Kamis, 18 April 2013

Jangan salah pilih makanan seperti Bani Israel

Dibebaskan dari cengkaman Firaun dan Allah janjikan kemenangan atas Baitul Maqdis ternyata tak membuat Bani Israil bersyukur. Lagi-lagi Bani Israil berulah dengan menyuruh Nabi Musa AS berperang sendirian. Alhasil Bani Israil yang fasik akhirnya diganjar hukuman disesatkan di padang pasir Tih selama 40 tahun. Tapi rupanya hukuman itu tak membuat mereka jera, mengapa?

Dikisahkan ketika Bani Israil disesatkan di padang pasir yang panas, Allah ternyata memberikan karunia kepada mereka. Mukjizat berupa naungan awan senantiasa mengiringi kemana pun Bani Israil pergi, makanan terbaik berupa manna dan salwa pun selalu tersedia tanpa perlu diburu dengan susah payah.

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَـكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
"Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu manna dan salwa. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. "(Al Baqarah: 57)

Tapi tak dinyana, justru kaum Nabi Musa itu malah meminta makanan pengganti yang lebih rendah untuk mereka. Allah Ta'ala berfirman:


وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىَ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ اهْبِطُواْ مِصْراً فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya. "Musa berkata:" Mahukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta ... "(QS Al Baqarah: 61)

Ibnu Qoyyim mendedahkan bahwasannya Bani Israil telah berada dalam suatu tempat yang luas, udaranya lebih baik, lebih jauh dari penyakit dan kotoran, bumbung yang melindungi mereka dari sengatan matahari adalah awan, makanan mereka salwa dan minuman mereka manna.

Ibnu Zait turut berkata, "Makanan Bani Israil ketika mereka berada di padang sahara (tih) hanya satu macam, demikian pula minuman mereka. Minuman mereka madu yang turun dari langit yang disebut manna, sedangkan makanan mereka burung yang disebut salwa. Mereka hanya makan daging burung dan minum madu; tak ada roti atau makanan lain.

Ibnu Qoyyim juga menuturkan bahawa sudah maklum betapa utamanya jenis makanan dan minuman dari Allah tersebut dibanding dengan jenis makanan dan minuman lain. Ini merupakan salah satu contoh buruknya pilihan mereka serta sekurang-kurangnya pengetahuan mereka mengenai jenis makanan yang bermanfaat dan sesuai, sehingga meminta makanan yang mengandungi mudarat.

Sementara Hasan Al Basri mengatakan bahawa Bani Israil terlanjur terbiasa dengan hal tersebut (makanan yang mereka minta), maka mereka tidak sabar terhadap makanan manna dan salwa. Mereka teringat kepada kehidupan sebelumnya yang biasa mereka jalani. Mereka merupakan kaum yang biasa makan kacang adas, bawang merah, sayur-mayur dan bawang putih (vegetarian).

Oleh karenanya Musa AS berkata, "Mahukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta ... "

Ibnu Katsir menyatakan bahawa pada ayat tersebut terkandung teguran dan celaan terhadap permintaan mereka yang meminta jenis-jenis makanan yang rendah ini, padahal mereka sedang dalam kehidupan yang menyenangkan dan mempunyai makanan yang enak lagi baik dan bermanfaat.

Banyak pendapat mengenai manna, diantaranya ialah cecair putih yang mirip madu walau ada yang berpendapat itu adalah cendawan truffle kerana adanya hadis Nabi SAW yang berbunyi, "Cendawan kam'ah (truffle) berasal dari manna, airnya mengandung obat penawar bagi mata." (HR Bukhari)

Menurut Imam Dzahabi, manna yang turun pada pohon khotmiy yang berasal darinya berwarna putih dan yang tidak berasal darinya berwarna hijau. Kekuatannya bertambah dan berkurang bergantung pohon yang dihinggapinya, bagus untuk dada, bermanfaat untuk batuk dan dapat menghilangkannya.

Sedangkan salwa dikatakan Adz Dzahabi adalah jenis burung puyuh, memakannya menyenangkan hati dan menghancurkan kencing batu, bagus untuk kimus, bermanfaat untuk orang yang sihat dan yang baru sembuh dari sakit. Lalu bagaimana dengan kacang adas?

Dihuraikan oleh Ibnu Muflih bahwasannya kacang adas itu mengganggu orang lain dan menyebabkan perut kembung. Sesungguhnya adas itu disebut bersamaan dengan bawang merah di dalam Al-Qur'an. Kacang adas adalah syahwat yang lebih disukai oleh orang-orang Yahudi daripada manna dan salwa.

Adas mengandungi karakter kematian, panas-kering. Adas juga mengandungi dua sifat yang bercanggah; yang satu mengeraskan najis; sedang yang lain melunakkannya.

Adas sangat berbahaya bagi pengidap melancholia (masalah dengan ampedu hitam) dan membuatnya mengalami mimpi buruk. Adas juga boleh memekatkan darah, juga tidak baik untuk saraf.

Adas sukar dicerna, tidak baik untuk perut, sangat berbahaya bagi orang yang sukar buang air kecil, menghalang kelancaran darah haid, menyebabkan bengkak-bengkak sejuk dan menghasilkan angin yang tebal.

Sekali lagi, akibat prilaku yang fasik dengan menolak kurnia berupa makanan yang baik dan meminta ganti dengan makanan yang rendah kualitinya maka Allah menghinakan Bani Israil seperti yang dinyatakan dalam lanjutan surat Al-Baqarah ayat 61.

"Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) kerana mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) kerana mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. "

Semoga umat Islam dapat mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialami oleh Bani Israil. Sesungguhnya dalam Al-Qur'an dan Hadits telah dikemukakan juga mengenai pelbagai makanan yang halal lagi baik. Lalu apakah patut bagi umat Islam mengikuti langkah-langkah Bani Israil?

Kerasnya Suara Api Neraka Jahanam

Assalamu'alaikum wr. wb.

Siksa dan kepediahn api Neraka Jahanam begitu menggelegar dengan keras. Dalam kitab Bidayatu Hidayah disebutkan bahwa kerasnya suara neraka Jahanam dapat didengar hingga lima ratus tahun perjalanan.
Sungguh suatu suara yang sangat panjang untuk didengarkan. Para malaikat saja merinding, apalagi manusia dan makhluk lain.


Kisahnya

Dalam Kitab Bidayatul Hidayah disebutkan bahwa gema nyala api Neraka Jahanam begitu sangat mengerikan sehingga membuat merinding siapa saja yang mendengarnya, sekalipun dia adalah malaikat. Suara menggelegar dan mengerikan hingga dapat didengar 500 tahun perjalanan, merupakan sebuah angka yang sangat panjang buat manusia di dunia ini.

Malaikat-malaikat yang bertugas didalamnya pun sangat ketakutan, bulu kuduk merinding, meski para malaikat itu telah mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Tak pelak lagi, para penghuninya merintih, menjerit serta melolong seperti keledai yang meringkik dengan keras.

Para penghuni neraka Jahanam akan menangis smpai-sampai air matanya habis. Kalau air mata sudah habis, maka yang keluar adalah darah, bukan air mata lagi.
Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai manusia sekalian, menangislah. Jika tidak dapat menangis, maka paksakan dirimu untuk menangis. Karena sesungguhnya ahli neraka itu akan terus menangis hingga air matanya mengalir seperti air yang mengalir di sungai. Sampai air mata itu habis dan matanya pun pecah-pecah. Seandainya ada perahu yang diletakkan di situ, niscaya berlayarlah ia."
(HR. Ibnu Majah).

Rasa Putus Asa Penghuni Neraka Jahanam

Kelak semua yang di neraka Jahanam sangat memohon agar dapat dikeluarkan dari siksa neraka. Mereka benar-benar sudah tidak tahan lagi. Rasa putus asa, bahkan frustasi sudah mencapai puncaknya.

Penghuni neraka berkata,
"Wahai malaikat, tolong keluarkan kami dari sini, kami berjanji akan beramal saleh jika kami dikembalikan lagi ke alam dunia."

Namun, harapan mereka kosong, jelas tak ada arti. Doanya pun sia-sia belaka. Keinginannya hanya sebatas lidah saja.
Para malaikat berkata,
"Sesungguhnya kalian akan tetap di neraka ini."

Para penduduk neraka merasa iri dengan apa yang Allah SWT berikan kepada para penduduk surga. Penghuni surga mendapatkan bonus besar berupa makanan, minuman dan fasilitas lainnya yang sangat mewah, nikmat dan lezat.

Para penghuni neraka merengek-rengek.
Mereka berkhayal, sekiranya di antara penduduk surga ada yang mau memberikan sedikit saja makanan dan minumannya, alangkah bahagianya mereka.

Sungguh Sangat Mengerikan

Sebenarnya di antara penduduk surga ada yang melihatnya dan merasa iba. Hampir-hampir saja mereka memberikan barang-barang miliknya. Namun, Allah SWT segera mengharamkan makanan dan minuman itu bagi penduduk neraka.

Penjelasan tersebut tertulis dalam Ayat Suci Al Qur'an, Surat Al A'raf ayat ke 44 dan 50.
Allah SWT berfirman,

وَنَادَى أَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابَ النَّارِ أَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا قَالُوا نَعَمْ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَنْ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

Atinya:
Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya Kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan Kami menjanjikannya kepada kami. Maka Apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,"
(QS. Al-A'raf: 44).

Allah SWT berfirman,

وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ

Artinya:
Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: "Limpahkanlah kepada Kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu". mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir."
(QS. Al-A'raf: 50).

Demikianlah keadaan proses penyiksaan manusia di Neraka Jahanam yang luar biasa mengerikan. Tak seorang pun yang bisa menolong kecuali atas izin Allah SWT.

Formula 5F Yahudi untuk orang Islam

1. Filem
Melalui filem bukan sahaja yahudi dapat mengaut keuntungan malah merosakkan aqidah Islam sehingga adanya laporan suatu kajian ilmiah yang dijalankan di mana ramai remaja Islam yang terlibat dengan pemujaan Syaitan seperti Black Metal, Jangan Ikut Tuhan (JIT) dan sebagainya antaranya disebabkan pengaruh filem. Begitu juga seks bebas dan sikap negatif yang ditanam melalui filem

2. Famili (Keluarga)
Menanamkan amalan hidup bebas dalam keluarga Islam sehingga berleluasanya perbuatan bersedudukan dengan suami atau isteri orang, anak-anak dibiarkan mendeadh aurat dan bergaul bebas tanpa batasan

3. Fesyen
Memperkenalkan fesyen yang mendedah aurat dan mengghairahkan di mana setiap fesyen yang ditayangkan melalui filem terus dipasarkan secara meluas dengan harga yang murah. Umat Islam terus memakai pakaian yang menjolok mata dengan perasaan bangga kerana dianggap memakai pakaian mengikut peredaran masa

4. Fun (Hiburan)
Hiburan yang melampau terus dihidupkan sehingga banyak masa umat Islam dihabiskan untuk berbincang perkara berkenaan artis dan filem sedangkan masalah yang besar diabaikan. Umat Islam berasa senang hati untuk hadir program hiburan serta merasakan suatu siksaan dan deraan bila diminta menghadiri majlis keagamaan

5. Food (Makanan)
Umat Islam lebih selera dan suka menjamu makanan yang dihasikan oleh jenama yahudi dan sekutunya berbanding produk umat Islam sendiri. Kita tidak tidak sedar bagaimana adanya usaha mengedarkan gandum yang diproses di Israel yang dicampur dengan bahan untuk memandulkan manusia. Pernah berlaku di Mesir dan Jordan pengedaran telur ayam Israel yang disuntik ubat mandul. Jangan biarkan kita mandul semangat melawan Israel dan mandul keturunan kerana banyak menjamu selera makanan dan minuman yahudi. Petikan Kitab Yahudi : “Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)