Selasa, 18 Oktober 2011

Lewati Malam Pengantin dengan Shalat

Sebagai seorang wanita, Muadzah binti Abdullah termasuk seorang yang ahli ibadah, bahkan ketika menjalani malam pertama untuk pengantin baru, ia dan suaminya melaluinya dengan shalat semalam penuh.

Berikut Kisahnya.
Muadzah binti Abdullah merupakan wanita teladan dalam sejarah islam. Ia tumbuh dekat dengan para sahabat dan mendapatkan banyak ilmu dari mereka. Muadzah termasuk wanita yang sangat gemar membaca Al Qur'an, terutama setelah shalat Shubuh.
Dirinya selalu membaca Al Qur'an di pagi hari dan sore hari. Hatinya selalu melantunkan zikir kepada Allah SWT. Tak ada rutnitas pun yang bisa menghalanginya untuk beribadah, bahkan hingga hari pernikahannya.

Rajin Beribadah.
Muadzah ini menikah dengan Shilah bin Asyyam yang juga merupakan salah seorang yang terhormat, pemimpin teladan, pemilik kemuliaan, zuhud dan rajin beribadah. Pasangan suami istri ini bagaikan lautan ilmu dan ahli fiqih, serta memiliki sikap wara' dan zuhud.

Salah satu kisahnya yang terkenal dari pernikahan Muadzah adalah saat malam pegantinnya.
Setelah keduanya berada dalam satu rumah, Shilah lantas mengucapkan salam kepada Muadzah, kemudian suaminya berdiri untuik shalat, lalu Muadzah pun berdiri mengikutinya shalat.

Keduanya larut dalam shalat hingga fajar menyingsing keesokan paginya. Mereka berdua terus beribadah hingga keduanya lupa bahwa mereka sedang menjalani malam pengantin. Muadzah dan suaminya pun menjalani kehidupan dalam rangka mencari keridhaan Allah SWT.




Muadzah mengambil teladan dari suaminya dalam hal beribadah, sehingga dirinya menjadi salah satu wanita yang menjadi simbol dalam ibadah. Ia menjadi seorang mukmin yang ikhlas karena Allah SWT. Ia menghidupkan semua malamnya untuk beribadah, sehingga sifat bijaksananya mengalir dari setiap kata yang terucap dan sikap dari perbuatannya.

Segala ucapan Muadzah tak pernah lepas dari nasehat dan peringatan tentang dunia. Salah satu ucapannya yang terkenal adalah,
"Wahai anakku, jadikanlah pertemuan denganAllah SWT dengan diiringi sikap waspada dan pengharapan. Sebab, saya melihat orang yang berharap mendapatkan hak dengan kebaikan tempat kembali di hari ia menghadap-Nya. Saya melihat orang yang takut mendapatkan angannya, akan keselamatan di hari dimana orang-orang berdiri menghadap Tuhan semesta alam."

Wanita Teladan.
Sepeninggal suaminya, Muadzah masih hidup lebih dari 20 tahun. Setiap hari selalu ia lewati akan persiapan diri bertemu dengan Allah SWT. Ia berharap dapat berkumpul kembali dengan suami dan anaknya dalam naungan kasih sayang-Nya.

Dikisahkan, saat menjelang ajalnya, Muadzah menangis kemudian tertawa.
"Apa alasan untuk menangis dan apa alasan untuk tertawa?" tanya salah seorang pentakziah kepada Muadzah.
"Adapun tangisanku yang kalian lihat karena saya mengingat perpisahan dengan aktivitas puasa, shalat dan zikir, itulah tangisanku tadi. Adapun senyuman dan tawaku, karena saya melihat almarhum suamiku telah menyambutku di beranda rumah dengan dua kalung berwarna hijau. dan ia bersama dalam rombongan. Sungguh saya tidak melihat mereka mempunyai kalung yang menyamainya. Maka saya tertawa," jawab Muadzah.

Setelah meninggal dunia, nama Muadzah selalu disebut-sebut sebagai ahli ibadah. Semoga Allah SWT merahmati dan melindunginya dari api neraka, membalasnya dengan balasan terbaik dan menggabungkannya dengan orang-orang yang shalih.
Sungguh Seorang Wanita yang Mulia dan Teladan.

Kristiani Masuk Islam berkat Sedekah

Seorang muslim yang kaya raya tidak jadi memperoleh dua istana yang cantik karena menolak bersedekah. Lantas dua istana itu diberikan kepada seorang kristiani karena ia memberikan sedekah yang diinginkan oleh orang miskin, bahkan akhirnya orang kristiani itu masuk Islam.


Berikut Kisahnya.
Al Kisah disebutkan bahwa di kota Array hiduplah seorang pedagang yang kaya raya.
Suatu hari, kebetulan hari Asysyura, datanglah seorang miskin meminta sedekah. Ia tahu bahwa pemilik rumah
itu adalah pedagang yang terkenal, karena itu si miskin itu berniat meminta sedikit sedekah.

Setelah mengetuk pintu, berkatalah si miskin,
"Wahai Tuan Pedagang, saya adalah seorang miskin yang mempunyai tanggungan keluarga. Demi kehormatan dan kemuliaan hari ini, saya meminta pertolongan dari Tuan, maka berilah saya sedekah sekeadarnya berupa sepuluh keping roti, lima potong daging dan uang 2 dirham."

Setelah melihat sejenak ke arah si miskin, pedagang itu menjawab,
"Datanglah selepas waktu Dzuhur."
Selepas waktu zuhur, si miskin itu pun datang demi memenuhi janjinya. Sayangnya, si pedagang kaya itu tidak menepati janjinya dan menyuruh si miskin datang lagi selepas shalat Ashar.

Si miskin sebenarnya merasa kecewa karena si pedagang tak menepati janjinya. Namun ia menuruti juga apa yang dikatakan si pedagang. Ia kembali lagi ke jalan sampai menunggu Ashar.

Menolak Bersedekah.
Tak lama kemudian, si miskin datang lagi selepas waktu yang dijanjikan untuk kali kedua. Dengan penuh harap agar si pedagang kaya itu memenuhi janjinya dan memberinya sedekah.
"Aku kembali tepat pada waktu yang Anda katakan," ujar si miskin.

Namun, ternyata si pedagang tidak memberikan apa-apa. Sungguh kecewa hati si miskin melihat hal ini. Ia sangat menyayangkan sikap kikir si pedagang, padahal ia sangat kaya dan si miskin itu hanya berniat meminta sedikit saja harta si pedagang.

Dengan membawa kekecewaan, pergilah si miskin ini dari rumah si pedagang kaya. Di waktu si miskin berjalan mencari-cari, ia lewat di depan seorang kristiani sedang duduk-duduk di depan rumahnya. Si miskin sudah tidak tahu lagi harus meminta kepada siapa.

Ia akhirnya meminta kepada orang yang ditemuinya itu. Kepada orang kristiani itu, si miskin meminta sedekah,
"Tuan, demi keagungan dan kebesaran hari ini, berilah saya sedekah untuk menyara keluarga saya," pinta si miskin.
Si kristiani bertanya," Hari apakah ini?"
"Hari ini adalah hari Asy-Syura," kata si miskin sambil menerangkan keutamaan dan kisah-kisah hari Asy-Syura.

Rupanya orang kristiani itu sangat tertarik mendengar cerita si miskin dan hatinya berkenan untuk memberinya sedekah.
Setelah mendengar kisah dan cerita mengenai bulan Asy-Syura, si kristiani bertanya,
"Katakan apa hajatmu padaku."
Berkata si miskin," Saya memerlukan sepuluh keping roti, lima potong daging dan uang dinar 2 dirham saja."

Dengan segera si kristiani itu memberi si miskin sedekah semua keperluan yang dimintanya. Si miskin pun kembali pulang dengan hati yang riang gembira kepada keluarganya.


Dua Istana.
Di lain tempat, si pedagang pelit tersebut kemudian bermimpi dalam tidurnya.
"Angkatlah kepalamu," kata suara dalam mimpinya.
Lalu ia mengangkat kepala, tiba-tiba saja ada gambaran di hadapan matanya dua buah istana cantik. Sebuah bangunan yang dibangun dari batu bata terbuat dari emas dan sebuah lagui dibangun dari batu batuan yang berkilauan warnaya.

Ia bertanya,
"Ya Tuhan, untuk siapakah bangunan yang sangat cantik dan indah itu?"
Lalu terdengar jawaban,
"Semua bangunan ini adalah untuk kamu andai saja kamu mau memenuhi keinginan si miskin yang meminta sedekah ke rumahmu itu. Namun kini bangunan itu dimiliki oleh seorang kristiani yang sebelumnmya beragama Kristen."

Sontak saja si pedagang terbangun dari tidurnya, ia pun segera pergi mencari si kristiani yang dimaksudkan dalam mimpinya itu.
Setelah bertemau, si pedagang bertanya,
"Amal apakah gerangan yang telah engkau perbuat semalam hingga engkau mendaptkan dua buah istamna yang cantik?"

Orang kristiani itu pun menceritakan tentang amal yang diperbuatnya bahwa ia telah bersedekah kepada si miskin yang memerlukannya pada hari Asy-Syura itu.
"Juallah amal itu kepadaku dengan seratus ribu dirham," kata si pedagang.
"Ketahuilah wahai pedagang, sesungguhya amal baik yang diterima oleh Allah SWT itu tidak dapat diperjualbelikan, seklaipun dengan harga bumi dan seisinya," jawab si kristiani.

"Mengapa Anda begitu bersemangat, sedangkan Anda bukan seorang Islam," tanya si pedagang.
"Benar, kemarin aku bukan seorang muslim, tapi setelah mendengar cerita tentang hari Asy-Syura tadi malam saya sudah mengucapkan kalimat syahadat serta mengakui kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Apalagi ditambah oleh penuturanmu yang mengatakan bahwa sedekah akan diganti dengan isatana di surga, maka aku sangat bersemangat," jawab si kristiani ini yang ternyata pada malamnya sudah menjadi seorang muslim.