Selasa, 02 Agustus 2011

MENJAGA KESUCIAN DENGAN TUNTUNAN AGAMANYA


Jika kita lihat sekarang ini, semangat ibadah menjadi semakin tinggi dibandingkan dengan kaum lelaki. Sesibuk apapun seorang wanita muslimah senantiasa menyempatkan dirinya untuk beribadah hal ini terbukti jama’ah wanita lebih banyak ketimbang lelaki di Masjid. Bahkan dalam acara pengajian rutinpun lebih di dominasi oleh kaum hawa, seolah-olah ibadah sudah mendarah daging baginya.
Tak ada detik yang berlalu dan langkah yang terayun, kecuali menuju ridhanya. Detik dan langkah adalah tanggung jawab yang kelak akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Seorang wanita muslimah khususnya Istri shalihah tidak akan melihat dunia dengan sebelah mata,tapi akan memaknai dunia ini sebagai sarana badah kepada Allah SWT. Apalagi hidup di alam fana ini sangatlah singkat dibandingkan dengan akhirat yang tidak ada akhir. Untuk itu, alangkah sayangnya jika dunia yang sebentar ini disia-siakan.

Seorang wanita yang menjaga kesucian agamanya akan beribadah disertai hati yang ridla, maka seberat apapun ibadah akan terasa ringan.Bahkan jika iman sudah mengendali kan hati,akan muncul kekuatan untuk selalu rindu menemui Rabbnya. Sebaliknya jika ibadah hanya sekedarnya saja, tak memiliki ruh (iman), maka ibadah akan terasa berat dan melelahkan. Tidak menutup kemungkinan lambat-laun ibadah akan terasa membosankan dan dicari alasan sebagai pembenaran dalam meninggalkan ibadah itu. Bila demikian adanya, maka ibadah apapun yang dilakukan seseorang akan terasa hampa tanpa bisa merasakan nikmatnya beribadah terutama dekat dengan Sang Khaliq. Sebagaimana firman Allah SWT.:
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin,apabi la Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu keteta pan,akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tenta ng urusan mereka.Dan barangsiapa mendurha kai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah se sat,sesat yang nyata.
(Qs.Al-Ahzab  : 36)

Sejarah Sihir

Ilmu sihir itu sudah ada sejak zaman dahulu. hingga kinipun ilmu tersebut tetap dipraktekkan oleh manusia baik untuk tujuan jahat maupun kebaikan.



Kisahnya.

Sihir dalam kaca mata mistik adalah sistem konsep yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam termasuk kejadian, obyek, orang dan fenomena fisik melalui mistik, paranormal atau supranatural. Oleh karena itulah dalam banyak kebudayaan, sihir berada di bawah tekanan dari dan dalam kompetisi dengan ilmu pengetahuan dan agama.


Sihir dalam bahas Arab berasal dari kata sharo atau sihrun yang berarti sihir atau tipu daya.
Menurut para ulama, sihir adalah perkara atau kejadian yang luar biasa dalam pandangan orang yang melihatnya. Sihir dapat dipelajari. Seseornag yang mempelajari, mengetahui dan mengerjakan sihir, tentu ia akan dapat melakukan perkara tersebut.

Sementara hakekatnya, sihir ini tidaklah dapat dikatakan sebagai sesuatu yang luar biasa karena sihir dapat dipelajari. Hnya orang-orang yang melihatnya tidak mengetahui hingga dapat dikatakan tertipu daya oleh si pelaku sihir itu.

Sejarah Sihir.
Ilmu sihir ini pertama kalai ada pada zaman Nabi Sulaimana a.s.
Dahulu para setan naik ke langit untuk mencuri kabar yang disampaikan oelh para malaikat tentang sesuatu yang akan terjadi di muka bumi berupa kematian, ilmu ghaib, dan perintah Allah SWT.
Allah memberitahukan kepada Nabi Sulaiman tentang tipu daya setan tersebut, lalu Nabi Sulaiman memendam seluruh catatan kalimat di bawah kursi kerajaan dan tidak ada satu setan pun yang mampu mendekatinya.




Setelah Nabi Sualiman wafat, setan berubah wujud seperti manusia dan berusaha mengeluarkan catatan tersebut dari bawah kursi Sulaiman, kemudian dia mengatakan kepada manusia,
"Apakah kalian ingin mendapatkan harta karun yang tidak pernah terbatang?"
Maka setan menunjukkan sihir yang dipendam oleh Nabi Sulaiman di bawah kursinya lalu dipelajari oleh manusia dari zaman ke zaman.

Zaman Nabi Muhammad.
Kemudian pada zaman Nabi Muhammad, tersebar tuduhan dikalangan orang-orang Yahudi bahwa Nabi Sulaiman mengejarkan sihir, begitu pula malaikat Jibril dan Mikail.
Lalu turun ayat sebagai bantahan terhadap tuduhan Yahudi tersebut.
Yang benar adalah bahwa Nabi Sulaiaman tidak pernah mengajarkan sihir apalagi sebagai tukang sihir, begitu pula kedua malaikat, Jibril dan Mikail.

Karena itulah dalam ajaran islam sihir tergolog syirik.
Itulah sedikit kisah asal mula ilmu sihir yang telah ada di dunia ini.
(Dicuplik dari kitab Ibnu Katsir).