Kisah islamiah sore ini tentang kisah seorang bayi yang mati, kemudian bisa hidup lagi.
Sungguh Allah SWT Maha Besar.
Seorang bayi yang bernama Samaa Zohir, hidup lagi setelah dibekukan oleh tim dokter.
Tanda-tanda kekuasaan Allah SWT baru-baru ini telah nampak di depan mata dimana seorang bayi yang menderita kelainan jantung harus dibekukan hingga tak ada tanda-tanda kehidupan lagi. Anehnya, setelah 20 menit berselang, bayi itu hidup lagi dan penyakit jantungnya telah teratasi dengan cara operasi.
Kisahnya.
Pada pertengahan bulan Oktober yang lalu, tim medis di London, Inggris berhasil menyelamatkan seorang bayi yang menderita kelainan jantung. Anehnya, dalam proses medis itu dilakukan dengan cara membekukan si bayi hingga detak jantung bayi itu berhenti serta aliran darah juga berhenti.
Bayi yang bernama Samaa Zohir tersebut dilahirkan dengan kelainan jantung. Pembuluh darh yang seharusnya membawa darah beroksigen dari paru-paru ke bagian kiri jantung, justru masuk ke jantung kanan.
Tanpa dioperasi, Samaa tak berumur panjang. Mau dioperasi juga sangat riskan, karena umur Salmaa baru saja sebulan. Jantungnya baru seukuran bola golf. Tim Medis di Rumah Sakit Great Ormond Street, London, Inggris berusaha dengan keras demi keberhasilan teknik medis yang tidak biasa tersebut.
Bayi Dibekukan.
Sebagai langkah awal, tim medis membungkus kepala Samaa dengan kantong es batu, lalu menurunkan suhu darah dari 37 derajat celcius menjadi 18 derajat cecius dengan menggunakan alat bypass jantung apru-paru.
Setelah suhu Samaa turun, dokter menyuntikkan cairan kimia untuk menghentikan kerja jantungnya, kemudian mematikan mesin bypass itu. Secara klinis, Samaa sudah mati dan darah sama sekali tidak mengalir dalam tubuhnya.
Tim dokter hanya memiliki waktu sekitar 50 menit saja dalam menjalankan teknik ini, kalau lebih dari itu, Samaa akan mengalami kerusakan otak dan organ tubuh. Dalam waktu 23 menit, tim dokter berhasil memindahkan pembuluh darah Samaa. Setelah itu, Samaa dihidupkan kembali dengan cara memompakan darah segar untuk menormalkan suhu darah menjadi 37 derajat celcius.
Teknik seperti ini dikembangkan dari kasus orang yang jatuh ke air es dan bertahan hidup selama 1 jam. Para pakar meyakini, suhu dingin melindungi otak dan organ vital.
Kehendak Allah SWT.
Akan dibutuhkan waktu sekitar 5 bulan agar Samaa bisa sembuh seperti sedia kala. Ibunya Samaa, Roosina Ahmed sangat terharu dengan selamatnya Samaa.
Pada awalnya, ibunya sangat takut mendengar paparan tim dokter tentang operasi anaknya itu. Namun, orang tua Samaa menyadari bahwa sangat penting buat Samaa untuk dioperasi agar bisa sembuh.
Kesembuhan bayi tersebut benar-benar merupakan kekuasaan Allah SWT.
Allah SWT berkuasa terhadap semua makhluknya. Jika Allah SWT menghendaki, tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
Subhanalla..
Wanita adalah sumber mata air terpenting yang mengalirkan ketenangan, kebahagian, dan Kelembutan, diciptakan dengan keindahan dan tampil sebagai makhluk terindah
Kamis, 24 November 2011
Misteri 2 Jenazah Sunan Bonang
Kisah Islamiah pada sore ini tentang kisah walisanga. Punggawa Walisanga yang satu ini begitu banyak memiliki karomah sehingga membuat banyak warga Jawa yang tertarik dan mengikuti ajaran beliau.
Kisahnya.
Sunan Bonang sering berdakwah keliling hingga usia lanjut. Beliau meninggal dunia pada saat berdakwah di Pulau Bawean.
Berita meninggalnya Sunan Bonang ini segera tersebar ke seluruh tanah jawa. Para murid berdatangan dari segala penjuru untuk berduka cita dan memberikan penghormatan terakhir.
Pemberian Kain Kafan.
Murid-murid Sunan Bonang yang berada di Pulau Bawean hendak memakamkan jenazah beliau di Pulau Bawean, akan tetapi murid-murid yang berasal dari daerah Madura dan Surabaya menginginkan jenazah beliau dimakamkan di dekat ayahandanya, yaitu Sunan Ampel di Surabaya.
Dalam hal memberikan kain kafanpun mereka tak mau kalah begitu saja. Jenazah yang sudah dibungkus kain kafan milik orang Bawean masih ditambah lagi dengan kain kafan dari Surabaya.
Pada malam harinya, orang-orang Madura dan Surabaya menggunakan ilmu sirep untuk membuat ngantuk orang-orang Bawean dan Tuban. Lalu mengangkat jenazah Sunan Bonang ke dalam kapal dan hendak dibawa ke Surabaya. Karena tindakan mereka tergesa-gesa, kain kafan jenazah itu tertinggal satu.
Kapal Tak Bisa Bergerak di Tuban..
Kapal layarpun segera bergerak ke arah Surabaya. Akan tetapi ketika berada di perairan Tuban, tiba-tiba saja kapal yang digunakan untuk mengangkut jenazah Sunan Bonang tidak bisa bergerak, sehingga terpaksa jenazah Sunan Bonang dimakamkam di Tuban yaitu di sebelah barat Masjid Jami Tuban.
Sementara itu, kain kafan yang tertinggal di Pulau Bawean ternyata juga ada jenazahnya. Orang-orang Bawean pun menguburkannya dengan penuh khidmat.
Dengan demikian, ada 2 jenazah Sunan Bonang.
Inilah Karomah yang diberikan Allah SWT kepada Sunan Bonang.
Subhanallah..
Sunan Bonang wafat pada tahun 1525.
Makam yang dianggap asli adalah yang berada di kota Tuban sehingga sampai sekarang pun makam itu banyak diziarahi orang dari segala penjuru tanah air.
Sungguh karomah yang sangat luar biasa. Jenazah diperebutkan orang banyak, makam pun banyak peziarahnya.
Meski sudah meninggal, namun jasa beliau tetap akan terkenang insya Alloh sepanjang zaman
Kisahnya.
Sunan Bonang sering berdakwah keliling hingga usia lanjut. Beliau meninggal dunia pada saat berdakwah di Pulau Bawean.
Berita meninggalnya Sunan Bonang ini segera tersebar ke seluruh tanah jawa. Para murid berdatangan dari segala penjuru untuk berduka cita dan memberikan penghormatan terakhir.
Pemberian Kain Kafan.
Murid-murid Sunan Bonang yang berada di Pulau Bawean hendak memakamkan jenazah beliau di Pulau Bawean, akan tetapi murid-murid yang berasal dari daerah Madura dan Surabaya menginginkan jenazah beliau dimakamkan di dekat ayahandanya, yaitu Sunan Ampel di Surabaya.
Dalam hal memberikan kain kafanpun mereka tak mau kalah begitu saja. Jenazah yang sudah dibungkus kain kafan milik orang Bawean masih ditambah lagi dengan kain kafan dari Surabaya.
Pada malam harinya, orang-orang Madura dan Surabaya menggunakan ilmu sirep untuk membuat ngantuk orang-orang Bawean dan Tuban. Lalu mengangkat jenazah Sunan Bonang ke dalam kapal dan hendak dibawa ke Surabaya. Karena tindakan mereka tergesa-gesa, kain kafan jenazah itu tertinggal satu.
Kapal Tak Bisa Bergerak di Tuban..
Kapal layarpun segera bergerak ke arah Surabaya. Akan tetapi ketika berada di perairan Tuban, tiba-tiba saja kapal yang digunakan untuk mengangkut jenazah Sunan Bonang tidak bisa bergerak, sehingga terpaksa jenazah Sunan Bonang dimakamkam di Tuban yaitu di sebelah barat Masjid Jami Tuban.
Sementara itu, kain kafan yang tertinggal di Pulau Bawean ternyata juga ada jenazahnya. Orang-orang Bawean pun menguburkannya dengan penuh khidmat.
Dengan demikian, ada 2 jenazah Sunan Bonang.
Inilah Karomah yang diberikan Allah SWT kepada Sunan Bonang.
Subhanallah..
Sunan Bonang wafat pada tahun 1525.
Makam yang dianggap asli adalah yang berada di kota Tuban sehingga sampai sekarang pun makam itu banyak diziarahi orang dari segala penjuru tanah air.
Sungguh karomah yang sangat luar biasa. Jenazah diperebutkan orang banyak, makam pun banyak peziarahnya.
Meski sudah meninggal, namun jasa beliau tetap akan terkenang insya Alloh sepanjang zaman

