Senin, 21 Januari 2013

Hikmah disebalik perubahan warna langit ketika masuk waktu Solat


1. Waktu solat Subuh

Jika kita sering memperhatikan waktu selepas subuh, apalagi menjelang siang, langit seringkali berwarna biru yang diselangi dengan merah (oren) yang dihasilkan oleh sinar mentari yang akan terbit.

Dalam Islam, tidur selepas subuh sangat dilarang kerana akan ketinggalan rezeki. Seperti Sabda Rasulullah: "Ya Allah berikanlah keberkatan kepada umatku di pagi harinya," (HR. Abu Daud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, sahih At-Targhiib waTarhiib no, 1693)

Selain itu, mengapa kita tidak dibenarkan tidur selepas subuh adalah kerana warna biru mempengaruhi kelenjar tyroid. Bila kelenjar tyroid kita lemah, kita akan menghadapi masalah kehausan sepanjang hari.

Pada waktu Subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh.

Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahsia yang berkaitan dengan rezeki dan komunikasi.

Mereka yang kerap tertinggal waktu subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama-kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki. Ini kerana tenaga alam iaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad dalam keadaan tidur dalam erti kata lain lebih baik terjaga daripada tidur. Di sini juga dapat kita ambil hikmah untuk solat di awal waktu.

Bermulanya saat azan subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonansi pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat Subuh sebenarnya sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.


2. Waktu solat Zohor

Ketika ini warna kuning mendominasi atmosfera. Mengurangkan makan pada waktu kuning (siang hari) ialah amalan terbaik untuk menjaga supaya pemikiran menjadi kreatif, tajam, dan peka. Kita juga amat digalakkan untuk melakukan puasa sunat Isnin dan Khamis untuk menggurangi beban kerja organ pencernaan.

Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai rahsia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.



3. Waktu solat Asar

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oren, iaitu masuknya waktu Asar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.

Rahsia warna orange ialah kreativiti. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitinya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar digunakan untuk tidur.

4. Waktu solat Maghrib

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) Ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka bergema dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini dengan menunaikan solat Maghrib dulu.

Rahsia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.

Tahukah anda bahawa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu maghrib ini.

5. Waktu solat Isyak

Apabila masuk waktu Isyak, alam berubah ke warna merah dan seterusnya memasuki fasa kegelapan. Waktu Isyak ini menyimpan rahsia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.

Mereka yang kerap ketinggalan Isyanya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam di mana keseluruhan sistem tubuh berada dalam keadaan relaks atau berehat. Allahu alam bi shawwab.




Asal Muasal Lafadz Azan

Tahukah kalian asal muasal AZAN yang dikumdangkan oleh Mu'azin setiap lima waktu tanda peringatan bahwa kala itu sedang memasuki waktu shalat. Ternyata azan ini berasal dari mimpi sahabat Rasulullah SAW.
Kalimat demi kalimat dalam azan awalnya berasal dari mimpi seorang sahabat, dan ketika mimpi itu diceritakan kepada Rasulullah SAW, Beliau menyetujuinya.

Sebab-Sebab Dikumadangkannya Azan.
Allah SWT berfirman,

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْقِلُونَ ٥٨

Artinya:
"dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal."
(QS. Al Maidah: 58).

Ayat tersebut di atas sekaligus menjadi sebab turunnya azan sebagai pertanda penggilan shalat. Disebutkan pada masa berkembangnya Islam di Madinah, penduduk setempat tersebar di seluruh kota. Kesibukan yang tinggi dikhawatirkan menjadi potensi lupa atau kelalaian untuk melaksanakan shalat pada waktunya.
Kalau initerjadi terus menerus, maka ini menjadi satu persaoalan yang cukup berat yang pertlu segera dicarikan jalan keluarnya.

Lafadz Azan

Sahabat Bermimpi.
Kondisi ini membuat para sahabat bermusyawarah untuk menentukan cara yang paling baik yang dapat digunakan sebagai pertanda waktu shalat telah datang.
Menurut kisah, pada awalnya Rasulullah SAW menyetujui bunyi lonceng sebagai pertanda shalat, namun pada akhirnya beliau tidak menyukai karena lebih mirip pada orang-orang Nasrani.

Dijelaskan Abdullah bin Zaid, pada suatu malam ketika ia tidur, tiba-tiba bermimpi bertemu dengans eorang laki-laki yang menggunakan pakaian hijau. Laki-laki itu mengelilinginya dengan membawa lonceng di tangannya.
Abdullah bin Zaid lalu menegurnya,
"Hai hamba Allah, apakah lonceng ini akan kamu jual?" tanyanya.
"Akan kamu pergunakan untuk apa lonceng ini," jawab laki-laki itu.

"Akan aku pakai untuk memanggil orang untuk shalat," ujar Abdullah.
Laki-laki itu terdiam sesaat lalu memberikan saran kepada Abdullah.
"Maukah engkau aku tunjukkan cara yang lebih baik dari itu?" tanya laki-laki itu.
"Baiklah, tunjukkan kepadaku," jawab Abdullah.
Laki-laki itu lantas mengucap azan yang diawali dengan Allahu Akbar dan diakhiri dengan Laa Ilaaha Illallah.

Rasulullah SAW Menyetujui Mimpi Sahabat itu
Setelah mengalami mimpi itu, pagi harinya Abdullah menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan mimpi tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya mimpi kamu itu adalah mimpi yang benar, Insya Allah, berdirilah bersama Bilal dan sampaikanlah kepadanya apa yang kamu impikan, karena Bilal itu lebih keras suaranya daripada kamu."

Lalu Abdullah menemui Bilal dan menyampaikan kepadanya apa yang dimimpikan itu. Kemudian Bilal pun melakukan Azan dengan kalimat-kalimat itu. Suara azan Bilal itu terdengar keras ke penjuru kota, lalu tidak alam kemudian Umar bin Khattab yang semula di rumah mendadak ke luar sambil membawa selendangnya.

Mendengar suara azan itu, Umar bin Khattab bersumpah atas nama Allah bahwa kalimat dalam azan itu juga ia mimpikan semalam.
"Demi Allah, yang telah mengutus Muhammad dengan benar. Sungguh akupun telah mimpi, persis seperti yang ia impikan," kata Umar bin Khattab.
Lalu Rasulullah SAW mengucapkan," Alhamdulillah."
(HR. Abu Dawud).

Jin Ifrit Tumbang dengan Ayat Kursi

Siapa yang tidak tahu atau tidak hafal dengan ayat kursi, silahkan dipelajari karena begitu besar manfaat dan khasiatnya dalam melindungi diri sendiri, keluarga maupun rumah dari tipu daya setan yang terkutuk.

Ayat kursi memiliki banyak fadilah atau keutamaan. Salah satunya adalah bisa untuk menaklukkan makhluk halus.


Hal ini seperti yang dilakukan oleh Saudagar kaya raya bernama Ka'ab yang membunuh Jin Ifrit dengan bacaan Ayat Kursi.

Pada Suatu hari, seorang pedagang bernama Ka'ab melakukan perjalanan ke negeri Basrah.
Ia membawa barang dagangannya untuk dijual. Setelah Ka'ab sampai di Basrah, dia mencari tempat penginapan, akan tetapi semua penginapan pada hari itu ternyata tidak ada yang kosong.
Semua telah dipesan oleh pedagang yang lebih dahulu datang sebelum Ka'ab.

Karena kehabisan penginapan, Ka'ab berinisiatif mencari tempat istirahat. Ia kemudian menemukan sebuah rumah kosong yang pada dindingnya terdapat banyak sarang laba-laba. Ka'ab akhirnya berhasil menemui pemiliknya. Ia bermaksud menyewa rumah itu selama kurang lebih satu minggu.
"Rumah ini aneh sekali, selalu menjadi pembicaraan masyarakat disini," kata si pemilik rumah.
"Apa yang terjadi pada rumahmu in?" tanya Ka'ab.
"Kata beberapa orang, rumah ini didiami oleh Jin Ifrit. Sudah banyak orang yang mencoba menempatinya, namun akhirnya mereka semua binasa," jelas si pemilik rumah.

Rumah Kosong Lama Tak Berpenghuni.
Merasa terpaksa karena tidak menemukan penginapan, akhirnya Ka'ab bersedia menempati rumah kosong itu.
"Meskipun orang lain berkata demikian, saya sanggup tinggal disini asalkan Tuan mengizinkan saya," pinta Ka'ab.
"Baiklah, saya tidak keberatan dan saya tidak akan meminta bayaran sedikitpun," jawab si pemilik rumah.


Ka'ab akhirnya tinggal di rumah kosong yang angker itu. Pada malam itu, tidak ada hal ganjil yang dialaminya. Keesokan harinya Ka'ab berkeliling untuk menjual barang dagangannya, dan ketika matahari hampir terbenam, ia kembali pulang.
Malam itu Ka'ab mengalami beberapa keanehan. Matanya sulit sekali untuk dipejamkan.

Kemudian dalam kondisi yang sepi, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sosok bayangan hitam yang memiliki dua mata menyala-nyala seperti bara api yang mendekatinya. Maka secara spontan, Ka'ab terjaga dan membaca ayat Kursi.
Akan tetapi bayang-bayang itu tidak menghilang, malah sosok hitam itu turut mengikuti apa yang dibaca oleh Ka'ab, hingga hampir sampai pada akhir ayat Kursi.

Jin Ifrit Tewas oleh Ayat Kursi.
Akan tetapi setelah Ka'ab membaca akhir ayat Kursi Walaa Yauduhu khifzuma wa huwal aliiyul 'adzim, bayang-bayang hitam itu lenyap dan suaranya sudah tidak terdengar lagi.
Ka'ab heran dan ia terus mengulangi bacaannya hingga ayat Kursi yang terakhir untuk memastikan bayang-bayang hitam itu benar-benar hilang. Lenyapnya Jin Ifrit itu disertai bau seperti barang yang terbakar.

Keesokan paginya, Ka'ab mendapati di salah satu sudut rumah itu terdapat bekas-bekas abu seperti ada sesuatu yang telah terbakar. Di saat itu, Ka'ab mendengar suara gaib,
"Hai Ka'ab, engkau telah membakar Jin Ifrit yang kuat."
"Dengan apa aku membakarnya?" tanya Ka'ab.
"Dengan firman Allah, alaa Yauduhu khifzuma wa huwal aliiyul 'adzim,"jawab suara gaib itu.

Demikian kisah Tewasnya Jin Ifrit oleh Ayat Kursi.
Seperti diketahui, Ayat Kursi diwahyukan kepada Rasulullah SAW diiringi oleh ribuan malaikat karena kebesaran dan kesucian ayat tersebut. Karena itu, Jin Ifrit yang kuat pun tidak mampu menahan kehebatan Ayat Kursi.

Para Wanita Hidup dengan Suaminya di Surga

Apakah para wanita-wanita yang dulunya hidup di dunia, akan bersuamikan laki-laki yang sama kalau sudah ada di Surga?

Bagaimana kalau istri atau suaminya tidak taat dengan perintah Allah SWT, dialog berikut ini antara seorang ustadz dan Abah akan menjelaskannya.

Simak Yuk...

Abah:
Di surga, akankah wanita-wanita hidup bersama dengan suaminya yang ada di dunia ini?

Ustadz:
Tentu. Allah berkata mereka akan berada di bawah naungan pepohonan bersama dengan suami dan anaknya. Tentu mereka akan bersama dengan suaminya.

Abah:
Bagaimana jika wanita tersebut telah menikah dua atau tiga kali?

Ustadz:
Allah akan memberi dia seorang dari suaminya yang paling besar takutnya terhadap Allah, suami yang paling Allah ridhoi. Itu adalah kriteria dari Allah. Dalam segala hal kita harus melihatnya dari sisi apakah Allah ridho atau tidak.
Maksud saya, saya dapat saja datang kesini, atau duduk di rumah, atau pergi keluar ke toko dan berbincang-bincang dengan orang. Tapi saya pikir Allah akan lebih ridho bila saya datang kesini, dan saya pikir saya telah melakukan hal yang benar.

Dengan kata lain, sesuatu yang memiliki nilai terbaik dan dalam tindakan yang paling baik pula, itulah yang Allah inginkan. Berbuat sesuatu yang terbaik untuk Allah adalah hal yang paling Allah ridhoi. Itu juga merupakan kriteria untuk suami di akhirat kelak. Allah akan memberikan wanita tersebut suami yang paling Allah ridhoi.

Wanita Muslimah

Ustadz:
Jika pasangan dari seseorang tersebut tulus dan berhati bersih, dan jika orang tersebut memiliki perilaku yang baik dan seorang yang beriman, maka tentu saja mereka akan bersama di surga. Allah Maha Besar menjelaskan dengan gamblang di ayatnya.

Dia berkata mereka akan bersama di akhirat kelak. Orang-orang akan memiliki keturunan di akhirat. Seorang wanita dapat saja melahirkan kapan saja dia menginginkan bayi, setelah proses persalinan yang sangat cepat. Tetapi hal (persalinan) tersebut tidak disertai dengan rasa sakit dan terjadi dengan cepatnya. Itu akan terjadi disaat kapanpun mereka inginkan.

Ustadz:
Itulah gambaran keadaan di surga.

Ustadz:
Izinkan saya berbicara bahwasanya hal/parameter yang dipertimbangkan oleh Allah terhadap manusia adalah terkait dengan keimanan seseorang terhadapNya, tingkat keimanannya kepada Allah. Tidak jadi persoalan dengan siapakah pasangan yang dinikahinya.

Sebagai contoh, istri Abu Lahab memiliki pola pikir dan mentalitas yang sama dengan suaminya, sehingga dengan itu dia dimasukkan ke dalam tempat yang sama dengan suaminya.

Ustadz:
Tetapi istri firaun adalah seorang beriman dan wanita yang sangat menjaga dirinya, dan seseorang yang sangat berharga di surga. Dia tidak menuruti logika suaminya, filosofi perilaku tak bermoralnya.

Dia mengikuti Nabi Musa (a.s.), dan Allah telah memasukkan dia ke dalam surga. Istri Nabi Nuh (a.s.), contoh lain, merupakan wanita yang tidak taat, dan Allah memasukkannya ke dalam neraka. Allah memisahkan dia dengan Nabi Nuh (a.s.). Istri Nabi Luth (a.s.) pun sama, dan istrinya pun seorang kafir. Allah telah memisahkan mereka. Kita dapat lihat dari beberapa contoh ini bahwa takut terhadap Allah merupakan hal yang paling penting dari semuanya.

Ustadz:
Sebagai contoh, seorang yang tak bermoral memiliki seorang istri, seseorang yang murni beriman. Wanita tersebut meninggalkan suaminya, dan Allah pun tidak meridhoi pertemuan mereka. Dia akan memisahkan mereka di akhirat nanti.

Wanita tersebut akan menjadi seorang perawan/single di akhirat, dan Allah akan menikahkan dia dengan seorang laki-laki beriman yang takut pada Allah, siapapun yang Allah ridho dan inginkan. Oleh karena itu, ridho Allah lah yang menjadi kriteria utama untuk keadaan seperti itu.

Kisah Singkat Nabi Musa dan Karun


Suatu hari, Qarun keluar ke Madinah dengan perhiasan yang besar dan perlengkapan yang banyak sambil memakai pakaian yang bagus.

Qarun termasuk kaum Nabi Musa ‘alaihis salam . Ia adalah seorang yang kaya, harta dan simpanannya banyak, bahkan kunci-kunci simpanan kekayaannya tidak dapat dibawa kecuali oleh orang-orang yang kuat. Akan tetapi, Qarun mendurhakai Nabi Musa dan Harun, ia tidak menerima nasihat keduanya, dan ia menyangka bahwa harta dan kenikmatan yang didapatkannya adalah karena ia berhak memilikinya dan bahwa ia memperolehnya karena ilmunya.

Harta Karun

Ketika ia melewati manusia, maka sebagian manusia mendekatinya untuk memberinya nasihat dengan berkata,

"Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.–Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

Allah SWT berfirman,

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ ٧٦
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ ٧٧

Artinya:
76. "Sesungguhnya Karun adalah Termasuk kaum Musa, Maka ia Berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri".

77. "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS. Al-Qashash: 76-77)

Maka Qarun menolak nasihat itu dengan sombong, ia berkata,
"Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku."

Ia menyangka bahwa harta yang diperolehnya ini karena kecerdasan dan kemampuannya.
Suatu ketika Qarun keluar ke hadapan manusia dengan satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan segala kemewahannya untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya.

Saat itu, sebagian manusia ada yang terfitnah (terpukau) dengan kekayaan dan perhiasan Qarun, mereka ingin sekiranya mereka mempunyai seperti yang dimiliki Qarun, tetapi orang-orang shaleh di antara mereka berkata,

"Pahala Allah lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal saleh.” Ketika Qarun terus bersikap sombong dan congkak, maka Allah membenamkan Qarun dan rumahnya ke dalam bumi, dan tidak ada seorang pun yang mampu menolongnya, dan ketika itu, orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu, berkata,

"Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya, kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah)."



Kisah Wanita Tunasusila Menjadi Ahli Surga

Salam sahabat,
Pada malam hari ini admin mencoba berkisah tentang seorang wanita tuna susila. Karena ucapan seorang pemuda yang sebenarnya sangat menginginkannya, akhirnya wanita pelacur ini bertobat mencari sang pujaan hatinya hingga dia meninggal dunia.


Kisahnya.
Pada suatu negeri, jiduplah seorang wanita bernama Al-Malikah. Dia adalah wanita tuna susila nan cantik yang berasal dari keturunan Bani Israil. Dia dikenal sebagai wanita tunasusila kelas atas dengan harganya yang cukup tinggi.

Cantiknya, tak bisa dibayangkan oleh seorang pemuda yang bernama Abid. Abid ini adalah seorang pemuda miskin yang taat beribadah. Namun karena kepopileran paras ayu Al-Malikah, rupanya telah menggoda keimanan sang pemuda untuk menikmati kecantikan Al-Malikah.

Sayangnya, untuk bisa bertemu dengan Al-Malikah, Abid harus mengeluarkan biaya sebesar 100 dinar. Karena begitu besarnya harga itu, Abid harus bekerja sekuat tenaga mengumpulkan uang agar bisa bertemu dengan pujaan hatinya itu.

Pertemuan Dengan Wanita Tunasusila.
Di luar dugaan, sesuatu yang mengejutkan terjadi, karena setelah Abid berada di hadapan Al-Malikah, tiba-tiba saja rubuhnya bergetar hebat, keringat bercucuran dari sekujur tubuhnya. Abid ingin segera lari dari hadapan Al-Malikah, hingga Al-Malikah pun dibuat terkejut dengan tingkah laku Abid.

Ketika Al-Malikah sudah berada di depan Abid, Abid justru teringan dengan Tuhan-Nya.
"Aku takut kepada Allah SWT, bagaimana aku mempertanggungjawabkan perbuatan maksiatku nanti," kata Abid.

Ucapan spontan dari Abid ini malah membuat Al-Malikah sangat terkejut. Entah bagaimana ucapan Abid seakan menjadi wasilah yang mampu memberikan kesadaran pada Al-Malikah. Di luar dugaan, hati Al-Malikah tersentuh oleh ucapan Abid yang polos tersebut.

Meninggal.
Tidak berapa lama kemudian Abid langsung lari dari hadapan Al-Malikah.
Al-Malikah pun kaget, dan mengejar Abid sampai tergopoh-gopoh. Akhirnya berhasil juga Al-Malikah mengejar Abid. Al-Malikah memohon agar Abid mau menjadikannya istri. Sambil menangis dan memohong berulangkali, Al-Malikah minta dijadikan istri oleh Abid. Abid kebingungan dibuatnya.
Al Malikah tidak akan melepaskan tangannya sebelum Abid berjanji untuk menikahinya.

Namun apa yang terjadi, Abid berhasil melepaskan cengkeraman tangan Al-Malikah dan langsung kabur dengan cepat hingga hilang dari pandangan.Keteguhan keimanan sang pemuda rupanya telah menawan hati Al-malikah. Kata-kata iman yang keluar dari mulut Abid telah benar-benar membuka hati, mata dan piikiran Al-malikah.

Usia pertemuan itu, Al-malikah berjanji untuk memperbaiki diri sendiri dan segera keluar dari lembah hitam. Dia terus mencari Abid hingga ke pelosok-pelosok, namun yang dicarinya selalu tidak membuahkan hasil.

Di suatu tempat, Abid begitu ketakutan yang sangat luar biasa. Karena ketakutannya kepada Allah SWT, maka Abid pun pingsan hingga membuatnya meninggal dunia. Kabar meninggalnya Abid telah terdengar ke telinga Al-Malikah.
Tentu saja berita itu membuatnya bersedih dan syok hingga terjatuh dan akhirnya meninggal dunia saat itu juga.