Pada sebuah teras rumah, ada seorang gadis manis. Dia menggerutu lirih,
"Sepertinya aku selalu merepotkan kakak-kakakku saja," desahnya.
"Begitu juga aku sering merepotkan orang lain," sambungnya.
Kemudian gadis kecil ini membayangkan sederet artis idola yang pernah dilihatnya di televisi.
"Mereka manis-manis dan hebat, aku ingin seperti mereka."
"Seandainya bisa, aku ingin menjadi salah satu dari mereka," sambungnya lirih.
Tanpa disadari, kebetulan ada seorang kakaknya yang sedang berada di balik jendela mendengarnya.
Mendengar suara itu, sang kakak lalu menghampiri adiknya. Kemudian diberikannya sebuah jambu dan sebuah permen pada adiknya itu.
"Adikku, makanlah jambu merah ini," kata kakaknya.
Lalu jambu merah itu dimakan oleh sang adik.
"Gimana rasanya jambu itu dik?" tanya sang kakak.
"Rasanya sepet kak," jawab si adik.
"Walaupun sepet, tapi kamu suka kan?"
"Iya kak."
"Selain dirimu, di luar sana masih banyak puluhan bahkan ribuan orang yang suka dengan jambu merah ini. Ingat walaupun rasanya sepet," kata kakak.
"Nah, begitu pula perihal dirimu dik. Dirimu itu ibarat sebuah jambu merah kamu mungkin rasanya sepet. Walaupun engkau merasa dirimu merepotkan kakakmu, dia akan tetap menyukaimu, menyayangimu. Di luar sana masih ada puluhan orang atau bahkan ratusan orang yang kamu kenal akan tetap menyukaimu dengan rasamu yang sepet itu," jelas sang kakak.
"Jadilah dirimu sendiri, engkau tidak perlu menjadi permen agar terlihat manis," ujar kakanya sembari menunjuk permen yang dipegang adiknya.
"Walaupun permen ini rasanya manis, banyak ibu-ibu yang nggak suka anaknya makan permen. Kakak kira bukan ibu-ibu saja, banyak orang dewasa yang tidak suka makan permen," imbuh kakaknya.
"Tetaplah menjadi jambu merah bagi kakakmu ini, karena pasti orang tidak akan melarang kita menyukai sebuah jambu," ujar kakanya sambil memeluk adiknya.
"Aku yakin, suatu saat nanti, waktu dan pengalaman yang akan mematangkan pribadimu," nasehat sang kakak.
Si adik sangat terharu mendengar nasehat kakaknya. Mereka berdua saling tersenyum lirih.
Lalu, sambil tertawa riang, mereka berlari keluar halaman untuk bermain di lapangan dekat rumahnya.
NB:
Untuk adikku tersayang yang ada di kampung sana, tak apa andai kamu selalu merepotkanku, jangan pernah membebani pikiranmu ya, Luv You Forever.
Wanita adalah sumber mata air terpenting yang mengalirkan ketenangan, kebahagian, dan Kelembutan, diciptakan dengan keindahan dan tampil sebagai makhluk terindah
Kamis, 06 Oktober 2011
Dialog Rasulullah dengan Iblis
Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Iblis,
"Wahai Iblis, apakah ikhtiarmu atas umatku. Aku telah dibangkitkan untuk menyelamatkan manusia agar beriman kepada Allah SWT."
"Ya Rasulullah, demi kemuliaanmu aku akan bersungguh-sungguh menyesatkan umat manusia dari mengikuti ajaranmu. Aku akan mencampurkan lelaki dengan wanita supaya mudah aku menyelah di tengahnya," jawab Iblis.
"Wahai Iblis, apalagi yang engkau musykilkan?" tanya Rasulullah SAW.
"Ya Muhammad, sebenarnya aku amat heran dengan sikap umatmu dalam dua perkara, yaitu mereka mencintai Allah SWT, tapi pada masa yang sama mereka masih melakukan maksiat dan perbuatan munkar. Kedua, mereka sangat benci akan tabiatku, tetapi mereka masih mau mengikuti hasutanku," jawab Iblis.
Firman Allah SWT kepada Iblis,
"Sesungguhnya engkau adalah makhluk terkutuk, demi kemuliaanKu, akan Aku berikan kepada umat Muhammad dua kegembiraan, yaitu kecintaan mereka terhadapKu dan Aku jadikan penebus dosa di atas kesalahan yang telah mereka lakukan. Kedua, marahnya mereka terhadapmu akan Aku jadikan penebus dosa bagi maksiat yang telah mereka lakukan.."
Maka tercenganglah Iblis mendengar penjelasan sedemikian rupa dari Allah SWT.
Sadarlah Iblis bahwa umat Muhammad adalah umat yang disayangi Allah SWT Yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihi.
"Wahai Iblis, apakah ikhtiarmu atas umatku. Aku telah dibangkitkan untuk menyelamatkan manusia agar beriman kepada Allah SWT."
"Ya Rasulullah, demi kemuliaanmu aku akan bersungguh-sungguh menyesatkan umat manusia dari mengikuti ajaranmu. Aku akan mencampurkan lelaki dengan wanita supaya mudah aku menyelah di tengahnya," jawab Iblis.
"Wahai Iblis, apalagi yang engkau musykilkan?" tanya Rasulullah SAW.
"Ya Muhammad, sebenarnya aku amat heran dengan sikap umatmu dalam dua perkara, yaitu mereka mencintai Allah SWT, tapi pada masa yang sama mereka masih melakukan maksiat dan perbuatan munkar. Kedua, mereka sangat benci akan tabiatku, tetapi mereka masih mau mengikuti hasutanku," jawab Iblis.
Firman Allah SWT kepada Iblis,
"Sesungguhnya engkau adalah makhluk terkutuk, demi kemuliaanKu, akan Aku berikan kepada umat Muhammad dua kegembiraan, yaitu kecintaan mereka terhadapKu dan Aku jadikan penebus dosa di atas kesalahan yang telah mereka lakukan. Kedua, marahnya mereka terhadapmu akan Aku jadikan penebus dosa bagi maksiat yang telah mereka lakukan.."
Maka tercenganglah Iblis mendengar penjelasan sedemikian rupa dari Allah SWT.
Sadarlah Iblis bahwa umat Muhammad adalah umat yang disayangi Allah SWT Yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihi.