Rabu, 03 Agustus 2011

KETAATAN DAN MENINGGALAKAN KEHARAMAN


Makna taat adalah menjalankan kewajiban yang diperin tahkan Allah SWT,menjauhi kebathilan dan berhenti da lam batas-batasnya.Mujahid berpendapat mengenai fir man Allah :
Dan janganlah kamu lupa bagianmu di dunia.”
(QS. al-Qashahsh : 77).
Berdasarkan ayat di atas maksudnya bahwa hendaknnya  seorang itu melakukan ketaatan kepada-Nya.
Perlu diketahui bahwa pangkal  taat itu adalah pengetahu an kepada Allah,berharap-harap cemas kepada Allah,dan mendekat kepada-Nya.Jika seorang hamba tidak mempu nyai sikap seperti ini,maka dia belum mencapai iman yang sebenarnya.Sebuah ketaatan tidak sah tanpa ada nya pengetahuan kepada-Nya.Selain itu,keyakinan  kepa da-Nya sebagai Pencipta yang Maha Mengetahui lagi Ma ha Berkuasa tidak akan tergapai tanpa sebuah ilmu,dan tidak bisa  digambarkan hanya dengan keraguan.Sebagai mana firman Allah SWT :
Tiada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.Dan Dialah Maha Mendengar lagi Maha Melihat,”
(QS. al-Syura : 11)
.

MENGAJAK KEPADA HAL-HAL YANG MA’RUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR

Dengan menyuruh hal-hal yang baik dan mencegah dari hal-hal yang munkar, yang harus dilakukan oleh seorang wanita muslimah dengan hati-hati, dengan pertimbangan dan mendalam dan bijak. Oleh karenanya, dia melawan ke jahatan dan berusaha untuk membongkarnya, mencegah perbuatan-perbuatan tersebut sehingga tidak mendorong kepada fitnah yang lebih besar. Ketika seorang wanita muslimah mengajak kepada yang baik dan mencegah dari kemungkaran, dia harus bersikap tulus kepada orang-orang Islam lainnya,karena agama adalah nasehat.Jika demikian keadaannya,maka dia tidak punya pilihan lain kecuali menyuruh apa yang baik dan mencegah apa yang munkar untuk memenuhi makna nasihat sebagaimana dikemukakan Rasulullah : “Agama adalah nasihat. Kami bertanya,”Terhadap siapa?” Beliau menjawab,”Terhadap Allah, Rasul-Nya dan para pemimpin Islam serta rakyat secara umum.” (HR. Muslim) Nasihat dan tindakan mengajak kepada yang baik serta mencegah dari yang munkar ini mendorong seorang wani ta muslimah sejati untuk mengungkapkan kebenaran se cara terbuka di hadapan seorang penindas.Jika umat ini ingin tetap hidup dengan memiliki martabad,harga diri dan kehormatan,hal itu bergantung kepada adanya kebe ranian,orang takut berdiri di depan penindas.Jika umat ti dak memiliki orang-orang yang demikian,maka yang terja di adalah malapetaka,sebagaimana sabda Rasulullah : “Jika kamu melihat umatku takut untuk menghada pi penindsas dan mengatakan kepada mereka “Kamu penindas”, maka selesailah sudah. Banyak hadits memberikan inspirasi kepada umat Islam untuk melakukan tindakan-tindakan heroik dalam mela wan kepalsuan,mendorongnya bahwa heroisme tidak ak an melenyapkan rizki atau mengurangi usia. Karena prinsip menyuruh kepada kebaikan dan mence gah dari kemungkaran merupakan prinsip dasar yang di atasnya masyarakat Islam dibangun,hal ini akan mena namkan keteguhan di hati umat Islam sehingga mereka bisa berdiri menghadapi kezaliman dan memberikan ban tuan kepada orang-orang yang tertindas.Ajaran Rasulu llah memperkuat sikap yang mulis dan heroik ini serta me negaskan bahwa Allah akan mendukung para hambanya yang membela kebenaran. Seorang wanita muslimah yang tulus keislamannya dan memiliki iman yang kuat adalah orang yang benar-benar menghin dari kebimbangan,keburukan dan kesombong an.Dia tidak menganggap masalah keagamaan sebagai hal yang sepele atau mengabaikan perintah untuk menyu ruh kepada ke baikan,atau berhenti untuk mencela atau melawannya semaksimal mungkin.