Rabu, 20 Juli 2011

Wanita Menjaga Kesucian Rohaninya Dengan Tekun Beribadah

Tanyakanlah pada para wanita, apa yang mereka dambakan? Mungkin semua akan sepakat menjawab ,bahwa mereka merindukan kebahagiaan. Namun pesona dunia dan segenap gemerlap isinya sering membuat wanita silau. Mereka rela melakukan apa saja untuk mengejar materi, harta, kecantikan, pasangan hidup yang ganteng, kaya, dan sebagainya. Ketika segala hal yang sifatnya materi itu mereka dapatkan, ternyata bahagia yang mereka cari luput.
Kenapa? Karena mereka hidup tidak seimbang. Mereka hanya mengejar kebahagiaan yang sifatnya materi, padahal materi tidak bisa menjamin kebahagiaan. Harta tidak bisa membeli kebahagiaan. Seperti kata mutiara :
''Kebahagiaan ada di taman hati kita, dan tidak bisa dibeli dari taman orang lain.''              
Wanita…. Sosok makhluk Allah yang indah.Dia diberi oleh Sang Penciptanya berbagai kelebihan. Dengan kelebihan itu, kaum wanita bisa mendapatkan apa saja yang dia inginkan, termasuk surga. Ya,surga Allah. Tempat yang sangat diidam-idamkan oleh seluruh ummat manusia. Dengan demikian seorang sosok wanita seperti apakah yang dapat meraih ke bahagiaan yang serba riil itu…?
Anas ra.Mengungkapkan,Rasulullah saw bersabda :
Jika wanita shalat lima waktu tepat pada waktunya,berpuasa di bulannya, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya ;‘ Masuklah ke dalam syurga dari pintu syurga mana saja yang kamu sukai’.”
(HR.Ibnu Hibban,dan Thabrani).
Kesucian wanita akan semakin nampak jika seorang wa nita muslimah yang tekun dalam beribadah, Siapapun pasti akan sangat bangga memiliki wanita yang tekun beribadah yaitu wanita yang melaksanakan shalat, zakat, puasa pada bulan ramadhan dan mengerjakan haji bila mampu.
Dengan berusaha tinggal didalam rumah yang merupakan alternatif terbaik dalam kehidupan wanita ketika ia berumah tangga, karena memang itu perintah dari Allah Swt. Sehingga dapat beribadah dengan tenang. Sebagai mana firman Allah swt  :
"Tetaplah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah bertabarruj (berpenampilan) seba gaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyah yang pertama. Tegakkanlah shalat, tunaikan zakat, dan ta’at lah kepada Allah dan Rasul-Nya."
 (Q.S.Al-Ahzab : 33).
Juga menilik ayat 35 dari Q.S.Al-Ahzab di atas maka dapat disimpulkan beberapa sifat wanita shalihah, diantaranya yaitu: bersifat taat, jujur, sabar, khusyu’, suka bersedekah, suka berpuasa, memelihara kehormatannya dan banyak berzikir kepada Allah swt. Syeikh Abdul Halim mengatakan bahwa wanita-wanita shalihah adalah qonitat (orang yang taat) dan hafizhat (orang yang menjaga diri) saat suami tiada.

Kisah Malaikat Pencatat Amal

Setiap manusia dijaga oleh malaikat pencatat amal yang berada di sebelah kanan dan kirinya.

Kisahnya.
Diterangkan dalam sebuah hadits bahwa manusia dijaga oleh malaikat, salah satunya berada di sebelah kanan sebagai pencatat amal kebaikan tanpa kesaksian yang lain, dan yang satunya lagi berada di sebelah kiri sebagai pencatat amal yang jelek, dan dia tidak akan mencatat amal jelek tanpa kesaksian di sebelah kanannya.
Jika manusia duduk, satu malaikat berada di sebelah kanannya dan malaikat lainnya di sebelah kirinya.
Sedangkan jika manusia berjalan, maka satu malaikat berada di belakangnya dan malaikat yang lain berada di depannya, dan jika manusia tidur, malaikat yang satu berada di dekat kepalanya dan yang lain berada di dekat kirinya.


Kesaksian Malaikat.
Dalam riwayat yang lain dijelaskan, ada 5 malaikat yang menyertai manusia, yaitu:
  • Dua malaikat menjaga pada malam hari.
  • Dua malaikat menjaga pada siang hari.
  • Dan satu malaikat yang tidak pernah berpisah dengannya.
Hal tersebut sesuai dengan firman ALlah SWT,

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Artinya:
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
(QS. Ar-Ra'd: 11).

Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa Malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa Malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah Malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut Malaikat Hafazhah.
Tuhan tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.




Yang dimaksud malaikat yang bergantian yaitu malaikat malam dan siang yang melindunginya dari jin, setan dan manusia.
Kedua ma;laikat menulis amal kebaikan dan kejelekan diantara kedua bahunya. Lidahnya sebagai pena, mulutnya sebagai tempat tinta, keduanya menulis amal manusia sampai datang hari kematiannya.

Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya malaikat di sebelah kanan itu lebih dapat dipercaya daripada malaikat di sebelah kiri. Maka jika manusia beramal jelek dan malaikat di sebelah kiri akan menulisnya, maka malaikat di sebelah kananya berkata kepadanya,
"Tunggu dulu, tunggulah selama 7 jam, jika dia beristighfar kepada Allah jangan kau tulis dan jika dia tidak beristighfar maka tulislah satu kejelekan."

Maka ketika dicabut nyawa manusia dan diletakkan dalam kuburnya, kedua malaikat berkata,
"Wahai Tuhanku, Engkau telah menyerahkan kepada kami hamba-Mu untuk menulis amalnya dan sungguh Engkau telah mencabut ruhnya, maka ijinkanlah kami naik ke langit."

Maka ALlah SWT berfirman,
"Langit telah dipenuhi dengan malaikat yang membaca tasbih, maka kembalilah kalian berdua dan bertasbihlah kepada-Ku, bacalah takbir dan tahlil, dan tulislah bacaan-bacaan itu untuk hamba-Ku sampai dia dibangunkan dari kuburnya."

Kiraman Katibin.
Allah SWT berfirman tentang malaikat Kiraman Katibin,
"Aku menanamkan mereka Kiraman Katibin karena ketika menulis amal kebaikan mereka naik ke langit dan memperlihatkannya kepada Allah dan mereka bersaksi atas hal tersebut dengan berkata,
"Sesungguhnya hamba-Mu si Fulan berbuat sesuatu kebaikan demikian dan demikian."

Dan ketika menulis atas seorang hamba amal kejelekan, mereka naik dan memperlihatkannya kepada Allah dengan rasa susah dan gelisah.
Maka Allah SWT berfirman kepada malaikat Kiraman Katibin,
"Apa yang diperbuat hamba-Ku?"
Mereka diam hingga Allah berfirman untuk yang kedua dan ketiga kalinya, lalu mereka berkata,
"Ya Tuhanku, Engkau Dzat yang mengetahui aib dan Engkau memerintahkan hamba-hamba-Mu agar menutupi aib-aib mereka. Sesungguhnya setiap hari mereka membaca kitab-Mu dan mereka mengharap kami menutupi aibnya."

Lalu malaikat Kiraman Katibin mengatakan yang mereka ketahui tentang apa yang diperbuat seorang hamba.
Allah SWT berfiman,
"Maka sesungguhnya kami menutupi aib-aib mereka dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui aib-aib."

Karena inilah mereka dinamakan Kiraman Katiban (yang mulia di siai Allah) dan yang mencatat amal perbuatan.
Referensi dari kitab Daqoiqul Akhbar Fii Dzikril Jannati Wan Nar.