Rabu, 12 Juni 2013

Cara penghuni neraka tidur

Jangan tidur cara penghuni neraka
Dari Abu Dzar ra., beliau mengatakan,

“Suatu hari Nabi saw sedang berjalan melewatiku ketika itu aku tidur secara meniarap atau tengkurap. Maka baginda membangunkanku menggunakan kakinya dan berkata, “Hai Junaidib (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya cara berbaring seperti ini adalah cara berbaring penghuni neraka.”
(HR. Ibnu Majah).

Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata ; Rasulullah saw pernah melihat ada seseorang yang berbaring di atas perutnya (meniarap/ tengkurap), maka baginda berkata, “Sesungguhnya cara berbaring seperti ini dibenci oleh Allah. “ (HR. Tirmidzi)

Karakter dan Momentum Perubahan Sosial



Periode Mekah dapat dikatakan sebagai periode pembentukan individu-individu yang dipersiapkan sebagai embrio kelahiran sebuah masyarakat. Namun demikian, karakter universal pada ajaran Islam telah membekali para sahabat di Mekah dengan cakrawala luas yang menembus batas ruang dan waktu. Di saat mereka diintimidasi dan sulit keluar dari cengkeraman Quraisy, Rasulullah saw.

Materi Perubahan Sosial Dalam Islam



Kedatangan Islam dengan ajaran-ajaran yang bersumber kepada wahyu Allah swt. telah memberi nilai-nilai baru pada setiap orang yang memeluknya. Nilai-nilai tersebut membentuk cara pandang yang sama sekali berbeda dari masa sebelumnya. Orang yang memeluk Islam merasa dirinya telah terlahir kembali sebagai manusia baru. Perubahan radikal ini dapat dilihat dari pidato Ja`far ibn Abi Thalib di hadapan Najasyi, Raja Habasyah,

PERUBAHAN SOSIAL DI MASA RASULULLAH SAW



Sebagai biografi, buku-buku sirah lebih menonjolkan peran individu Nabi saw. dalam menentukan perjalanan sejarah periode tersebut, dan memposisikan para sahabat sebagai pelengkap. Peran Rasulullah saw. tentu saja sangat besar, namun kegemilangan yang dicapai pada masa itu harus menempatkan para sahabat sebagai aktor penyeimbang yang juga sangat menentukan.