Minggu, 23 Desember 2012

18 Orang yang Dicintai Allah SWT

Inilah 18 orang yang beruntung karena telah dicintai Allah SWT.
Siapa saja mereka dan kenapa Allah SWT sangat sayang dan mencintai mereka.

Allah SWT

Orang-orang yang dicintai Allah SWT:
1. At-Tawwabin.
Orang-orang yang bertaubat

… Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah [2]: 222)

2. Al-Mutathohirin.
Orang-orang yang suka bersuci /menjaga wudhu

… Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah [2]: 222)

3. Al-Muqsithin.
Orang-orang yang adil

… sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang adil. (QS. Al-Maa’idah [5]: 42)

4. Al-Muttaqin.
Orang-orang yang taqwa

… maka sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Imran [3]: 76)

5. Al-Muhsinin.
Orang-orang yang suka berbuat kebaikan

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali ‘Imran [3]: 134)

6. Al-Mutawakilin.
Orang-orang yang bertawakal kepada ALLAH Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada ALLAH. Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-NYA. (QS. Ali ‘Imran [3]: 159)

7. As-Shobirin.
Orang-orang yang sabar ALLAH menyukai orang-orang yang sabar.
(Ali ‘Imran [3]: 146)

8. Orang-orang yang mengikuti Rasul
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai ALLAH, ikutilah aku, niscaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Ali ‘Imran[3]:31)

9. Orang-orang yang berperang di jalan ALLAH.
Sesungguhnya ALLAH menyukai orang yang berperang dijalan-NYA dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(QS. Ash-Shaff [61]: 4)

10. Orang-orang yang tidak suka mengeluarkan kata-kata yang keji, berpikir mandiri, sabar dan rajin melakukan sholat malam.
Imam al-Baqir as berkata, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai orang yan (apabila) bersenda gurau tidak mengeluarkan kata-kata yang keji, yang berpikir mandiri, selalu bersabar (apabila) sendirian, dan suka melakukan shalat malam”

11. Orang-orang yang hatinya senantiasa sedih namun tetap bersyukur kepada ALLAH subhana wa Ta'ala .
Imam Ali Zainal ‘Abidin as berkata, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai setiap hati yang selalu merasa sedih, dan setiap hamba yang selalu bersyukur”

12. Orang-orang yang memiliki sifat malu (al-hayya’) dan santun (al-halim).
Rasulullah saw. bersabda, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai orang yang memiliki sifat malu, orang yang senantiasa santun, orang yang selalu menjaga kesucian dirinya (‘afif) , dan orang yang enggan berbuat keji (muta’afiffah)”

13. Orang-orang yang rajin sholat malam, bersedekah, dan tidak takut mati di jalan ALLAH. Rasulullah saw bersabda, ”Tiga macam orang yang ALLAH ‘Azza wa Jalla mencintai mereka yakni mereka yang senantiasa bangun di malam hari (untuk mengerjakan shalat malam) lalu membaca

Kitab ALLAH (Al-Qur’an), mereka yang senang bersedekah dengan tangan kanannya sambil menyembunyikannya dari tangan kirinya, dan mereka yang mengalahkan dan mengusir musuhnya dalam perang sementara kawan-kawannya menyerahkan diri kepada musuh”

14. Orang-orang yang saling mencintai di jalan ALLAH, bersilaturahiim dan bertawakkal kepada ALLAH.
Di dalam hadits Mi’raj diriwayatkan bahwa ALLAH ‘Azza wa Jalla telah berfirman, ”Wahai Muhammad! Wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang saling mencintai di jalan-KU, dan wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang saling berkasih sayang di jalan-KU, dan wajib bagi-Ku mencintai orang-orang yang suka bersilatur-rahim di jalan-Ku, dan wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang senantiasa bertawakkal kepada-KU…”

15. Orang-orang yang mencintai amal yang diwajibkan kepadanya.
ALLAH Tabaraka Ta’ala berfirman, ”Tiada yang lebih Aku cintai dari seorang hamba-KU daripada kecintaan sang hamba kepada apa yang telah Aku wajibkan baginya”

16. Orang-orang yang mampu meredam kemarahannya dengan santun.
Rasulullah saw bersabda, ”Wajiblah kecintaan ALLAH atas orang yang marah tetapi ia mampu meredam kemarahannya dengan santun”

17. Orang-orang yang banyak mengingat mati.
Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa yang banyak mengingat kematian niscaya ALLAH mencintainya”

18. Orang-orang yang mencintai apa yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA, dan membenci apa yang dibenci ALLAH dan Rasul-NYA.
Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw, ”Aku ingin sekali menjadi orang yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA”.

Rasulullah saw pun berkata, ”Cintailah apa yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA, dan bencilah apa yang dibenci oleh ALLAH dan Rasul-NYA”

Adakah diantara kawan-kawan termasuk salah satunya?

Antara Israel (Yahudi) dengan Syiah tidak pernah ada masalah - Ariel Sharon


ariel sharon_syiah-yahudi_islampos
Bekas Perdana Menteri Israel Ariel Sharon, dalam salah satu bukunya menyatakan dengan tegas bahawa, "Antara Israel (Yahudi) dengan Syiah tidak pernah ada masalah. Justeru musuh kami yang hakiki adalah sel-sel organisasi 'pengganas' Palestin, dan orang-orang Syria yang banyak membantu organisai-organisasi 'pengganas' ini! "

Dalam buku, Sharon mengeluarkan sebuah buku yang berjudul "Warrior", dia menulis bahawa Syiah mungkin sudah seperti saudara sendiri bagi Israel. Ap alagi dalam judul buku disebutkan "Aku akan bercakap tentang orang-orang yang aku cintai."
Sharon berkhidmat sebagai Perdana Menteri Israel dari 7 Mac 2001 hingga 14 April 2006. Kuasanya sebagai perdana menteri kemudian digantikan oleh Perdana Menteri (sementara) Ehud Olmert kerana terkena serangan stroke pada Januari 2006. Dia mengalami koma dalam waktu yang lama sehingga tidak mungkin untuk kembali menjalankan tugas-tugas sebagai pemimpin kerajaan.

Dia lahir di Kfar Malal (Mandat British Palestin) dan tampil sebagai pemimpin politik dan tentera berbangsa Israel. Sharon juga pernah menjadi pemimpin Likud, parti terbesar dalam gabungan kerajaan dalam parlimen Israel, Knesset, sehingga dia mengundurkan diri dari parti tersebut pada 21 November 2005. Dia kemudian membentuk parti baru bernama Kadima.

Selama tiga puluh tahun Sharon berkhidmat sebagai anggota Angkatan Bersenjata Israel. Pangkat tertingginya ialah Mejar Jeneral. Dia menjadi terkenal di Israel kerana penglibatannya dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967 dan Perang Yom Kippur pada tahun 1973.

Ariel Sharon juga bertanggung jawab dalam tragedi pembunuhan Qibya pada 13 Oktober 1953 di mana ketika itu 96 orang Palestin dibunuh oleh Unit 101 yang dipimpinnya dan pembunuhan Sabra dan Shatila di Lebanon pada 1982 yang mengakibatkan antara 3000 hingga 3500 orang terbunuh, sehingga dia digelar sebagai 'Tukang sembelih dari Beirut '.
Diterjemahkan dari sumber islampos.com

Sikap golongan Syiah terhadap Al-Quran

Banyak kekafiran kaum Syiah dalam kepercayaan mereka tentang Al-Qur an. Seorang muslim yang mengetahuinya pasti dadanya akan sesak dengan ucapan-ucapan mereka.

Di antara keyakinan mereka adalah bahawa Al-Quran, yang berada di tangan kaum muslimin telah berkurangan dan telah diubah atau diganti.

Dalam riwayat Al-Kulîny dengan sanadnya dari Abu Abdillah Ja'far Ash-Shadiq disebutkan, "Sesungguhnya Al-Quran yang Jibrail bawa kepada Muhammad shallallâhu 'alaihi wa âlihi adalah sebanyak tujuh belas ribu ayat." [Ushulul Kafy 2/350, Mansyurat Al-Fajr, Beirut, Lebanon, cet. ke-1 2007 M/1428 H]

Dalam riwayat lain, "... Mushaf Fatimah adalah seperti Al-Quran kalian ini (sebanyak) tiga kali ganda. Demi Allah, di dalamnya tiada satu huruf pun dari Al-Quran kalian .... "[Ushulul Kafy 1/295, tahqiq Muhammad Jaafar Shamsuddin, terbitan Darut ta'aruf, Beirut, Lebanon, 1990 M/1411 H]

Muhsin Al-Kâsyâny, seorang ahli tafsir mereka, berkata, "Faedah yang terpetik dari riwayat-riwayat melalui jalur Ahlul Bait 'alaihimus salam adalah bahawa Al-Quran yang berada di tengah kita tidaklah sempurna sebagaimana yang diturunkan kepada Muhammad shallallâhu' alaihi wa âlihi wa sallam. Bahkan, dalam (Al-Qur `an) itu, ada yang menyalahi (firman) yang Allah turunkan, ada pula yang telah berubah lagi terganti dalam (Al-Quran). Juga sesungguhnya banyak hal telah dibuang dari (Al-Qur `an), di antaranya adalah nama Ali pada banyak tempat. Selain itu, Al-Quran juga tidak berada pada atas susunan yang diredhai di sisi Allah dan di sisi rasul-Nya shallallâhu 'alaihi wa sallam." [Tafsîrush Shafy 1/49]

Syaikh kaum Syiah, Al-Mufid, berkata, "Sesungguhnya khabar-khabar yang datang sangatlah banyak, dari para imam petunjuk dari keluarga Muhammad shallallâhu 'alaihi wa âlihi, tentang pertentangan Al-Quran dan apa-apa yang orang-orang zalim adakan berupa penghapusan dan pengurangan di dalamnya .... "[Awa` ilul Maqalat hal. 8]

Ucapan ulama Syi'ah dari dahulu hingga kebelakangan ini menunjukkan aqidah mereka, bahkan Syaikh kaum Syiah, An-Nuri At-Thabarsy, mempunyai buku khusus yang bertajuk fashlul Khithâb Fî Itsbati tahrif Kalami Rabbil Arbab (Kata Pemutus tentang Penetapan Terjadinya Perubahan pada [Al -Quran] Kalam Rabbil Arbab). Kalau ada dari kalangan Syiah yang mengingkari perubahan dan pertukaran Al-Quran, hal tersebut hanya berasal dari aqidah taqiyyah mereka.

Pegangan dan kumpulan dari Al-Quran, dengan berbagai riwayat dari masa para sahabat sehingga hari ini, semuanya tidak berlaku di kalangan Syiah.

Ahli hadis dipercayai kaum Syiah, Al-Kulîny, menyebutkan bab "Tiada yang Mengumpul Seluruh Al-Quran, Kecuali Para Imam (A), Sedang Mereka Mengetahui Seluruh Ilmu (Al-Quran)".

kemudian diteruskan riwayat dengan sanadnya dari Abu Ja'far Muhammad Al-Baqir bahawa Abu Ja'far berkata, "Tiada seorang pun dari manusia yang mengaku mengumpulkan seluruh Al-Quran sebagaimana yang diturunkan, melainkan seorang pendusta. Tiada yang mengumpul dan menghafal (Al-Qur `an) sebagaimana yang Allah Taala turunkan, kecuali Ali bin Abi Talib ('A) dan para imam selepasnya (' A)." [Ushulul Kafy 1/284, tahqiq Muhammad Ja ' far Syamsuddin, terbitan Darut ta'aruf, Beirut, Lebanon, 1990 M/1411 H]

Dalam sifat Imam Mahdi kaum Syiah, mereka menyebutkan bahawa Imam Mahdi akan keluar dengan membawa kitab baru. Mereka menyebutkan, "Telah mutawatir dari para imam yang suci shalawatullahi 'alaihim bahawa imam zaman serta utusan masa dan waktu shalawatullahi wa salamuhu' alaihi akan datang dengan kitab baru, sangat keras terhadap orang-orang Arab, dan kebanyakan tentera-tenteranya adalah anak-anak ajam (bukan Arab). "[Al-Fawa` idul Madaniyyah Wasy Syawahidul Makkiyyah hal. 532-533, Muhammad Amin dan Nuruddin Al-'Amily]

Maha Suci Allah dari kekafiran kaum Syiah. Allah telah berfirman,

إن الذين كفروا بالذكر لما جاءهم وإنه لكتاب عزيز. لا يأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفه تنزيل من حكيم حميد

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap Al-Quran, ketika (Al-Quran) itu datang kepada mereka, (pasti akan celaka), dan sesungguhnya (Al-Quran) itu adalah kitab mulia. Tiada kebatilan yang datang pada (Al-Quran), baik dari depan maupun dari belakangnya, diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana, lagi Maha Terpuji." [Fushshilat: 41-42]

Diterjemahkan dari sumber dzulqarnain.net