Kamis, 27 Oktober 2011

Dialog Rasulullah dengan Onta

Sebagai utusan Allah SWT, banyak sekali mukjizat yang dimiliki oleh Rasul SAW. Dan kali ini salah satunya adalah Rasulullah SAW mampu berdialog dengan seekor onta yang akan disembelih oleh pemiliknya.

Kisahnya.
Ada salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang bernama Uqa'il bin Abu Thalib. Dia ini seorang yang baru saja masuk islam. Rasul tahu kalau Uqa'il masih memiliki keraguan terhadap Rasul SAW. Sehingga, jika Rasulullah melakukan perjalanan, beliau selalu mengajak Uqa'il untuk menjadi teman selama perjalanan.
Salah satunya adalah ketika Rasulullah berniat berkeliling Ngeri Arab, beliau mengajak Uqa'il untuk menemaninya salama perjalanan.

Selama dalam perjalanan itu, sifat Rasulullah SAW yang begitu ramah dan baik hati sangat terlihat. Hampir di setiap perjalanan, beliau berhenti sejenak untuk beristirahat dan mencoba untuk lebih dekat dengan penduduk Arab. Beliau pun selalu berkomunikasi dan menolong mereka yan membutuhkan pertolongan.

Uqa'il dan para penduduk Arab merasa sangat kagum dengan sosok Rasulullah SAW yang begitu santun dengan siapapun, termasuk kepada orang miskin bahkan seorang pengemis, sehingga para penduduk Arab tidak ragu lagi untuk berbicara, bertanya dan mengadu tentang segala sesuatu yang mereka alami kepada Rasululah SAW. Tidak hanya manusia yang mengadu dan bercerita tentang suatu masalah, bahkan seekor onta pun mendatangi beliau dan menceritakan perihal yang dialami.


Pengaduan Onta.
Di tengah perjalanan, Nabi Muhammad SAW dan Uqa'il melihat seekor onta yang berlari seperti dikejar sesuatu. Beliau akhirnya berhenti untuk memastikan apa yang tengah terjadi pada onta tersebut. Di saat Rasul SAW berhenti, tiba-tiba onta tersebut berlari dan meloncat menuju ke hadapan Rasul SAW, sampai hampir menabrak tubuh Raulullah.

Rasulullah SAW sangat terkejut dengan kehadiran onta itu ke depannya secara tiba-tiba. Beliau bertanya,
"Apa yang engkau alami, sampai engkau meloncat sejauh itu hingga di depanku?" tanya Rasul SAW.
Onta yang terlihat ketakutan itu langsung menjawab,
"Ya, Rasulullah, aku minta perlindungan darimu."
Uqa'il yang melihat dan mendengar Rasulullah SAW berkomunikasi dengan seekor onta itu, ia merasa sangat keheranan dan hampir tak percaya dengan apa yang telah dilihatnya. Namun, hal itu benar-benar terjadi di depannya.

Akhirnya, Uqa'il yang semula tidak yakin dengan mukjizat utusan Allah SWT tersebut, sekarang menjadi yakin.
"Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini karena sempat meragukan kemuliaan utusan-Mu. Mulai sekarang, aku akan selalu tunduk kepada Rasululah SAW dan akan selalu mematuhi perintahnya," ucap Uqa'il dalam hati.

Selang waktu beberapa saat, datanglah seorang Arab yang membawa pedang tajam. Nabi SAW sangat heran dengan orang Arab tersebut.
"Hendak apakah engkau, terhadapku atau dengan onta ini?" tanya Rasululah SAW.
"Wahai Rasul Allah, aku telah membelinya dengan harga yang sangat mahal, akan tetapi dia tidak mau taat dan tidak mau jinak kepadaku, maka akan aku potong saja dan akan aku berikan dagingnya kepada orang-orang yang memerlukannya," jawab orang Arab itu.

Penyelesaian Bijaksana.
Nabi Muhammad SAW bertanya kepada onta,
"Mengapa engaku mendurhakai dia?" tanya Rasul SAW.

Onta itu pun menjawab,
"Wahai Rasulullah, aku mendurhakainya karena perbuatannya yang buruk. Ia terus menerus tidur, meninggalkan shalat Isya. Seandainya dia mau berjanji kepada engkau untuk mengerjakan shalat Isya, maka aku berjanji pula untuk tidak mendurhakainya, sebab aku sangat takut kalau Allah SWT menurunkan siksaan-Nya kepadaku," jelas onta itu.

Setelah mendengar penuturan onta yang panjang lebar itu, Nabi Muhammad SAW pun mempercayainya, dan orang Arab itu tidak bisa berkelit lagi karena sudah ada bukti dari onta miliknya.
"Aku akan mengembalikan onta ini kepadamu, asalkan engkau berjanji untuk tidak meninggalkan shalat Isya. Akan tetapi jika engkau tidak mau, maka aku akan membawa onta ini," tutur Rasul SAW.
"Ya Rasululah, aku berjanji tidak akan meninggalkan shalat Isya lagi dan berjanji pula tidak melakukan maksiat. Jika aku melakukannya, maka onta itu akan aku berikan kepadamu," jawab orang Arab itu dengan sungguh-sungguh.

Setelah emndengar pernyataan orang Arab itu, akhirnya Rasululah SAW menyerahkan onta itu kepada pemiliknya. Rasulullah SAW pun kembali meneruskan perjalanan dengan Uqa'il yang semakin kagum dengan Nabi Muhammad SAW.

Implikasi Negatif Bila Wanita Bekerja Di Luar Rumah



Isu wanita sering dijadikan isu murahan  untuk menyerang ideologi Islam. Sejak dahulu, mereka secara terang-terangan menyerang Islam yang kononnya  selalu mengongkong  wanita  didalam aspek kehidupan. Mereka berusaha mengubah perspsi umat dengan memperlihatkan seolah-olah mereka memperjuangkan hak wanita, sedangkan hakikatnya merekalah yang paling banyak memperlecehkan  dan merendahkan maeratabat wanita yang mulia.



Ada orang yang berpendapat bahwa wanita yang be kerja di luar rumah bisa membantu percepatan kemajuan masyarakat dan peningkatan pertumbuhan produksi. Tetapi, keluarnya wanita dari rumah untuk bekerja akan menimbulkan sejumlah implikasi berikut ini :



a.       Anak-anak tidak mendapatkan kasih sayang dan bimbingan, padahal proses pendidikan harus dilandasi oleh rasa cinta kasih, kejujuran, kebersamaan, serta jangka waktu wujud cukup lama. Tanpa itu semua tak akan mungkin terwujud proses pendidikan.Tempat-tempat  penitipan dan pengasuhan anak pada sebagian masyarakat dunia akan terlihat tidak bisa merealisasikan bagi anak-anak apa-apa yang bisa direalisasikan untuk mereka bila dalam rumah. Ini dikarenakan pengasuh wanita di tempat penitipan tidak memiliki hati keibuan meski punya pengalaman dan pendidikan. Ia tidak bisa sabar, telaten, dan tidak punya motivasi kuat serta tidak memiliki rasa cinta layaknya seorang ibu. Jadi apakah kerugian yang diderita anak-anak tersebut sebanding dengan yang dihasilkan ibunya pada siang hari berupa sejumlah uang?



b.      Wanita yang keluar rumah untuk bekerja dalam masyarakat kita biasanya berbaur dengan lelaki, dan terkadang mereka berduaan padahal itu haram hukumnya. Sudah disadari bahwa hal demikian itu berbahaya bagi kehormatan diri dan akhlak wanita. Lalu apakah kerugian yang dideritanya baik terhadap citra dan ke hormatan diri sebanding dengan apa yang didapatinya dari sejumlah uang pada siang hari?



c.       Wanita yang bekerja di luar rumah kebanyakan menggantikan posisi dan peran lelaki yang bisa jadi suami atau saudara lelakinya dan meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong tanpa ada seorang pun yang mengisinya.



d.      Wanita yang bekerja di luar rumah akan kehilangan sifat kewanitaannya (feminin) dan anak-anaknya juga akan kehilangan cinta dan kasih sayangnya.



e.       Kalau wanita keluar rumah untuk bekerja maka ia akan terbiasa keluar rumah meskipun untuk bekerja maka ia akan terbiasa keluar rumah meskipun tidak sedang bekerja seperti yang bisa kita saksikan. Selanjutnya akan berlangsunglah proses putusnya komuinikasi dan rasa kasih sayang diantara individu keluarga itu. lalu akan lemahlah rasa saling menolong dan saling mencintai diantara mereka sebagaimana yang kita lihat pada sejumlah negara. kadang keluarga itu benar-benar hancur berantakan (broken home).

Wanita tercipta untuk mencintai keindahan, suka berdandan dengan pakaian, dan lainnya. Allah SWT ber firman :



“Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang di besarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran”



 (QS. Al-Zukhruf : 18)



Karena itu kalau wanita keluar rumah untuk bekerja maka ia akan mebelanjakan banyak uang untuk membeli pakaian, perhiasan, dan untuk menata rambutnya.

Wanita seperti dikatakan para ahli-lebih sedikit kemampuan kerja, tingkat produkstifitas, ambisi, dan daya inovasinya ketimbang lelaki. wanita akan mengalami datang bulan (menstruasi), beban kehamilan, dan sibuk memikirkan anak-anak, juga semua tuntutan kewanitaannya. Semua ini membuatnya tidak bisa mensejajar kan diri dengan lelaki dalam bekerja dan menghambat nya berprestasi dalam berkarir  Sangat jarang wanita yang kondisinya tidak seperti ini.







Mari kita bandingkan antara kemajuan dan tingkat produk tifitas di saat wanita bekerja di luar rumah dengan bahaya dan resiko yang bakal terjadi.Apakah keuntungan dan manfaat dari keluarnya wanita dari rumah lebih besar ke timbang diamnya wanita di dalam rumah.







Selanjutnya seorang muslim pasti ingat bahwa Allah telah menciptakan semua makhluk untuk beribadah dan taat ke pada-Nya menyuruh mereka berjalan selaras dengan sya riat dan petunjuk-Nya.Setelah itu Dialah yang akan menja min rezeki mereka sesuai dengan kehendak-Nya.Dia Ma ha luas rezeki-Nya untuk memberi kepada mereka yang berjalan pada jalan yang benar.Allah SWT berfirman :







“Dan tidaklah patut bagi laki-laki dan perempuan yang beriman untuk mencari pilihan (laternatif) lain dalam urusan mereka apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu keputusan.”



(QS. Al-Ahzab : 36)