Kamis, 16 Agustus 2012

Kedahsyatan Dan Kengerian Hari Kiamat


Abul-Lats dengan sanadnya meriwayat kan dari Aisyah ra berkata :
“Saya tanya Rasulullah SAW apakah  yang cinta itu ingat pada kekasihnya pada hari kiamat?” Jawab Rasulullah SAW: ”Adapun ditiga tempat (masa) maka  tidak ingat yaitu ketika ditimbang amalnya sehingga diketahui apakah ringan atau berat, ketika menerima lembaran catatan amal (suhuf) sehingga ia terima imma dari kanan atau dari kiri dan ketika keluar dari neraka ular naga lalu mengepung mereka dan berkata ”Aku diserahi tiga macam tugas yaitu :
.

Hari Pertanggung Jawaban Bagi Manusia

Abu Hurairah ra berkata : “Nabi Muhammad SAW bersabda : Alllah SWT berfirman : “:Hai para jin dan manusia, aku nasihatkan kepadamu sesungguhnya yang tercatat dalam lembaran hanya amalmu sendiri, karena itu siapa yang mendapatkan di dalamnya kebaikan, hendaklah mengusapkan: Alhamdulillah dan siapa yang mendapat lain dari itu, maka jangan menyalahkan yang lain kecuali dirinya sendiri. Kemudian Allah menyuruh jahannam, maka kelaur daripadanya binatang yang panjang mengkilat gelap lalu berkata-kata. Maka Allah berfirman :”Tidak Aku telah berpesan kepadamu: Jangan menyembah syaitan, sesungguhnya ia musuhmu yang nyata-nyata.  Dan sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus. Dan ia telah menyesatkan umat-umat yang banyak dari kamu. Apakah kamu tidak berakal (berfikir) dan menyadarinya. Inilah neraka jaha am yang telah diancamkan (peringatan) kepadamu. Masuklah kamu kini,oleh sebab kekafiranmu.”
Maka pada saat itu bertekuk lutut  tiap-tiap umat, sebagai mana firman Allah SWT : “Disini kamu melihat tiap-tiap umat (orang) berrtekuk lutut, tiap umat dipanggil untuk menerima catatan amalnya.” Lalu Allah SWT memutuskan pada semua makhluk-Nya. Dan antara binatang-binatang buas atau ternak, sehingga kambing-kambing yang tidak bertanduk diberi hak membalas kambing yang bertanduk, kemudian diperintahkan menjadi tanah semua binatang-binatang itu. Dan disaat itu orang kafir berkata :”Aduh sekiranya aku menjadi tanah.” Kemudian Allah SWT memutuskan antara semua hambaNya.
Nafi’ dari Ibnu Umar ra berkata : Nabi Muhammad SAW bersabda:”Manusia akan dibangkitkan kembali kepada Tuhan pada hari kiamat, sebagaimana keadaan mereka ketika dilahirkan dari perut ibunya telanjang bulat. Aisyah berkata :”Laki dan perempuan berkumpul ya Rasulullah?Jawab Nabi Muha mmad SAW : “Ya,”Aisyah berkata : “Alangkah malunya, kemaluanku dapat dilihat setengah pada setengahnya.”Nabi Muha mmad SAW sambil memukul bahu Aisyah bersabda :”Hai putri dari putra Abu Quhafah, kesibukan orang-orang pada saat itu tidak memungkinkan akan melihat itu, orang-orang pada mengarahkan pandangan kelangit, berdiri selama empat puluh tahun tidak makan, tidak minum, ada yang berpeluh sampai tumit, sampai betis, sampai perut dan ada sampai mulut, karena lamanya berhenti, kemudian berdiri para malaikat mengelilingi arsy, lalu Allah SWT menyuruh menyeruan nama fulan bin fulan, maka semua yang hadir melihat-lihat orangnya, lalu keluar perang itu menghadapi Tuhan Rabbul A’alamin. Dan bisa telah melihat Rabbul A’alamin dipanggil  orang-orang yang pernah dianiaya oleh orang itu untuk diberikan dari hasanat kebaikannya kepada orang-orang yang teraniaya itu, karena pada saat itu tidak ada pembayaran dengan mas, perak (di nar, dirham), maka orang-orang selalu menagih sehingga habis hasanatnya, maka diambilkan dari dosa-dosa orang-orang yang dianiaya itu untuk dipukulkan kedanya, kemudian jika selesai semua maka diperintahkan : “Kembali ketempatmu dalam neraka hawiyah (jahannam) karena pada hari ini tidak ada dhulum.” (penganiayaan), sesungguhnya Allah amat segera perhituanNya. Maka pada saat itu tidak ada seorang malaikat yang muqarrab atau nabi atau Rasul melainkan merasa bahwa tidak akan selamat, kecualai jika mendapat perlindungan Allah SWT.

Syaf`at Nabi Muhammad SAW Pada Hari Kiamat

Abu Ja’far meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Ab bas ra berkata:”Tiada seorang nabi melainkan ia mempunyai doa  yang mustajab, dan semuanya sudah menggunakan doa  itu didunia, sedang saya masih menyimpan doa itu, untuk saya gunakan sebagai syafaat bagi umatku pada hari kiamat. Ingatlah bahwa sayalah yang terkemuka dari semua anak Adam  dan itu bukan bangga, dan saya juga yang pertama bangkit dari bumi, juga bukan karena bangga, dan panji Alhamd ditanganku pada hari kaimat yang dibawahnya apa Adam dan anak cucunya, juga tidak bangga dengan itu. Pada kiamat kesukaran dan kerisauan manusia akan bertambah dahsyat sehing ga mereka datang pada nabi Adam as dan berkata :”Hai Abulbasyar (Ayah dari semua manusia),berikan syafaatmu (bantuanmu) bagi kami dengan minta Tuhan supaya segera menyelesaikan kami ini. Jawab Adam :”Itu bukan bagian saya, saya telah diusir keluar dari surga  karena dosaku, dan kini aku tidak memikirkan sesuatu kecuali dariku  sendiri, lebih baik kamu pergi kepada Nuh as karena ia sebagai nabi yang pertama, maka nabi Nuh as berkata :”Tolonglah kamu mintakan kepada Tuhan supaya lekas memebebaskan kami.”Jawab nabi Nuh as :”Bukan bagianku, saya telah mendoakan penduduk bumi sehingga tenggelam semaunya, dan kini  tidak ada yang aku fikirkan kecuali diriku, tetapi kamu lebih baik pergi kepada nabi Ibrahim as khalilukkah. Maka pergilah mereka kepada nabi Ibrahim as dan berkata :”Tolonglah kami disisi Tuhan supaya segera memutuskan urusan kami.” Jawan nabi Ibrahim as.”Itu bukan ketika berkata : “Bahwa yang merusakkan berhala-berhala ini hanya inilah yang terbesar dan ketiga kali ketika istrinya akan di ganggu oleh Raja yang zalim, lalu ia berka ta :”Ini saudaraku.” Karena itu kini tidak ada sesuatu yang merisaukan hatiku kecuali bagaimana nasibku, tetapi kamu pergi kepada kepada Musa as sebagai kalimullah yang langsung mendengar firman Allah. Maka mereka langsung pergi kepada Musa as dan berkata :”Tolonglah kami, gunakan syafaatmu untuk menghadap Tuhan supaya menyelesaikan urusan kami ini.” Jawab nabi Musa as :”Itu bukan  urusanku,saya pernah membunuh orang tanpa hak, dan kini aku tidak memikirkan kecuali nasib diriku, tetapi kamu pergi kepada nabi Isa as Ruhul lah dan Kalamatullah.” Maka segera mereka pergi kepada nabi Isa as dan berkata :”Berilah jasa syafaatmu mintalah kepada Tuhan supaya segera meringankan penderitaan kami ini.” Jawabnya : “Saya telah diangkat bersama ibuku oleh orang-orang sebagai Tuhan, dan kini tidak ada sesuatu yang merisaukan aku kecuali urusanku sendiri, tetapi bagaimana pendapatmu kalau ada barang terbungkus dan ditutup, apakah dapat mencapai barang itu jika tidak  dibuka penutupnya?” jawab mereka :”Tidak, maka ia berkata :”Sesungguhnya nabi Muhammad SAW itu penutup dari semua nabi-nabi, dan Allah telah mengampunkan baginya apa yang lalu dan yang kemudian, lebih baik kamu pergi kepadanya. Maka datanglah orang-orang itu kepadaku, lalu saya jawab ekpada mereka : “Baiklah, sayalah yang akan membantu sehingga Allah mengizinkan  bagi siapa yang dikehendakinya  dan diridhainya, maka  tinggal kehendak Allah.” Kemudian bila Allah hendak  menyelesaikan makhluk-Nya, maka ada seruan :”Dimanakah Muham mad dan umat-umatnya?”Maka kamilah yang terakhir  di dunia, dan yang pertama-tama hisabnya pada hari kiamat.Lalu  aku berdiri bersama umat-umatku, maka  umat-umatku itu membukakan jalan untuk kami, sehingga ada suara. Lalu aku berdiri bersama umat-umat ini semuanya merupakan nabi-nabi, kemudian aku maju kepintu surga dan mengetuknya, lalu di tanya :”Siapakah itu?”Jawabku :nabi Muhammad Rasulullah.” Lalu dibukakan dan segera aku masuk dan  bersujud kepada Tuhan serta memuja  muji kepada Tuhan dengan pujian yang belum pernah  diucapkan oleh seorang pun sebelumku, kemudian aku diperintah : “Maka saya memberikan syafaatku pada orang-orang yang didalam hatinya ada seberat semut (dzar rah) atau  jagung dari iman keyakinan disamping syahadat dan la ilaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah.”