh, jadi sudah sepantasnyalah dia mati.

Dengan wajah tenang, Abdul Qodir Al Idrus berdiri lalu berkata,
"Wahai kalian semua, ketahuilah bahwa sesungguhnya yang telah kalian bunuh ini adalah ahli surga, ia mati dalam keadaan khusnul khatimah karena amalnya yang telah merawat anjing dari penyakit yang di deritanya. Dan sebagai pembuktiannya, kuburlah dia baik-baik, niscaya kalian semua akan melihatnya."

Antara takut dan penasaran, masyarakat akhirnya menguburkan jasad sang pembunuh ini layaknya orang yang beriman pada umumnya. Pada saat penguburan telah selesai, tiba-tiba dari atas langit bermunculan ratusan bidadari yang menyerukan shalawat Nabi dengan merdunya sebagai pengiring doa orang-orang yang diterima amal kebaikannya.

Dialog Akal Nafsu Dengan Tuhan

Kisah Islamiah kali ini akan menceritakan tentang dialog antara Allah SWT dengan yang bernama Akal dan Nafsu.

Allah SWT menciptakan akal dan nafsu dalam diri manusia. Keduanya pun mengaku bahwa mereka hanyalah sebuah makhluk yang tidak berdaya. Untuk mengendalikan nafsu, Allah SWT menurunkan perintah agar manusia berpuasa.


BERIKUT KISAHNYA...
Allah SWT menciptakan akal.
Allah SWT berfirman,
"Wahai akal, menghadaplah engkau."
Maka akal pun menghadap Allah SWT, kemudian Allah SWT berfirman,
"Wahai akal, berbaliklah engkau."
Lalu akal pun berbalik.


PENGAKUAN AKAL.
Kemudian Allah SWT berfirman,
"Wahai akal, siapakah aku?".
Lalu akal pun menjawab,
"Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang dhaif dan lemah."

Lalu Allah SWT berfirman,
"Wahai akal, tidak Aku ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau."



PENGAKUAN NAFSU.
Setelah itu Allah SWT menciptakan nafsu.
Allah SWT berfirman,
"Wahai nafsu, menghadaplah kamu.".
Nafsu tidak menjawab sepatah kata pun, malah sebaliknya, mendiamkan diri.
Kemudian Allah SWT berfirman lagi,
"Siapakah engkau dan siapakah aku?".
Lalu nafsu berkata,
"Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."

Setelah itu Allah SWT menyiksanya di neraka Jahannam selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya.
Allah SWT berfirman lagi,
"Siapakah engkau dan siapakah aku?".
Lalu nafsu berkata,
"Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau."

Lalu Allah SWT menyiksa nafsu itu dalam neraka lagi selama 100 tahun.
Setelah itu nafsu dikeluarkan dan Allah SWT berfirman lagi,
"Siapakah engkau dan siapakah Aku?".
Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata,
"Aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah Tuhanku."

PUASA BISA MELAWAN NAFSU.
Untuk itulah Allah SWT mewajibkan kita berpuasa, karena nafsu itu sangat jahat.
Hendaknya kitalah yang mengawal nafsu itu dan jangan biarkan nafsu yang mengawal kita, karena kalau dia yang mengawal, maka kita akan menjadi musnah.



Setelah itu Allah SWT memasukkan akal dan nafsu ke dalam diri Adam a.s.
Pada saat Nabi Adam a.s datang ke bumi, keturunan manusia bertambah banyak, maka peranan nafsu dan akal tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Kemungkaran yang terjadi di atas bumi ini adalah dari nafsu, bukan dari akal.

Karena akal dan nafsu ada dalam diri manusia, maka terjadilah pertentangan antara nafsu dan akal, bertentangan antara satu dengan yang lain.
Peperangan nafsu dan akal tidak pernah ada henti-hentinya, terkadang nafsu yang menang, terkadang akal yang menang.

Misal saja kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang baik, maka nafsu akan menolaknya dan mengajak kepada kejahatan, sedangkan akal mengajak kepada kebaikan. Kalau kita mengikuti nafsu, artinya kita kalah, dan sebaliknya, jika kita mengikuti akal maka kita akan menang.

Namun bagaiman pun juga, nafsu ini tetap diperlukan oleh manusia, bila nafsu musnah, manusia juga akan musnah.
Sebagai contoh saja nafsu makan, kalau nafsu makan kita tidak ada, maka manusia akan mati, dan nafsu makan ini merupakan fitrah alami jadi tidak akan hilang.
Begitu juga dengan nafsu terhadap lawan jenis, jika nafsu ini tidak ada, maka manusia tidak akan berketurunan dan akhirnya musnahlah manusia.

Tidur Selama 309 Tahun

Kisah Islamiah kali ini bercerita pendek yang kisahnya dipetik dari ayat-ayat suci Al Qur'an surat Al-Kahfi tentang 7 pemuda yang tertidur selama 309 tahun. Mereka otomatis tidak makan dan tidak minum selama itu, namun badan mereka tetap utuh tidak dimakan tanah.
Subhanallah.


BERIKUT KISAHNYA.
Ashabul Kahfi adalah para pemuda yang diberi taufik dan hidayah oleh Allah SWT sehingga mereka beriman dan mengenal Rabb mereka. Mereka mengingkari keyakinan yang dianut oleh masyarakat mereka yang menyembah berhala.
Mereka hidup ditengah-tengah bangsanya sembari tetap menampakkan keimanan mereka ketimbang berkumpul sesama mereka, dan sekaligus karena khawatir akan gangguan masyarakatnya.

Akhirnya mereka bertujuh sepakat terhadap persoalan ini, mereka sadar, tidak mungkin menampakkannya kepada kaumnya. Mereka brdoa kepada Allah SWT agar memudahkan urusan mereka,
"Wahai Rabb kami, berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami."



Mereka pun menyelamatkan diri ke sebuah gua yang telah Allah SWT mudahkan bagi mereka. Gua itu cukup luas dengan pintu menghadap ke utara sehingga matahari tidak langsung masuk ke dalamnya. Kemudian mereka tertidur dengan perlindungan dan pengawasan dari Allah SWT selama 309 tahun.

Allah SWT membuatkan atas mereka pagar berupa rasa takut meskipun mereka sangat dekat dengan kota yang mereka tempati dulu. Allah SWT sendiri yang menjaga mereka selama di dalam gua.
Allah SWT berfirman,
"Dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri."
(QS. Al-Kahfi: 18).

Demikianlah agar jasad mereka tidak dirusak oleh tanah. Setelah tidur sekian ratus lamanya, Allah SWT membangunkan mereka agar mereka saling bertanya, dan supaya mereka pada akhirnya mengetahui hakekat yang sebenarnya.
Allah SWT berfirma,
"Berkatalah salah seorang dari mereka:'Sudah berapa lama kalian menetap di sini?'
Mereka menjawab:'Kita tinggal di sini sehari atau setengah hari.'
Yang lain berkata:'Rabb kalian lebih mengetahui berapa lamanya kalian berada di sini."
Maka suruhlah salah seorang di antara kalian ke kota membawa uang perakmu ini."
(QS. Al-Kahfi: 19).

Setelah mereka tahu benar bahwa mereka telah tidur selama 309 tahun, maka mereka minta kepada Allah untuk dimatikan kembali.
Subhanallah.
Kisah lengkap dalam kitab suci Al Qur'an surat Al-Kahfi.

Kalajengking di Perut Pemabuk

Kisah Islamiah kali ini tentang pemabuk.
Di dalam kitab Daqoiqul Akbar disebutkan bahwa azab bagi para pemabuk di akhirat kelak adalah perutnya dipenuhi kalajengking, ular serta api neraka.


BERIKUT KISAHNYA.
Telah diriwayatkan oleh sahabat Ubay bin Ka'ab bahwa Rasulullah SAW bersabda,
Pada hari kiamat, orang-orang yang minum arak (pemabuk) akan dihadirkan dengan kendi arak dikalungkan pada lehernya. Sedangkan tambur (alat bunyi-bunyian) berada di telapak tangannya hingga mereka disalib di atas kayu api neraka.

Dari mulut para pemabuk itu keluar bau arak, sehingga orang-orang yang berdiri di sekitarnya menjadi sakit dan mereka memnta pertolongan kepada Allah SWT karena bau busuk mereka. Maka, nerakalah orang-orang yang meminum arak itu.

Ketika dilemparkan ke dalam api neraka, para pemabuk itu menjerit selama 1.000 tahun.
"Aduuh...aku sangat panas, ampun.., berilah aku minum," teriaknya kepanasan.

KERINGAT BUSUK.
Kemudian mereka memanggil-manggil malaikat Malik, akan tetapi Malaikat Malik tidak menjawab panggilan itu selama 80 tahun. Maka jadilah bau keringat mereka menjadi busuk hingga menyakiti tetangga mereka yang ada di neraka.

Lalu, para pemabuk itu memanggil-manggil kembali Asma Allah untuk meminta agar keringat busuk itu dihilangkan.
"Wahai Tuhan kami, hilangkanlah keringat kami," pekiknya tersiksa.




Namun Malaikat Malik tidak menghiraukan mereka, malah Malaikat Malik mengambil dari neraka berupa air yang mendidih dan menyiramkan pada tubuh para pemabuk itu. Para pemabuk makin meringis kesakitan dengan siraman itu.

Tak lama kemudian tangan pemabuk itu terbelenggu, wajah mereka diseret dengan rantai di neraka. Ketika para pemabuk itu merintih-rintih dan meminta minuman, maka didatangkanlah pada mereka air yang mendidih hingga ketika mereka meminumnya, terputuslah usus mereka.

"Berilah aku makanan," pekik mereka yang merasakan lapar.
Malaikat Malik kemudian memberikan kayu Zaqqum dari dasar neraka. Ketika kayu itu dimakan, maka apa yang ada di dalam perut pemabuk itu meleleh serta otaknya juga mendidih.

Maka, keluarlah kobaran api yang menjilat-jilat dari mulut yang diikuti dengan keluarnya isi perut mereka. Tidak hanya itu, lalu setiap orang dari pemabuk itu dimasukkan ke dalam peti yang terbuat dari bara api selama 1.000 tahun, yang tempatnya sangat sempit.
Kemudian para pemabuk itu dikeluarkan dan dimasukkan dalam penjara neraka serta dibelenggu dengan api selama 1.000 tahun juga, sampai mereka merasakan haus yang tiada tara.

NERAKA WAIL.
Namun rintihan pemabuk itu tidak dihiraukan olah Malaikat Malik, dan sebaliknya Malaikat Malik menyuruh ulara dan kalajengking yang besarnya seperti leher unta untuk menggigit kedua telapak kaki pemabuk itu. Kemudian mereka dipakaikanlah mahkota dari api di atas kepala mereka.

Setelah genap 1.000 tahun mereka dipenjara di neraka, lalu dimasukkanlah mereka ke dalam neraka Wail. Neraka Wail merupakan nama jurang dari neraka Jahanam yang sangat panas serta kedalamannya juga sangat dalam.
Di dalamnya terdapat banyak sekali rantai-rantau, ular dan kalajengking.
Ular dan kala jengking itu masuk ke rongga mulut para pemabuk hingga memenuhi perut mereka. Mereka tinggal di dalam neraka Wail selama 1.000 tahun, kemudian mereka memanggil-manggil nama Rasulullah SAW.

"Aduh...Muhammad," teriak para pemabuk itu.
Kemudian Nabi Muhammad SAW mendengar suara itu lalu memohon kepada Allah SWT.
"Ya Tuhanku, telah aku dengar suara seorang dari umatku," tutur Rasul.
Maka Allah SWT berfirman bahwa suara itu berasal dari orang-orang yang gemar mabuk selama di dunia.