Kamis, 20 Desember 2012

Permintaan misteri Presiden Organisasi Zionis Dunia


Chaim Azriel Weizmann lahir pada tahun 1874. Dia merupakan seorang pakar kimia yang menjadi Presiden Organisasi Zionis Dunia dan Presiden Israel pertama yang terpilih pada pertengahan Mei 1948. Dia juga menubuhkan institut penyelidikan Israel yang akhirnya menjadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Weizmann.

Setelah mempelajari biokimia di Switzerland dan Jerman, Weizmann berhijrah ke England pada tahun 1905 dan dipercayai sebagai Juru cakap Zionis Eropah. Dalam perang dunia pertama, Jerman selangkah lebih maju dalam teknologi persenjataan berbanding pihak Bersekutu. Namun berkat penemuan Weizmann, yang berjaya mensintesiskan aseton melalui proses penapaian yang digunakan dalam menghasilkan cordite iaitu bahan pembakar yang berguna bagi pemangkin peluru, British berjaya bersaing dengan Jerman.
Banyak kalangan berkata tanpa penemuan Weizmann, British akan menderita kekalahan dalam perang dunia pertama. Sebab itulah, Weizmann sangat dihormati dikalangan elit Inggeris dan menjadi rakyat dihormati. Sejak itu lobi Weizmann menjadi sangat kuat di England.

Permintaan Weizmann

Selepas perang dunia pertama, PM Britain David LloydmGeorge secara khas mengundang Weizmann. George memberi Weizmann sejumlah wang dan berjanji bahawa British akan memberikan apa saja permintaan Weizmann.

Pucuk dicinta ulam mendatang. Sebagai salah seorang tokoh gerakan Zionis   ini merupakan kesempatan terbaik bagi dirinya untuk meminta tanah air bagi bangsa Yahudi yang ketika itu masih berselerak di beberapa negara dan benua.

Weizmann menjawab, "Tuan, hanya satu yang saya inginkan ... Hal itu adalah 'rumah' bagi saudara-saudara saya ..."

Lloyd George faham. Permintaan khusus Weizmann itu menjadi perhatian utama Kabinet British. Menteri Luar Negeri Balfour setengah tidak percaya dengan apa yang diminta Weizmann.

Balfour bertanya kembali kepada Weizmann, seolah ingin mendengar melalui telinganya sendiri, "Tuan Weizmann, mengapa harus Palestin?"

"Tuan Balfour, jika pun saya mahukan Paris atau London apakah anda akan berikan? " Weizmann bertanya.

Balfour mengangguk, "Mengapa tidak?"

Weizmann tersenyum. "Saya percaya Tuan Balfour. Namun sayang, kami telah mempunyai Jerusalem, ketika London masih berupa kawasan paya. "

Balfour terdiam. Dia sangat faham bahawa permintaan Weizmann tersebut sangat dilema. Di pihak British sangat berterima kasih kepada Weizmann dan juga tokoh-tokoh Yahudi Antarabangsa lain namun jika permintaan itu dituruti maka Dunia Arab akan memusuhi British.

Sebab itulah, draft Deklarasi Balfour yang dikeluarkan pada tarikh 2 November 1917 ditulis dengan sangat berhati-hati dan tidak secara jelas menyenaraikan kata "tanah air". Namun demikian, pihak Zionis tetap menterjemah deklarasi ini sebagai surat sakti untuk menjajah Tanah Palestin yang ketika itu memang dikuasai British.
Deklarasi Balfour dianggap sebagai mandat British kepada gerakan Zionis Antarabangsa untuk mendirikan sebuah negara Israel di Palestin. Pada 1918, Weizmann diangkat sebagai ketua Suruhanjaya Zionis dan dihantar ke Palestin oleh pemerintah British untuk menganjurkan pembangunan masa depan di negera itu. Di sana, dia meletakkan batu asas Universiti Ibrani.

Pada tahun yang sama Weizmann bertemu di Aqaba dengan Emir Feisal, putra Syarif Husain dari Mekah iaitu orang Arab yang telah bersekongkol dengan Perancis dan British menumbangkan khilafah Turki Uthmaniyah untuk rundingan untuk penubuhan negara Arab dan Yahudi yang 'merdeka'.

Selepas itu, Weizmann mengetuai delegasi Zionis pada Persidangan Keamanan di Versailles. Pada tahun 1920, dia menjadi pimpinan Organisasi Zionis Dunia (WZO) dan mengetuai Agen Yahudi yang ditubuhkan pada tahun 1929. Pada tahun 1930-an, Weizmann meletakkan dasar Institut Penyelidikan Daniel di Rehovot, yang kemudian menjadi Institut Weizmann iaitu tenaga penggerak utama di belakang penyelidikan ilmiah Israel.

Pada tahun 1937, dia membina rumahnya di Rehovot. Chaim Weizmann kembali semula menjawat jawatan sebagai pemimpin WZO pada tahun 1935-1946. Sepanjang zaman Perang Dunia ke II, dia menyumbang banyak usaha dalam membentuk angkatan bersenjata Israel.

Selepas berakhirnya Perang Dunia II dan konspirasi Barat yang kemudian membentuk "negara" Israel pada 29 November 1947, Weizmann diangkat sebagai presiden pertama Israel hingga si laknatullah ini meninggal dunia pada tahun 1952.
Diterjemahkan dari sumber islampos.com

Wanita Pertama Penghuni Surga

Wanita Pertama Penghuni Surga bukanlah putri seorang nabi, melainkan Dialah Mutiah.
Mengapa bisa demikian? Siti Fatimah Putri Rasul pun sangat penasaran dibutanya.
Ikuti kisahnya.

Wanita Muslimah

Kisahnya.
Suatu hari putri Nabi SAW. Fatimah Az Zahra ra. bertanya kepada Rasulullah SAW., siapakah wanita pertama yang memasuki surga setelahUmmahatul Mukminin setelah istri-istri Nabi SAW.? Rasulullah bersabda: Dialah Mutiah.

Berhari-hari Fatimah Az Zahra berkeliling kota Madinah untuk mencari tahu keberadaan siapa Mutiah itu dan dimana wanita yang dikatakan oleh Nabi SAW. itu tinggal. Alhamdulillah dari informasi yang didapatkannya, Fatimah mengetahui keberadaan dan tempat tinggal Mutiah di pinggiran kota Madinah.

Atas ijin suaminya Ali bin Abi Thalib, maka Fatimah Az Zahra dengan mengajak Hasan putranya untuk bersilaturahmi ke rumah Mutiah pada pagi hari. Sesampainya di rumah Mutiah, maka Fatimah yang sudah tidak sabar segera mengetuk pintu rumah Mutiah dengan mengucapkan salam.

“Assalaamu’alaikum ya ahlil bait.” Dari dalam rumah terdengar jawaban seorang wanita, “Wa’alaikassalaam … siapakah diluar?” lanjutnya bertanya. Fatimah menjawab, “Saya Fatimah putri Muhammad SAW.” Mutiah menjawab, “Alhamdulillah, hari ini rumahku dikunjungi putri Nabi junjungan alam semesta.”

Segera Mutiah membuka sedikit pintu rumahnya, dan ketika Mutiah melihat Fatimah membawa putra laki-lakinya yang masih kecil (dalam riwayat masih berumur 5 tahun). Maka Mutiah kembali menutup pintu rumahnya kembali, terkagetlah Fatimah dan bertanyalah putri Nabi SAW kepada Mutiah dari balik pintu.

“Ada apa gerangan wahai Mutiah? Kenapa engkau menutup kembali pintu rumahmu? Apakah engkau tidak mengijinkan aku untuk mengunjungi dan bersilaturahim kepadamu?”

Mutiah dari balik pintu rumahnya menjawab, “Wahai putri Nabi, bukannya aku tidak mau menerimamu di rumahku. Akan tetapi keberadaanmu bersama dengan anak laki-lakimu Hasan, yang menurut ajaran Rasulullah tidak membolehkan seorang istri untuk memasukkan laki-laki ke rumahnya ketika suaminya tidak ada di rumah dan tanpa ijin suaminya. Walaupun anakmu Hasan masih kecil, tetapi aku belum meminta ijin kepada suamiku dan suamiku saat ini tidak berada dirumah. Kembalilah besok biar aku nanti meminta ijin terlebih dahulu kepada suamiku.”

Tersentaklah Fatimah Az-Zahra mendengarkan kata-kata wanita mulia ini, bahwa argumentasi Mutiah memang benar seperti yang diajarkan ayahnya Rasulullah SAW. Akhirnya Fatimah pulang dengan hati yang bergejolak dan merencanakan akan kembali besok hari.

Pada hari berikutnya ketika Fatimah akan berangkat ke rumah Mutiah, Husein adik Hasan rewel tidak mau ditinggal dan merengek minta ikut ibunya. Hingga akhirnya Fatimah mengajak kedua putranya Hasan dan Husein. Dengan berpikir bahwa Mutiah sudah meminta ijin kepada suaminya atas keberadaannya dengan membawa Hasan, sehingga kalau dia membawa Husein sekaligus maka hal itu sudah termasuk ijin yang diberikan kepada Hasan karena Husein berusia lebih kecil dan adik dari Hasan.

Namun ketika berada didepan rumah Mutiah, maka kejadian pada hari pertama terulang kembali. Mutiah mengatakan bahwa ijin yang diberikan oleh suaminya hanya untuk Hasan, akan tetapi untuk Husein Mutiah belum meminta ijin suaminya.

Semakin galau hati Fatimah, memikirkan begitu mulianya wanita ini menjunjung tinggi ajaran Rasulullah SAW. dan begitu tunduk dan tawaddu’ kepada suaminya.

Pada hari yang ketiga, kembali Fatimah bersama kedua anaknya datang ke rumah Mutiah pada sore hari. Namun kembali Fatimah mendapati kejadian yang mencengangkan, dia terkagum. Mutiah didapati sedang berdandan sangat rapi dan menggunakan pakaian terbaik yang dipunyai dengan bau yang harum, sehingga Mutiah terlihat sangat mempesona.



Dalam kondisi seperti itu, Mutiah mengatakan kepada Fatimah bahwa suaminya sebentar lagi akan pulang kerja dan dia sedang bersiap-siap menyambutnya. Subhanallah, kita merindukan istri yang demikian. Yaitu ketika suami pulang kerja dia berusaha menyambutnya dengan kondisi sudah mandi, sudah berdandan, sudah memakai pakaian yang bagus, dan siap menyambut kedatangan suami di halaman rumah dengan senyuman terindah penuh kasih dan sayang. Ya Allah, jadikanlah istri-istri kami seperti Mutiah.

Akhirnya Fatimah pulang kembali dengan kekaguman yang tak terperi kepada Mutiah. Dan pada hari yang keempat, Fatimah datang kembali ke rumah Mutiah lebih sore dan berharap bahwa suaminya sudah berada di rumah atau sudah pulang dari kerja. Dan Alhamdulillah memang pada saat Fatimah datang, suami Mutiah baru saja sampai di rumah pulang dari kerja.

Fatimah dan kedua anaknya Hasan dan Husein dipersilahkan masuk oleh Mutiah dan suaminya ke rumahnya. Fatimah melihat sebuah pemandangan yang jauh lebih mengesankan dibanding dengan yang dihadapinya sejak hari pertama. Mutiah sudah menyiapkan baju ganti yang bersih untuk suaminya, sambil menuntun suaminya ke kamar mandi. Mutiah terlihat mulai melepaskan baju suaminya, dan mereka berdua hilang masuk ke bilik kamar mandi. Dan yang dilakukan oleh Mutiah adalah memandikan suaminya. Subhanallah… Tsumma Subhanallah.

Selesai memandikan suaminya, Fatimah menyaksikan Mutiah menuntun suaminya menuju ke tempat makan. Dan suaminya sudah disiapkan makanan dan minuman yang dimasaknya seharian. Sebelum memakan makanan yang sudah disiapkan, Mutiah masuk ke dalam rumah dan keluar dengan membawa cambuk sepanjang 2 meter dan diberikan kepada suaminya dengan mengatakan.

“Wahai suamiku, seharian aku telah membuat makanan dan minuman yang ada didepanmu. Sekiranya engkau tidak menyukai dan tidak berkenan atas masakan yang aku buat, maka cambuklah diriku.”

Tanpa bertanya apa-apa, Fatimah sudah memahami apa yang dikatakan oleh ayahnya Rasulullah SAW. tentang wanita pertama penghuni surga setelah para istri Nabi yaitu Mutiah.

Fatimah pulang menangis haru dan bahagia karena sudah mendapatkan jawaban bagaimana istri yang sholihah. Seperti yang ada pada diri Mutiah, yang mendapatkan kehormatan sebagai wanita yang paling dahulu memasuki surga Allah SWT.

NB:
Gb. hanya ilustrasi saja.

Dua kisah nikah Muta'ah

Nikah mut'ah adalah pernikahan tanpa batas dengan melanggar aturan-aturan syariat yang suci. Mut'ah ini telah melahirkan banyak kisah pilu. Tidak jarang pernikahan ini menghimpun antara anak dan ibunya, antara seorang wanita dengan saudaranya, dan antara seorang wanita dengan makciknya, sementara dia tidak menyedarinya. Di antaranya ialah apa yang dikisahkan Sayyid Husain Al Musawi. Ia menceritakan...

Kisah pertama

Seorang perempuan datang kepada saya bertanya tentang peristiwa yang terjadi terhadap dirinya. Dia menceritakan bahawa seorang tokoh, iaitu sayid Husain Shadr pernah nikah mut'ah dengannya dua puluh tahun yang lalu, dan dia hamil daripada perkahwinan tersebut. Setelah puas, dia menceraikan saya. Setelah beberapa waktu saya telah dikurniakan seorang anak perempuan. Dia bersumpah bahawa dia hamil dari hasil hubungannya dengan Sayid Shadr, kerana pada saat itu tidak ada yang nikah mut'ah dengannya kecuali Sayid Shadr.

Selepas anak perempuan saya meningkat dewasa, dia menjadi seorang gadis yang cantik dan bersedia untuk bernikah. Namun si ibu mendapati bahawa anaknya itu telah hamil. Ketika ditanya tentang kehamilannya dia memberitahu bahawa Sayid Shadr telah melakukan mut'ah dengannya dan dia hamil akibat mut'ah tersebut. Si ibu tercengang dan hilang kawalan diri lalu mengkhabarkan kepada anaknya bahawa Sayid Shadr adalah ayahnya. Lalu dia menceritakan lagi mengenai pernikahannya (ibu wanita) dengan Sayid Shadr dan bagaimana boleh hari ini Sayid Shadr berkahwin dengan anaknya dan anak Sayid Shadr juga?!

Kemudian dia datang kepadaku menjelaskan tentang sikap tokoh tersebut terhadap dirinya dan anak yang lahir darinya. Sesungguhnya kejadian seperti ini sering terjadi.

Salah seorang dari mereka melakukan mut'ah dengan seorang gadis yang di kemudian hari diketahui bahawa dia itu adalah anak dari hasil nikah mut'ah. Sebagaimana mereka juga ada yang melakukan nikah mut'ah dengan isteri bapanya.

Di Iran, kejadian seperti ini telah banyak berlaku. Kami membandingkan kejadian ini dengan firman Allah Ta'ala, "Dan orang-orang yang tidak mampu berkahwin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya sehingga Allah mampukan mereka dengan kurnia-Nya." (Surah An-Nur: 33)

Kalaulah mut'ah dihalalkan, nescaya Allah tidak akan memerintahkan untuk menjaga kesucian dan menunggu hingga tiba waktu dimudahkan baginya untuk urusan pernikahan tetapi Dia akan menganjurkan untuk melakukan mut'ah demi memenuhi keperluan fitrah daripada terus-menerus diliputi dan dibakar oleh api syahwat.
Kisah kedua

Suatu masa saya duduk bersama Imam Al-Khaui di pejabatnya. Tiba-tiba datang dua orang lelaki menemui kami dan mereka mengemukakan suatu masalah. Keduanya bersepakat untuk bertanya kepada Imam Al Khaui untuk mendapatkan jawapan darinya.

Salah seorang di antara mereka bertanya, "Wahai sayid, apa pendapatmu tentang mut'ah, apakah ia halal atau haram?"

Imam Al Khaui melihat lagaknya, dia menangkap sesuatu dari pertanyaannya, kemudian dia berkata kepadanya, "Di mana kamu tinggal?" Maka dia menjawab, "Saya tinggal di Mosul, kemudian tinggal di Najaf semenjak sebulan yang lalu."

Imam berkata kepadanya, "Kalau demikian bererti anda adalah seorang Sunni?"

Pemuda itu menjawab, "Ya!"

Imam berkata, "Mut'ah menurut kami adalah halal, tetapi haram menurut kalian."

Maka pemuda itu berkata kepadanya, "Saya berada di sini semenjak dua bulan yang lalu merasa kesepian, maka nikahkanlah saya dengan anak perempuan dengan cara mut'ah sebelum saya kembali kepada keluargaku."

Maka sang imam terbelalak matanya seketika, kemudian berkata kepadanya, "Saya adalah ketua dan hal itu haram atas para pembesar, tetapi halal bagi kalangan awam dari orang-orang Syiah."

Si pemuda menatap Al Khaui sambil tersenyum. Pandangannya mengisyaratkan akan pengetahuannya bahawa Al Khaui sedang mengamalkan taqiyah (berbohong untuk membela diri).

Kedua-dua pemuda itu pun berdiri dan pergi. Saya meminta izin kepada Imam Al Khaui untuk keluar. Saya menyusul kedua pemuda tadi. Saya mengetahui bahawa penanya adalah seorang Sunni dan sahabatnya adalah seorang Syi'i (pengikut Syiah). Keduanya berselisih pendapat tentang nikah mut'ah, apakah ia halal atau haram? 

Keduanya bersepakat untuk menanyakan kepada rujukan agama, iaitu Imam Al Khaui. Ketika saya bercakap dengan kedua pemuda tadi, pemuda yang berfahaman Syiah memberontak sambil berkata, 

"Wahai orang-orang durhaka, kamu sekalian membolehkan nikah mut'ah kepada anak-anak perempuan kami, dan memberitahu bahawa hal itu halal dan dengan itu kamu mendekatkan diri kepada Allah, tetapi kamu mengharamkan kami untuk nikah mut'ah dengan anak-anak perempuan kamu? "

Maka dia mula memaki dan mencaci serta bersumpah untuk berpindah kepada mazhab ahlussunnah, maka saya pun mula menenangkannya, kemudian saya bersumpah bahawa nikah mut'ah itu haram kemudian saya menjelaskan tentang dalil-dalilnya.

Sumber: Al Musawi, Sayid Husain. 2008. Mengapa Saya keluar dari Syiah. Pustaka Al Kautsar, Jakarta.
Diterjemahkan dari sumber islampos.com

Alamat Kiamat kubra 18. Keluarnya Binatang Bumi Yang Dapat Berbicara



Binatang tensebut akan keluar dari Makkah Mukarramah,   dari masjid yang terbesar (Majma’u Zawa’id: 6-8).  Dia ak an keluar tiga kali,  pertama di lembah,  kemudian sembu nyi,  lalu keluar di suatu desa,  kemudian sembunyi dan ya ng ketiga akan muncul dari Makkah.   (Tazkinah: 697)
”Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka,  Kami ke luarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan me ngatakan kepada mereka,  bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”.   (QS.   An Naml : 82)
.

Alamat Kiamat kubra 17. Terbitnya Matahari Dari Barat



Sebelum terbitnya matahari dari barat,  ia akan didahului oleh waktu malam yang sangat panjang,  hingga disebut kan bahwa seorang muslim telah mengerjakan shalat ma lam hingga letih dan telah tidur hingga pulas,  namun su buh belum juga menjelang.  Jika ini telah dirasakan,  pertan da bahwa esok pagi matahari akan terbit dan barat.  Peris tiwa ini hanya terjadi satu hari,  keesokannya matahari ak an terbit sebagaimana biasanya.   (Lihat Fathul Bari Kita bur Riqaq juz II)
Rasulullah bersabda:
.

Alamat Kiamat kubra 16. Wafatnya Isa Dan Imam Mahdi



Nabi Isa dan Imam Mahdi hidup satu masa.   Setelah tujuh tahun tinggal di dunia,   maka Allah mewafatkan keduanya.   Mereka akan dishalati oleh orang-orang muslim.   (HR Ahmad: 2:406,  Fathul Bari: 6:493) Dan wafatnya nabi Isa tersebut menandakan misinya juga sudah berakhir, yakni membinaskan dajjal. Dengan wafatnya Nabi Isa Tersebut dunia mengalami kedamaian sampai waktu yang di tentukan. Dan Kembalinya Nabi Isa tersebut menjadikan salah satu tanda-tanda akan terjadinya akhir zaman.
.

Disapa, pemain Manchester City ucap Waalaikummussalam

Peminat Manchester City hanya mengenali Habib Kolo Toure dan Yaya Toure sebagai pemain yang berasal dari Ivory Coast. Ada seorang lagi pemain kebangsaan Ivory Coast yang memperkuatkan the Citizens.

Meskipun jarang diturunkan dalam barisan utama dan kerap menghiasi bangku simpanan namun namanya mula popular di kalangan penyokong City. Dia adalah Abdul Razak yang masih berusia 20 tahun.

Pernah dipinjamkan ke Charlton atletic pada akhir Oktober lalu, jurulatih Roberto Mancini memanggilnya semula untuk ditempatkan dalam pemain simpanan kerana ketika itu Javi Garcia dan Jack Rodwell mengalami kecederaan.Pemain di posisi midfielder berada dibangku simpanan ketika perlawanan City mengalahkan tuan rumah Newcastle United 3-1.


Sebagaimana duo Toure, Razak juga seorang Muslim yang taat. Ketika disapa "assalamualaikum" dan bertanya khabar oleh bekas rakannya di Charlton Salim Kerkar melalui akaun twitter.
Disapa, Pemain City Ucap 'Waalaikumsalaam'
"@ kerkar10 Waalaikumsalaam, sejuk tetapi masih hidup," bergurau melalui twitternya akaun @ Razak.

Bersama Karim Rekik pemain pertahanan Liga Belanda U-19 keturunan Tunisia, Razak dilihat sebagai pemain masa depan City. Satu yang mudah diingat daripada Razak adalah dirinya yang murah dengan senyuman dan ramah dengan peminatnya.