Sabtu, 15 Desember 2012

Misteri lelaki bercahaya dalam Masjid Nabawi ketika Khutbah Jumaat

Sebuah video yang merakam khutbah Jumaat minggu lalu di Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi menjadi isu hangat dibincangkan di laman sosial.

Dalam video itu kelihatan seorang lelaki misteri bercahaya yang dirakan video kamera.

Video ini merakam solat Jumaat pada 23 Muharram 1433 H bertepatan pada 7 Disember 2012 dengan khatib Syaikh DR Abdul Muhsin al-Qasim.

Alamat Kiamat kubra 8. Munculnya Dajjal


Ia keturunan Adam,   tubuhnya gemuk,   kelitnya merah,   rambutnya keriting dan lebat,   matanya buta sebelah,   seperti buah anggur yang tersembul.   Dia natara kedua matanya terdapat tulisan ka fa ra.   Sifat-sifat inilah yang sangat nampak,   sehingga jika ia muncul maka setiap orang yang beriman akan mengenalinya dan tidak terfitnah olehnya.  
.

Alamat Kiamat kubra 7. Penakuklukan Konstantain


Keunikan peristiwa ini adalah ditaklukannya Konstantain tanpa mengguna kan pedang dan panah,  namun hanya menggunakan tahlil dan takbir.  Peristiwa ini berbarengan dengan munculnya Dajjal.  
.

Alamat Kiamat kubra 6. Malhamah Kubra



Ini merupakan pertempuran terdahsyat yang terjadi antara kaum muslimin dengan Romawi.   dalam pertempuran ini kedua belah pihak bertempur tidak lagi menggunakan senjata modern,   namun hanya menggunakan kuda dan pedang,  Karena seluruh senjata modern musnah dalam peristiwa perang besar Akhir zaman (Armageddon)
.

Kesyirikan yang berlaku di kalangan golongan Syiah

Muhammad bin Ali As-shaduq membawakan riwayat dari Abu Abdillah Ja'far Ash-Shadiq bahawa Ja'far berkata,

"Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla memiliki makhluk dari rahmat Nya. Allah menciptakan mereka dari cahaya-Nya dan (mencipta) rahmat Nya dari rahmat Nya untuk rahmat Nya. Mereka adalah mata Allah yang melihat, telinga Nya yang mendengar dan lisan Nya yang berbicara di tengah makhluk Nya dengan izin Nya, serta para kepercayaan Nya terhadap apa-apa yang (Allah) turunkan berupa uzur, nadzar, dan hujjah. Dengan mereka, (Allah) menghapuskan dosa-dosa, menolak kesedihan, menurunkan rahmat, menghidupkan yang mati, dan mematikan yang hidup. Dengan mereka, (Allah) menguji makhluk Nya dan menetapkan keputusan Nya di tengah makhluk Nya. "Perawi bertanya," Semoga Allah menjadikanku sebagai penebusmu. Siapakah mereka itu? "Beliau menjawab," Orang-orang yang mendapat wasiat. "[At-Tauhid karya Ash-Shaduq hal. 167, cet. Darul Ma'rifah, Beirut]

Dalam Mustadrak Al-Wasa `il, Al-Thabarsy menulis bab bertajuk" Kebolehan Tawaf di Kubur ".

Dalam Amaly At-Thusy, Muhammad bin Hasan Al-Thusy menyebutkan riwayat dari Abu Abdillah Ja'far Ash-Shadiq bahawa Ja'far berkata, "Sesunggunya Allah Taala telah menjadikan tanah datukku, Husain 'alaihis salam, sebagai penyembuh bagi segala penyakit dan keselamatan dari segala kebimbangan. 
Apabila salah seorang dari kalian mengambil (tanah) itu, hendaknya dia mencium dan meletakkan (tanah) itu pada kedua matanya lalu melewatkan (tanah) itu pada seluruh jasadnya. Hendaklah dia berkata, 'Ya Allah, dengan hak tanah ini dan hak orang yang menyatu dan tertanam di dalam (tanah) ini, dengan hak ayahnya, ibunya, saudaranya, dan para imam dari keturunannya, dan dengan hak para malaikat yang mengitarinya, pasti Engkau menjadikan (tanah) ini sebagai ubat untuk segala penyakit, penyembuh bagi segala penyakit, keselamatan dari segala bahaya, dan pelindung dari segala yang aku bimbangkan, serta aku berhati-hati terhadap (tanah) ini. 'Lalu, dia menggunakan tanah tersebut. "[ Amaly At-Thabarsy, Mu `assasah Al-Wafa`, Beirut, cet ke-2, 1401 H]

Banyak sekali bentuk kesyirikan golongan Syiah yang tidak boleh kami terangkan dalam tulisan ringkas ini, seperti 
(1) menjadikan para imam mereka sebagai perantara antara makhluk dan Allah.

(2) beristighatsah kepada Allah dengan menyebut imam-imam mereka.

(3) Kewajiban ziarah ke kubur Al-Husain dan kekufuran orang yang meninggalkan kewajipan ini

(4) Kebolehan melaksanakan tawaf, solat dan bersungkur di kubur serta kesyirikan lain. 

Kesyirikan golongan Syiah meliputi segala hal dalam Rububiyyah, Uluhiyyah dan Al-Asmâ `wa Ash-Shifât.