Minggu, 28 April 2013

Lagenda pengusti Jepun yang pernah berlawan dengan peninju Muhammad Ali masuk Islam

Ahli gusti ini pernah bertanding dengan Juara Tinju dunia Muhammad Ali, dengan berakhir seri atau berimbang, Inoki terkena 1 hook dari Ali, dan Ali juga sekali dihumban oleh Inoki, dalam pertandingan 15 pusingan.
Ahli gusti Antonio Inoki mempunyai fizikal yang kuat dan seorang lagenda jepun dikhabarkan telah masuk islam pada tahun 1990-an. Seperti dilaporkan oleh media huffingtonpost.com, pada bulan lepas ahli gusti tersebut mengumumkan namanya islamnya iaitu Muhammad Hussain Inoki. 

Ketika perang teluk pada tahun 1990 dia pernah diutus ke Iraq untuk berunding dengan presiden Iraq ketika itu Saddam Hussein mengenai pembebasan warga Jepun yang djadikan tebusan.
Huffingtonpost.com melaporkan pada bulan Disember yang lalu Inoki mengambil bahagian dalam satu pertandingan International Peace Wrestling Competion bagi meraikan 60 tahun hubungan antara Jepun dan negara-negara di Asia Selatan dalam bidang sukan.

Inoki, yang juga duta keamanan telah mendirikan sebuah akademi gusti di Pakistan yang disokong oleh kerajaan tempatan.

Sebuah stesen TV melaporkan baru-baru ini ketika Inoki berkunjung ke Pakistan,dia menerima ucapan "selamat datang pahlawan". Inoki pertama kali melawat negara itu pada tahun 1976 untuk bertanding melawan ahli gusti Pakistan Pahalwan. Ketika itu pertandingan tersebut dibanjiri hampir 50 ribu orang. 

Di tahun yang sama Inoki juga berhadapan dengan Muhammad Ali, seperti yang dilaporkan Guardian Dia dinilai sebagai "melawan prototaip seni bela diri campuran" di Tokyo. Ali mengenakan sarung tangan sementara Inoki tidak sama sekali.

"Ketika saya menjadi mualaf, orang menyarankan agar saya menukar nama saya menjadi Muhammad Ali tapi saya menolak idea itu kerana saya sudah berjuang melawan Ali peninju hebat," katanya, menurut Dawn.com.
Selama perjalanannya Inoki yang pada tahun 2010 menjadi orang Jepun pertama yang dilantik menjadi World Wrestling Entertainment s Hall of Fame, dia berharap boleh membantu lebih untuk mengukuhkan hubungan diplomatik antara Pakistan dan Jepun, dan untuk terus membawa mesej-mesej keamanan di seluruh dunia.

Inoki lahir pada 20 Februari 1943, selain seorang ahli gusti dia juga dikenali sebagai artis seni pertahanan diri. Kini dia dilaporkan tinggal di New York dan Jepun.

Kisah Istana Iblis di Lautan

Assalamu'alaikum wr. wb.

Kesombongan Iblis ternyata dan ternyata tidak membuat dirinya dilaknat oleh Allah SWT, namun ia juga terusir dari Surga. Dan setelah diusir, akhirnya Iblis pun mulai membangun istananya di lautan. Iblis memilih lautan karena luasnya mencapai tiga perempat dari luas bumi.


Kisahnya

Dalam sebuah Kitab, Karya Agung Sang Syeikh Imam Al-Ghazali disebutkan bahwasanya iblis itu dulunya memiliki nama Al-Abid yang artinya ahli ibadah. Pemberian nama Al-Abid ini hanya pada langit pertama, lain hal dengan langit kedua dan seterusnya. Begitu terkenalnya Iblis dengan pemberian, sebutan nama-nama tiap langit karena iblis ketika itu memang hamba Allah SWT yang taat.

Pada langit kedua, iblis disebut dengan Az-Zahid dan di langit ketiga diberi nama Al-Arif.
Di langit keempat namanya adalah Al Wali, Pada langit ke lima namanya adalah At-Taqi. Sedangkan nama di langit keenam dan ketujuh adalah Al-Kazin dan Azazil.

Awalnya, iblis termasuk dari salah satu malaikat penghuni surga yang doanya terkenal makbul. Karena doanya yang ampuh tersebut, malaikat-malaikat lain meminta kepada iblis untuk didoakan agar para malaikat tidak tertimpa laknat Allah SWT.

Peristiwa itu terjadi manakala Malaikat Isarfil yang sedang berkeliling mengitari surga mendapati sebuah tulisan.
Tulisan tersebut berbunyi,
"Seorang hamba Allah SWT yang telah lama mengabdi akan mendapat laknat Allah SWT dengan sebab menolak perintah Allah."

Tulisan itu berada di salah satu pintu surga, dan tak pelak lagi tulisan itu telah membuat Malaikat Israfil menangis tersedu. Ia takut sekali, hamba Allah SWT yang dimaksud adalah dirinya.
Tak hanya Malaikat Israfil, para malaikat lain juga turut menangis, dimana malaikat-malaikat lain itu juga memiliki kekuatan sama seperti Malaikat Israfil.

Akhirnya mereka sepakata, untuk mendatangi Iblis (Azazil) dan meminta didoakan agar tidak tertimpa laknat dari Allah SWT.
Pada waktu itu, ketika mendengar penjelasan Israfil, Azazil berkata,
"Ya Allah...! Hamba-Mu yang manakah yang berani menentang perintahMu itu, sungguh aku ikut mengutuknya."

Azazil lalu memanjatkan doa,
"Ya Allah, janganlah Engkau murka atas mereka."

Azazil Mengingkari Perintah Allah SWT

Selama kurun waktu 120 ribu tahun, Azazil (Iblis), menyandang gelar kehormatan dan kemuliaan, dan hingga tibalah Nabi Adam as diciptakan. Allah SWT menyuruh semua malaikat sujud kepada Adam yang diciptakan sebagai khalifah (pemimoin) di bumi.

Semua malikat segera patuh dan melaksanakan perintah Allah SWT tersebut. Namun Azazil (Iblis) malah membangkang. Di menolak melaksanakan perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Adam karena lesombongannya. Sejak saat itulah Iblis dijadikan simbol dari kesombongan, tentang takabur, tentang selalu berbangga diri. Sifat-sifat inilah yang kemudian ditularkan oleh Iblis agar tersesat dari jalan Allah SWT.

Iblis berkata,
"Ya Allah, aku (memang) lebih baik dibandingkan Adam. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah."

Karena penolakan itu, Allah SWT berfirman agar iblis keluar dari Surga-Nya.

Iblis Mendirikan Istana di Lautan

Nah, sejak Iblis terlempar dari Surga, Iblis membangun singgasana dan istana di lautan. Hal itu dimaksudkan untuk menandingi Arsy Allah SWT yang berada di atas air di langit ke tujuh.

Dalam sebuah riwayat Imam Ahmad ra, Rasulullah SAW bersabda,
"Apa yang kamu lihat?"
"Saya melihat singgasana di atas lautan yang dikelilingi oleh beberapa ular," jawab Ibnu Sayyad.
"Dia telah melihat singgasana iblis," sabda Rasulullah SAW.
(H.R. Ahmad).

Sedangkan menurut Ibnu Katsir dalam bukunya yang berjudul "Al-Bidayah Wanniyah" menjelaskan bahwa Iblis mempunyai banyak tentara dan memilih lautan sebagai istana. Seperti diketahui bahwa luas lautan mencapai tiga perempat dari bumi. Oleh karena itulah ia menempatkan kerajaannya di lautan agar ia lebih leluasa memerintah bala tentaranya yang jumlahnya sangat banyak sehingga memerlukan pusat kerajaan yang luas. Sedangkan lautan adalah daerah yang sangat luas.

Lalu dimakakah tepatnya istana Iblis berada?
Siapakah bala tentara Iblis sebenarnya itu?
(Search saja di blog Kisah Teladan Islami ini).

Demikian Kisah Istana Iblis di Lautan, dan tetap nantikan kisah-kisah iblis yang lainnya hanya di blog ini selanjutnya.
Wassalamu'alaikum wr. wb.