Jumat, 22 Juli 2011

Rasul Sembuhkan Kaki Memar

Nabi Muhammad SAW mendapatkan banyak sekali mukjizat dari Allah SWT sebagai tanda kerasulan-Nya. Dan salah satu mukjizat itu adalah dapat menyembuhkan sakit kaki bekas pukulan atau memar.


Inilah Kisahnya.
Dalam sebuah riwayat dikisahkan pada saat itu telah terjadi Perang Khaibar pada tahun 629 Masehi. Peperangan Khaibar adalah peperangan yang terjadi antara Nabi Muhammad dan pengikutnya dengan orang-orang Yahudi yang tinggal di Oasis Khaibar, sejauh 150 kilo meter dari Madinah di bagian timur laut semenanjung Arab. Pertempuran ini akhirnya dimenangkan oleh umat Islam.

Perang Khaibar init erjadi tidak lama selepas Perjanjian Hudaibiyah. Rasululah SAW memimpin sendiri ekspedisi ketentaraan menuju Khaibar, dan ditempuhnya perjalanan itu selama tiga hari. Khaibar adalah daerah subur yang menjadi benteng utama Yahudi di Jazirah Arab, terutama setelah Yahudi di Madanh ditaklukkan oleh Rasulullah SAW.

Mukjizat Rasul.
Dalam perang tersebut, pasukan muslimn memenangi perang, namun pada saat pasukan muslim sudah menang, Yazid bin Abu Ubaid melihat betis sahabatnya yang bernama Salamah seperti ada bekas pukulan. Betis Salamah terlihat berlumuran darah. Ia pun berkata kepada sahabatnya itu,
"Ini bekas pukulan apa?"
Salamah menjawab, "Ini bekas pukulan yang menimpaku di peperangan Khaibar."

Salamah langsung menemui Rasulullah SAW.
Saat melihat bekas luka itu, Beliau meludahi bekas luka tersebut sebanyak tiga kali, dan tak lama kemudian, Salamah sudah tidak merasakan sakit lagi di daerah betisnya. Para sahabat yang menyaksikan mukjizat itu tak mampu berkata sepatah katapun selain mengakui Kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Subhanalloh..

Kisah Mualaf Kebal Api

Dzu'aib bin Kilab ini dianggap memiliki karomah. Ketika ia dilemparkan ke bara api, tubuhnya tetap sehat dan bugar. Karomah itu diberikan Allah karena ia rela disiksa demi mempertahankan keimanan.
Jadi ingat Kisah Nabi Ibrahim ya.
Subhanallah..


Inilah Kisahnya.
Subhanallah..., ketika iman sudah melekat di dada, siksaan fisik pun tiada artinya. Itulah yang dirasakan Dzu'aib bin Kilab. Padahal sebelumnya ia sama sekali tidak mengenal islam, akan tetapi ketika ia mendengar tentang islam dan aneka cerita tentang sosok dan pribadi dan akhlah Rasulullah SAW, ia akhirnya rela masuk Islam. Anak laki-laki dari Kilab bin Rabi'ah Al-Khaulani ini menjadi penduduk Yaman pertama yang masuk Islam.

Rela Disiksa.
Tapi apa yang terjadi, kepindahannya ke Islam malah menimbulkan masalah besar. Seorang yang bernama Aswad Al Ansi, seorang ilmuwan yang menobatkan diri sebagai pengganti Rasulullah yang khusus menguasai Shan'a, ibukota Yaman.
Berbagai upaya dilakukan Aswad Al Ansi untuk mengembalikan Dzu'aib bin Khilab kepada keyakinannya semula.




Tapi dengan ketulusan hati, Dzu'aib tidak mau mengakui Aswad, ia yakin dia adalah nabi palsu. Tapi penolakannya ibu berbuah kecaman dan ancaman, hingga ia pun dipanggil menghadap Aswad.
"Kenapa engkau tidak mempercayaiku, aku juga nabimu," tegur Aswad.
"Aku tidak melihat tanda-tanda kenabian (akhlak yang mulia) pada dirimu," jawab Dzu'aib dengan lantang.
Mendapat jawaban itu, Aswad begitu marah dan berteriak dengan keras,
"Hai Dzu'aib, apakah kamu sadar apa yang kamu katakan tadi?"

Subhanallah..
Diluar dugaan, Dzu'aib ini tetap tegar dengan pendiriannya.
"Tidak ada yang perlu aku takuti, aku tetap beriman kepada Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya," jawab Dzu'aib dengan bangga.
Suasana seketika menjadi tegang, Aswad pun mengancam akan membunuh Dzu'aib.
"Apakah engkau tidak takut jika tubuhmu kami lempar ke bara api itu?" ucap Aswad menggertak.
Tapi dengan keberanian yang luar biasa, Dzu'aib justru tersenyum seraya berseru,
"Aku minta izin, aku mau berdoa dulu kepada Allah SWT."

Dialog tawar menawar akidah itu pun berakhir buntu. Dzu'aib tetap bersikeras bahwa Aswad adalah bukanlah nabi melainkan pendusta alias nabi palsu.


Dilempar ke Bara Api.
Akhirnya Aswad menyuruh beberapa prajuritnya untuk melempar Dzu'aib ke dalam bara api yang disebutnya sebagai neraka. Rupanya Aswad sudah menyiapkannya untuk Dzu'aib. Dengan kepasrahan yang sangat tinggi, Dzu'aib akhirnya menjalani hukuman dengan dimasukkan ke dalam api.

Tapi aneh, begitu ia dilempar, semua mata terbelalak, seperti layaknya menyaksikan kisah Nabi Ibrahim a.s yang kebal api. Tubuh Dzu'aib tidak terbakar, seolah dingin di tengah kobaran api, tubuhnya tak terbakar sedikitpun.
Subhanallah..

Kisah ini diceritakan oleh Ibnu Wahab dari Ibnu Lahi'ah dalam kitab Al Shahabat.