Sabtu, 01 September 2012

Nasihat Ka'bul Ahbar Kepada Umar Bin Khattab

Umar bin khattab  ra ketika  masuk ke masjid bertemu dengan Ka'bul Ahbar sedang memberikan nasihat pada orang ramai, maka Umar berkata kepadanya :”Berilah kami nasihat dan cerita-cerita yang dapat menambahkan takut kepada Allah SWT.”Maka Ka’bul Ahbar berkata :”Sesungguhnya ada malaikat-malaikat yang dijadikan oleh Allah SWT berdiri tegak tidak pernah membongkokkan punggung mereka, dan yang lain sujud tidak  pernah mengangkat kepalanya sehingga ditiup sangkakala, dan mereka bertasbih : “Maha suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, kami tidak dapat beribadat kepadaMu sepenuh ibadat yang layak kepadaMu, yang layak bagiMu untuk disembah. Demi Allah yang jiwaku ada di tangannya, neraka jahannam akan diperdekatkan pada hari kiamat  lalu bergemuruh dan bila telah ia bergemuruh dengan satu suara dan disaat itu tidak ada seorang nabi atau orang yang mati syahid melaikan ia bertekuk lutut jatuh, maka tiap nabi, syahid atau siddiq hanya berdo’a :”Ya Allah, saya tidak minta  kecuali keselamatan diriku sehingga nabi Ibrahim  lupa pada Ismail dan Ishak sambil berkata :”ya Tuhan, aku khalilullah Ibrahim, dan pada saat itu andaikan engkau hai putra Khottab mempunyai seperti amal tujuh puluh nabi, niscaya kau mengira bahwa dirimu tidak akan selamat.”Maka menangis lah semua yang hadir.”
Ketika Umar melihat keadaan itu, lalu Umar berkata :”Hai Ka’ab berikan kami kabar yang menggembirakan.”Maka berkata Ka’ab :”Sesungguhnya bagi Allah SWT ada 313 syari’ah, tidak seorang yang menghadap kepada Allah SWT dengan salah satu syari’at itu asal disertai dengan kalimah la ilaha illa llah melainkan pasti dimasukan oleh Allah SWT kedalam surga demi Allah, andaikan kamu tahu besar nya rahmat Allah SWT, niscaya kamu malas beramal. Hai saudara-saudara,bersiap-siaplah menghadap hari kiamat itu dengan amal yang saleh, dan menjauhi maksiat sebab tidak lama kau akan meng hadapi kiamat  dan menyesali semasa hidupmu yang terbuang-buang sia-sia, ketahuilah bahwa bila kau mati berarti telah tiba hari kiamatmu,sebagaimana kata Almughirah bin Syu’ bah :”Kamu menantikan hari kiamat, padahal kiamatmu ialah  saat kematianmu.”
Alqomah  bin Qays ketika  hadiri jenazah lalu ia berdiri di atas kubur dan berkata :”Adapun hamba  ini maka  telah  tiba kiamatnya, sebab seorang mati maka melihat segala persoalan hari  kiamat, yaitu surga, neraka dan malaikat, dan ia tidak dapat berbuat suatu amal, amaka ia bagaikan seorang yang berada pada hari kiamat, dan ia akan bangkit pada hari kiamat menurut keadaannya disaat matinya,maka sesungguh nya untung siapa yang menghabiskan penghabisannya deng an amal kebaikannya.”

Keuntungan Besar Dalam Tiga Perkara

Abu Bakar berkata : Keuntungan yang besar  itu dalam tiga perkara yaitu hidup, mati dan kiamat. Adapun keuntungan hidup yaitu bila digunakan dalam taat kepada Allah SWT dan keuntungan mati bila ia mati dalam kalimat syahadat “Laaila ha illallah” dan keuntungan hari kiamat bila bangkit dari kubur  disambut dengan berita bahwa surga tersedia untuknya.
Yahya bin Mu’adz Arrazi ketika dibacakan ayat yang ber bunyi:“Pada hari kiamat itu Kami akan mengantar orang yang taqwa menghadap Arahman (Allah SWT) berkendaraan, sedang orang-orang yang durhaka Kami iringi ke neraka berjalan kaki dan merasa haus.”
Lalu ia berkata :”Tenang-tenanglah hai mansuia, kamu kelak akan dihadapkan kepada Allah SWT berduyun-duyun, dan menghadap pada Allah SWT satu persatu, dan akan ditanya semua amalmu secara terperinci kalimat demi kalimat, sedang para wali dihantar menghadap pada Allah SWT berkendaraan, dan orang-orang yang durhaka didorong keneraka jahanam berbondong-bondong, dan semua akan terjadi bila bumi telah dilenyapkan, dan tiba Tuhanmu sedangkan malaikat berbaris-baris, dan dihidangkan jahanam sebagai ancaman. Dan berhati-hatilah kalian dari kengerian sehari yang diperkirakannya sama dengan lima puluh ribu tahun (didunia), hari yang mengetarkan, duka cita dan menyesal, itulah hari yang besar, hari kebangkitnya semua manusia untuk menghadap kepada Rabbul Alamien, hari perhitungan dan pertimbangan dan pernyataan, hari kegoncangan, yang pasti, yang menakutkan, hari kebangkitan, hari dimana tiap manusia akan melihat apa yang telah dilakukannya. Hari dimana semua mansuia dalam berbagai bentuk akan melihat amal perbuatannya, hari dimana wajah manusia putih berseri-seri dan lain wajah hitam, hari dimana seseorang tidak dapat menolong  karena lainnya, dan tidak berguna segala tipu daya, hari dimana seorang ayah tidak dapat membantu anaknya sedikitpun, hari dimana bahayanya bertebaran meluas, hari dimana tidak diterima uzur orang-orang yang zalim dan tetap mereka mendapat kutukan (laknat) serta siksa yang keji, pada hari dimana tiap manusia harus mempertahankan dirinya sendiri, pada hari dimana tiap ibu akan lalai terhadap bayi yang disusuinya, bahkan tiap ibu yang mengandung akan menggugurkan kandungannya dan orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi  tidak mabuk karena minum arak, hanya karena ngerinya siksaan Allah SWT yang sangat keras.
Muqatil bin Sulaiman berkata:“Makhluk akan berdiri menanti pada hari kiamat selama seratus tahun,tenggelam dalam peluhnya sendiri dan seratus tahun dalam  kegelapan me reka bingung sedang seratus tahun lagi sibuk bagaikan ge lombang mengajukan tuntutan kepada Tuhan.Sesungguhnya hari kiamat itu sekitar lima ribu tahun, tetapi bagi seorang muk min yang ikhlas bagaikan sesaat,karena itu wahai orang yang sehat akal hendaklah sabar terhadap penderitaan dunia da lam melaksanakan taat kepada Allah SWT untuk memudah kan bagimu segala kesukaran-kesukaran hari kiamat.”

Empat Perkara Yang Ditanyakan Saat Hari Kiamat

Mu’adz bin Jabal ra bersabda : Nabi Muhammad bersabda : “Tidak dapat bergerak kaki seorang hamba sehingga  ditanya tentang empat : Umurnya digunakan apa saja sampai habis.
Dan badannya dipergunakan  untuk apa. dan ilmunya di pergunakan untuk apa (apakah diamalkan). Dan bertanya dari mana ia dapat  dan kemana ia keluarkan.
Ikrimah berkata :Seorang ayah akan memegang anaknya pada hari kiamat dan berkata :”Saya ayahmu ketika didunia.”Maka anak itu memuji kebaikannya lalu ayah itu berkata :”hai anak, kini saya berhajat kepada sanadmu yang sekecil dzarrah, kalau-kalau saya dapat selamat dengan itu dari apa yang kau lihat ini.”Jawab anaknya :”saya juga takut dari apa  yang kamu takutkan itu karena itu tidak dapat memberikan kepadamu sedikitpun.”Lalu pergi kepada istrinya dan berkata kepadanya :”saya dahulu suamimu didunia.”maka dipuji oleh istrinya :”saya juga takut dari itu terhadap diriku seperti engkau.”Sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi:“Dan orang keberatan pikulannya itu jika memanggil lain orang untuk memikulkan sebagian tidak akan dipikulkan sedikitpun, meski pun yang dipanggil itu kerabat yang dekat.”
Ibn Mas’ud berkata : Nabi Muhammad SAW bersabda : “Orang kafir akan tenggelam dalam peluhnya lamanya hari itu sehingga ia berdo’a : Ya Tuhan, kasihilah aku, meskipun masuk kedalam neraka.”