Kamis, 27 September 2012

Tanda-Tanda Kiamat: 18. Banyaknya Kesaksian Palsu



Diantara tanda-tanda hari kiamat adalah banyak saksi palsu dan menyimpan kesaksian yang benar. Sebagaima na sabda Rasulullah saw :
"Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian yang benar". (Riwayat Ahmad).
.

41 ribu Muslim Melawan 200 ribu Kafir

Dialah wanita Mulia lagi teladan bagi umat islam. Dengan bekal kepandaiannya, keempat anaknya dengan rela dan tulus berjuang di jalan Allah SWT dan keempatnya mati syahid.
Memiliki nama Al Khansa binti Amru, seorang wanita tua yang memiliki semangat juang tinggi dalam membela agama Islam.


Kisah ini pantas dijadikan Teladan Islami dengan kisah sebagai berikut.
Kejadiannya pada masa Khalifah Umar bin Khattab dimana 41 ribu umat Islam melawan 200 ribu orang Persi.

Nasehat Al-Khansa kepada Anaknya.
Ibu tua ini menasehati anak-anaknya yang sebentar lagi akan menuju medan perang.
"Wahai anak-anakku, kalian telah memilih Islam dengan suka rela. Kemudian kalian berhijrah dengan sukarela pula. Demi Allah, yang tiada Tuhan lain selain Dia, sesungguhnya kalian adalah putra dari seorang laki-laki dengan seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, aku tidak pernah burukkan saudara-saudaramu, aku tidak pernah mengubah hubungan kamu. Kalian tahu pahala yang disediakan kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir. Ketahuilah, kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa."

Kemudian ibunya, Al-Khansa membacakan ayat suci Al-Qur'an,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
(QS. Ali Imran: 200)

Kemudian si ibu melanjutkan penuturannya.
"Jika kalian bangun besok pagi, insya Alloh dalam keadaan selamat, maka keluarlah berperang. Gunakan pengalamanmu dan mohonlah pertolongan Allah SWT. Jika kalian melihat api pertempujran semakin hebat, masujklah kalian ke dalamnya. Dan dapatkanlah kampung abadi sebagai balasannya."

Syair perang si Anak.
Berkat dorongan dan nasehat ibunya, tidak ada rasa takut dalam diri keempat anak Khansa tersebut.
Sambil mengayunkan pedangnya, salah seorang anaknya bersyair,
"Wahai saudara-saudaraku, ibu kita yang banyak pengalaman telah memanggil kita semalam dan membekali dengan nasehat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya semua berfaedah. Insya Allah akan kita buktikan."

"Demi Allah, kami tidak akan melanggar nasehat ibu. Nasehatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati. Segeralah bertempur, gempur musuh hingga kalian lihat keluarga kaisar musnah," kata salah satu saudaranya.

Dalam pertempuran itu, tentara Islam menang telak. Pasukan Persi hanya sedikit saja yang bisa menyelamatkan diri. Sementara itu sebanyak 7 ribu pasukan muslim mati syahid dan diantara empat adalah putra Al-Khansa.

Apakah Nabi Nuh Bertemu Nabi Adam

Sebelumnya, silahkan lihat terlebih dahulu tentang usia Nabi Adam dan keturunannya.

Perbedaan pendapat seperti yang kita lihat dalam kitab Taurat, menunjukkan ada pertemuan antara Nabi Nuh asa dan Nabi Adam as. Benarkah demikian?
Dalam kurun waktu yang sama ada 2 nabi yang diutus meski tidak bersamaan.

Saya berharap kiranya perbedaan ketiga manuskrip ini tidak membuat takut dalam mengartikan kenyataan ini atau menegaskannya. Dilihat dari pertentangannya sangatlah jelas dan banyak tersebar di dalam pasal-pasal Kitab Suci yang terpelihara di tangan yang menurunkannya.

Apa Nabi Nuh as bertemu Nabi Adam as?
Taurat Samiri Menjawab.
Taurat Samiri mengatakan benar, Nuh mengenal Adam as. Nabi Nuh as hidup bersamanya selama 253 tahun tepat. Karena ketika Nabi Nuh as dilahirkan, Adam berusia 677 tahun. Adam hidup selama 930 tahun berdasarkan riwayat Taurat Samiri.

Taurat Ibrani Menjawab.
Tidak. Nabi Nuh as tidak bertemu Adam as. Nabi Nuh as dilahirkan pada 126 tahun setelah meninggalnya Nabi Adam as.

Taurat Yunani Menjawab.
Mereka menyangkal kebenaran Taurat Samiri sepanjang tulisannya. Dan terkadang membenarkan Taurat Samiri dan menyangkal pada kali waktu yang lain.
Tidak, Nabi Nuh as tidak bertemu Nabi Adam as.

Wallahu A'lam...